Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Pantai


__ADS_3

Keesokan harinya Intan dan Nawan berencana pergi liburan ke pantai. Tak hanya bedua, Bening,Fany dan juga Janu pacarnya ikut serta. Mereka ingin bersenang-senang bersama Intan sebagai hari perpisahan sebab Intan akan pergi ke Bali dan entah sampai kapan akan kembali ke Jakarta.


"Ting...."


Pesan masuk ponsel Intan berbunyi,Intan yang sedang memasukan barang ke bagasi mobil mengecek ponselnya.


"Jangan lupa ke Cafe ya, gue ada sesuatu buat lo"


Ternyata pesan dari Natta.


"Aku dan teman-teman hari ini pergi ke pantai. Malam aja, setelah aku pulang dari sana"balas Intan.


Beberapa menit kemudian ponselnya berdering dan itu panggilan dari Natta.


"Gue ikut!"serunya langsung saat Intan mengangkat panggilannya.


Intan langsung melihat Nawan yang sedang berberes "kenapa?"tanya Nawan tanpa suara.


"Bang Natta mau ikut"jawab Intan.


Dahi Nawan berkerut, kemudian mengambil ponsel Intan kemudian memencet tombol 'Mute' "kamu baikkan sama dia?"tanya Nawan, sebab yang ia tahu Intan sangat menghindari Natta akhir-akhir ini.


Intan menjawab dengan anggukan.


"Nggak bisa! Udah ada tumpangan, mobil gue nggak muat"ucap Nawan pada Natta di sambungan telepon.


"Gue nggak bilang mau numpang mobil lo ya, gue juga ada mobil kali. Gue cuma mau ikut gabung kalian aja, kebetulan gue ada daging buat makan di sana"


Nawan melirik Intan yang mengangguk, berharap Nawan mengizinkan Natta untuk ikut.


"oke, asal nggak jadi beban"


****


Setelah menjemput Bening dan juga Fany bersama sang pacar mereka lanjut pergi ke tempat Natta.


Sampai disana Natta terkejut dengan penampilan mereka yang beragam. Hanya Nawan saja yang terlihat normal dengan baju kaos polos dan celana pendek, sementara yang lain ada yang memakai topi dan kacamata bulat apalagi Fany yang memakai pakaian tabrak warna. Gadis itu memakai baju hijau polkadot (bintik-bintik) pink, celana biru dan pita rambut kuning.


Sedangkan Intan memakai baju kodok biru dengan rambut kepang dua. Tak lupa juga kacamata hitam yang bertengger di hidung kecilnya. Bening masih dikatakan normal walau ia berpakaian seperti preman dengan bibir agak hitam. Dan Danu sudah seperti Bolang (bocah petualang).


"Annyeonghaseooo Bang Natta!" Fany sedikit membungkuk mengucapkannya. Banyak nonton drama jagi begini.


"A-anyeong"sahut Natta kikuk.


"Gak usah banyak drama, ayo berangkat!"Bening terlihat tidak sabar.


"Tapi Intan sama gue aja, hemat ruang. Pasti di mobil tadi sempit kan?"


"Enggak, masih luas. Masuk lima orang lagi pun juga muat"sambung Nawan.


"Tapikan---"

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu Fany aja sama Bang Natta"tukas Fany beralih berdiri di samping Natta.


"Nggak boleh!"Janu menarik Fany kembali.


"Ribet banget sih kalian! Bang Natta maunya Intan sama dia! Kenapa malah debat mobil segala, lo juga Fan, udah punya pacar masih aja ganjen!"ucap Bening sinis.


"Heh Fany itu nggak ganjen ya! Dia cuma setia sama gue!"Janu membela sang pacar yang cemberut.


"Bodo!"


****


"Yeeaaaayy! Akhirnya liburan!!"teriak Intan sambil berdiri melihat pemandangan dari atap mobil.


Natta tersenyum "seneng?"tanyanya yang langsung Intan anggukki. Ini Intan yang ia maksud, bukan kemarin yang tampak acuh.


"Kalau udah pindah ke Bali hal apa yang lo lakuin disana?"


"Hmmm, entahlah aku hanya ingin menikmati hidup. Terserah Allah mau bawa hidup aku kemana, aku hanya ingin memperbaiki diri"


"Udah nentuin mau sekolah dimana?"


"Udah, paman aku yang pilih sekolahnya"


Mereka larut dalam obrolan, Natta dan Intan tampak asik dengan perjalanannya. Di tambah lagi musik yang di putar membuat Intan tak sungkan-sungkan untuk bernyanyi ria. Hmm entahlah.... Natta senang melihatnya.


*****


Mereka akhirnya sudah sampai setelah dua jam lebih perjalanan.


