Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Rindu


__ADS_3

Waktu begitu cepat berputar satu Minggu sudah berlalu, hari-hari berjalan dengan sebagaimana mestinya. Satu Minggu itu pula Intan dan Natta tidak bertemu, sebab pria itu sedang ada pekerjaan mendesak yang harus ia selesaikan di Jogja bersama temannya. Meskipun begitu, tak jarang keduanya bertukar kabar lewat pesan WhatsApp.


Malam yang indah, taburan bintang dan bulan bulat sempurna membuat malam Minggu kali ini begitu bercahaya. Di balik itu ada hati seorang gadis yang sedang gundah, ia menatap tiga boneka di hadapannya yang masing-masing dari tiga pria yang menyayanginya.


"Lo ngeselin!"tunjuk Intan pada boneka babi yang di beri Nawan.


"Lo baik, tapi ngebosenin!"tunjuk Intan pada hidung boneka beruang besar yang di beri Michael beberapa hari yang lalu. Pria itu tak mau kalah dengan Natta yang memberi Intan boneka sapi. Makanya ia menghadiahkan Intan boneka beruang yang super besar.


"Lo asik, Kapan pulang? Intan rindu"ucap Intan mengambil boneka sapi itu kemudian memeluknya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk aja!"teriak Intan kemudian orang yang mengetuk pintu itu masuk kamarnya dengan membawa camilan kesukaan gadis itu. Siapa lagi kalau bukan sang kakak.


"Nih...."Nawan menyerahkan satu bungkus Marshmellow panjang berwarna pink itu pada Intan yang bergeming.


"Nggak minat"ucap Intan memandang Marshmellow tersebut dengan datar.


"kenapa lu? Bete amat tu muka. Berantem sama si Michael?"tanyanya sembari mengunyah permen karet.


Intan menggeleng lemah,gadis itu seperti tak berdaya.


"Terus kenapa?"


"Kangen"cicit Intan sembari menunduk.


"Perasaan lu ketemu Michael tiap hari deh"Nawan pikir yang di rindukan Intan Michael, ya siapa lagi kalau bukan Michael? Pikirnya.


"Bukan kak Michael, tapi dia"Intan menunjukkan boneka sapi pada Nawan yang bingung. Dahi pria itu berkerut memandang wajah Intan dengan mata menyipit.


"Nggak jelas lu!"


"Boleh cerita nggak sih?"tanya Intan dengan wajah memelas.


"Mumpung gue lagi nggak ngapa-ngapain boleh aja sih. Cerita apa? Gue siap dengerin dan jadi pendengar yang sangat-sangat baik"ucap Nawan memposisikan dirinya lebih mendekat pada Intan.


"Alkisah seorang Raja bernama Jalaluddin men----"


Kalimat Intan terhenti saat telunjuk Nawan melayang menoyor dahinya.

__ADS_1


"Lo kira gue anak TK di bacain dongeng?"kesal Nawan yang membuat Intan menghela napas panjang.


"Kenapa si? Kaya berat amat beban hidup lo?"


"Yang berat rindunya"


Nawan terkekeh, ia baru melihat Intan segalau,kacau balau begini hanya karena rindu seseorang. Dia jadi penasaran siapa pria yang di rindukan adiknya itu.


"Lo rindu siapa Intan Prameswari?"


"Intan rindu Natta Pratama"jawab Intan tanpa sadar.


"Natta Pratama? Cowok cafe itu?"ucap Nawan setengah terkejut.


"Lo suka sama dia?"Intan menjawabnya dengan anggukan.


"Terus lo ngapain pacaran sama Michael ?"


Intan yang tadinya memerhatikan boneka sapi itu menoleh Nawan kemudian menangis.


"Huaaaa Intan nggak suka sama kak Mic huaaa. Intan sukanya sama bang Natta hiks... hiks... tapi bang Natta hanya anggap Intan adiknya huaaaa"tangis Intan sembari memukul boneka sapi itu dengan tangannya.