"Yuuhhuuuuu I'm back my beautiful beach!!"seru Fany yang tampak gembira bermain air. Diikuti juga oleh yang lain.


"Hai laut kita bertemu lagi, tapi kali ini aku bersama teman-teman"Intan melihat teman-temannya yang bermain air, saling menyiram dan menjatuhkan ke dalam air.


Gadis yang sedang duduk sendiri di bibir pantai itu memandang lautan dengan tebing-tebing yang sangat indah. Namun, tiba-tiba Bening dan Fany menyeretnya ke air. Hingga menyiram gadis itu sampai basah kuyup.


Sementara Natta dan Nawan mendirikan tenda untuk tempat beristirahat. Keduanya tampak kompak dalam menyiapkan sesuatu, walau sesekali ada perselisihan antara mereka.


Natta tersenyum dan mengambil potret Intan dan juga yang lainnya memakai kamera yang sempat ia bawa.


"Bang Natta bawa kamera?"tanya Intan yang melihat Natta memotret-nya.


Natta mengangguk memberikan kamera tersebut pada Intan yang melihat hasil potretannya. Gadis itu cekikikan melihat dirinya sendiri yang bermacam-macam ekspresi.


Cekrek....


"Ngapain?"tanya Natta saat Intan memfoto dirinya depan wajah.


"Hahahaha...."tawa Intan melihat hasil jepretannya yang menunjukan wajah Natta yang seperti manusia purba "kayak monyet hahaha..."tawanya lagi yang langsung membuat Natta mengambil kameranya lalu memotret Intan dari dekat juga.


Cekrek....

__ADS_1


"Iiihhh Bang Natta!!"sungut Intan yang melihat Natta tertawa terbahak-bahak.


"Kayak bebek"ejek Natta diiringi tawanya.


"Hapus nggak!!"Intan berusaha menggapai kamera namun Natta menjauhkannya.


"Ngga mauuu"


Nawan yang melihat itu menarik sudut bibirnya, ia turut senang Intan tertawa bahagia.


Selanjutnya mereka berbagi tugas, ada yang membakar daging,membuat bumbu dan menyiapkan makanan.


"Awww panas!"ringis Fany tiba-tiba terkena besi panas.


Janu yang sedang mengipas bara api langsung memegang tangan pacarnya.


"Ayang gapapa?"tanya Janu sambil mengelus jari Fany yang terkena besi panas.


"Humm gapapa ayang, tapi panas"keluh Fany sedikit dilebih-lebihkan.


"Makanya lain kali hati-hati ya"ucap Janu prihatin. Pacar Fany itu memang sedikit lebay sama sepertinya, sehingga jarang sekali ada konflik antara mereka. Walaupun ada Janu akan selalu meminta maaf dengan tulus pada Fany.


Yang lain memandangi keduanya dengan berbagai ekspresi geli "lebay lu berdua!"celetuk Bening memandang tak suka.


"Iri bilang bos!"balas Janu tak kalah sinis. Bening dan Janu memang tak bersahabat, ada saja permasalahan antara mereka.


"Sorry gue nggak iri sama jablay kaya kalian, kalau mau gue juga bisa gitu"Bening berdiri mendatangi Nawan yang sedang mengaduk nasi "sayang aku lapar..."gadis itu dengan manja mengalungkan tangannya di lengan berharap pria itu memperlakukannya seperti Janu. Namun Nawan malah terkejut tiba-tiba saja mendengar suara Bening yang halus. Bahkan ia merinding mendengarnya.


Nawan melihat yang lain memperhatikannya dengan tatapan heran "hah kenapa?"tanya pria itu yang bingung.


Mendengar respon Nawan, Fany dan Janu tertawa sementara Intan dan Natta hanya menutup mulut menahan tawa.


"Iiihhh dasar ga peka!!"sungutnya yang membuat bibir gadis itu mengerucut.


"Oh kamu lapar, bentar lagi ya. Dagingnya belum masak"


"Brupppttttmm hahaha...."alhasil semuanya tertawa terbahak-bahak. Bahkan Fany sampai menangis melihat ekspresi Bening yang kesal memandang Nawan.


"Kakak lo benar-benar nggak peka"bisik Natta pada Intan.


"Sama kaya Bang Natta juga gak peka"


"Mana ada, malah gue adalah orang yang paling peka di muka bumi ini"


"Dusta"


"Lah bener anjirr, lo aja yang gatau"


"Oya? Kalau misalkan ada orang yang suka sama Abang. Abang bisa peka?"tanya Intan tiba-tiba.


"Ya pasti dong"

__ADS_1


"Bang Natta tau ciri-cirinya?"


__ADS_2