"Ya iyalah dia anggap lo sekedar adek, orang dia udah dewasa mana mau sama bocil yang masih koleksi boneka kaya gini"ucap Nawan dengan masih ada sisa ketawanya sambil melihat sekeliling yang memang banyak boneka.


"Apa perbedaan umur itu penting ya? Intan koleksi boneka bukan berarti Intan masih kecil. Intan suka aja liatnya di susun-susun rapi biar keliatan cantik"


"Dewasa itu nggak tergantung umur! Intan rasa Intan udah dewasa"ucap gadis itu dengan percaya diri.


"Iya, cuma elu doang orang dewasa galau nangis-nangis!"ucap Nawan dengan ekspresi menjengkelkan yang membuat Intan geram "Intan cengeng! huaaaaa Intan sukanya sama bang Natta huaaa"ejeknya dengan meniru gaya Intan menangis.


"Kak Nawan!"pekik Intan memiting kepala pria itu yang tertawa terbahak-bahak.


"Iya-iya ampun.... Gua nyerah, elu dah yang paling benar!"ucap Nawan memohon.


Kedua kakak beradik itu bergulit saling menggelitik dan memiting kepala. Tawa keras dari keduanya terdengar di kamar bernuansa pink itu.


"Udah heiii gue capek! Udah!"Mohon Nawan dengan masih ada tawa sisa.


Bugh!

__ADS_1


Intan memukul pria itu lagi dengan bonekanya.


"Jangan kasi tau siapa-siapa kalau Intan sebenarnya nggak ada perasaan apa-apa sama Kak Mic. Kalau kasi tau awas!"


"Awas apa?"tukas Nawan.


"Nanti Intan bunuh!"


"Widih jago bener!"Nawan menjauh, seolah-olah ketakutan.


Intan menatap tajam Nawan yang menatap biasa dirinya.


"Sekarang giliran, kak Nawan sendiri gimana sama Nining? Intan liat kalian adem-adem aja. Kaya nggak ada masalah gitu. Kak Nawan juga akhir-akhir ini sering senyum sendiri kaya orang ke sambat gitu"


"Karena kisah kami itu nggak ribet kek lo! Sukanya sama siapa, jadiannya sama siapa"


🦋🦋🦋


Disisi lain Natta baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi sembari menghela napas. Pekerjaan hari ini cukup melelahkan, ia harus membuat design restoran dan konsepnya. Sebab temannya itu berencana membuat restoran di Jogja dengan design yang di buatnya, karena menurut temannya itu Natta mempunyai selera yang bagus.


Perlu kalian ketahui selain memasak keahlian Natta juga menggambar design seperti rumah,vila dan restoran. Hanya saja dia tidak ingin memperdalam keahliannya. Pria itu lebih memilih hidup sesuai apa yang dia mau tanpa paksaan siapapun.


"Udah selesai ?"tanya seorang wanita tiba-tiba datang kemudian duduk depan Natta lalu melihat laptop yang seharian di hadapi oleh pria itu.


"Good Job!"pujinya merasa puas dengan hasil pekerjaan Natta.


"Nanti lo tinggal nambahin interior ruangannya. Jangan lupa buat tampilan restoran menjadi lebih menarik"


"Oke"ucap Virra-teman SMA Natta.


"Oya, lo kapan pulang ke Jakarta?"tanya wanita itu.


"Besok"jawab Natta.


"Kebetulan, gue juga ada undangan pernikahan teman besok malam. Kita berangkat sama-sama ya? Jadwal penerbangannya pagi atau siang?"


"Kok mendadak benget?"


"Iya, tadi barusan teman gue telpon dia bilang mau nikah besok. Gue juga nggak tau kenapa mendadak, tapi gue rasa gue bisa hadir,mumpung besok lagi senjang"

__ADS_1


"Ohh gitu, oke"Natta mengangguk-angguk.


__ADS_2