Sorry, I Already Love You

Sorry, I Already Love You
Menahan sakit


__ADS_3

-Author


Usai acara tersebut, Intan dan Rianti pulang sementara Nawan dan Michael mereka masih berada di sekolah untuk merayakan kelulusan. Namun, terpikirkan oleh Intan bahwa ia ingin ke Cafe Natta sudah lama ia tak kesana dalam sebulan ini hanya beberapa kali jika ada waktu senggang. Sebab sebentar lagi Intan akan mengikuti olimpiade bulutangkis di Bali oleh karena itu waktunya hanya untuk berlatih dan sekolah.


Setelah mengantar Rianti ke rumah, Intan lanjut pergi ke rumah Fany. Tentu sudah janjian dulu dengan gadis itu, tadinya mau bertiga dengan Bening tapi pacar Nawan itu sedang sibuk.


"Annyeonghaseooo!!"seperti biasa suara Fany sangat memekakkan telinga. So, Intan sudah biasa mendengarnya.


"Annyeong"balas Intan membukakan pintu mobil untuk Fany yang buru-buru masuk.


"Oya Intan kok nggak ajak Nining?"tanya Fany sembari berkaca di cermin mobil membenahi poninya yang berantakan.


"Katanya sibuk, gatau deh sibuk ngapain"Intan sembari menjalankan mobilnya kembali.


"Iiiihhh btw Intan cantik banget!! Gimana tadi baca puisinya? Lancar?"


"Lancar, cuman ada sedikit insiden sih tadi"


"Insiden apa?"tanya gadis itu secepat kilat.


"Hmmm, Kak Mic nyanyiin lagu di panggung"


"Ommo!! Wooaaaa! Nyanyi lagu apaan?"pacar Janu itu sangat bersemangat.


"Cinta Tak Mungkin Berhenti"jawab Intan dengan lesu. Fany yang mendengarnya ikut sedih karena tau betul kisah percintaan remaja antara Intan dan Michael.


Mereka saling bertukar cerita, walau Fany yang notabenenya pencicilan dan tidak bisa di bawa serius Intan tetap curhat meski Fany hanya merespon dengan candaan. Ia lebih suka bercerita dengan Fany yang asal nyablak dan sesekali ceritanya menjadi bahan tawaan gadis itu.


"Jadi ini cafenya?"tanya Fany usai tiba di Cafe Natta. Intan menjawabnya dengan anggukan, kedua gadis itu pun menuju masuk.


"Fany duduk sini dulu, Intan mau cari bang Natta"ucap Intan menyuruh Fany duduk di tepat yang ia pilih.


"Nggak usah lama-lama"


"Iyaa"


Setelah Intan lihat tidak ada Natta di Bar, kemudian ia memutuskan untuk masuk ke dalam Bar. Dari luar ia sudah mendengar detingan barang, ia pikir orang itu Natta. Gadis itu berniat mengejutkan pria itu yang ternyata sedang memasak.


"Dorrrrrr!!"kagetnya yang langsung mengejutkan sasaran.


"Woiii anjiirr!!"kejut pria itu yang membuat susu yang di pegangnya tumpah.


Ternyata tak hanya Natta yang terkejut, ada seorang wanita juga yang terkejut akan suara Intan. Intan termangu ternyata ada seorang wanita cantik memakai hijab, wajahnya cantik natural seperti orang arab dengan hidungnya yang mancung.

__ADS_1


"Astaga ini gara-gara---"ucapan Natta menggantung saat melihat tatapan kedua wanita di hadapannya penuh tanya.


"Eeee, kalian keluar dulu deh. Gue mau bersihin ini"sambung Natta sembari menunjukkan bajunya yang basah karena tumpahan susu.


Mendengarnya wanita berhijab itu mengangguk dan keluar di ikuti oleh Intan juga "oya Tan! Lo mau pesan apa? Biar sekalian gue buatin"sebenarnya Natta juga terkejut melihat penampilan Intan dengan dandanan cantik di wajahnya.


"Tiramisu caramel dua sama kentang goreng dua"ucap Intan.


Beberapa menit kemudian, Natta datang sembari menyediakan makanan yang di pesan oleh Intan. Kemudian pria itu menoleh kiri-kanan mencari seorang.


"Nay!! Sini!"panggilnya pada wanita berhijab tadi.


Dilihat cara Natta memanggilnya, Intan pikir Natta cukup dekat dengan wanita itu. Dengan gayanya yang anggun dan terlihat lemah lembut wanita itu tersenyum tanda ia menyapa Intan dan juga Fany.


"Nay, kenalin dia Intan yang waktu itu gue ceritain ke lo"ucap Natta memperkenalkan wanita bernama panjang Nayasha Hashifah itu ke Intan yang kini menyambut tangannya.


"Intan ya? Gue Naya, Natta cerita banyak tentang lo. Ternyata aslinya memang cantik"


Seketika ciuutt hati Intan mendengarnya seperti tersenggol oleh besi panas. Apa lagi ia mendengar Natta bercerita tentang dirinya? Bercerita tentang apa? Apa yang di katakan Natta? Apakah Natta bercerita tentang sisi tersedihnya? Apapun itu ia kecewa. Karena cukup dia dan Natta yang tahu cerita,kenangan dan suka dukanya. Tak perlu orang lain tahu.


"Thanks you, tapi kakak juga cantik"balas Intan berusaha tersenyum.


"Bang Natta kok nggak cerita-cerita kalau udah punya?" Ya, Intan pikir Natta berpacaran dengan wanita itu.


Intan tersenyum sambil mengangguk-angguk. Kemudian Fany menyenggol lengannya, "oya, ini kenalin teman Intan namanya Fany"ucapnya.


"Haiii bang Natta ya? Intan juga banyak cerita tentang bang Natta"ucap Fany yang langsung mendapat pelototan mata dari Intan.


"Oya? Cerita apa dia?"tanya Natta sembari menatap Intan.


"Nggak sih cuman cerita---"


"Cerita biasa-biasa aja sih bang, nggak yang aneh-aneh"tukas Intan menginjak kaki Fany. Inilah resiko kalau curhat ke Fany, mulutnya susah di rem.


"Aaawww!! Sakit Intan"ringis Fany.


"Maaf Fan, keinjek"ucap Intan dengan pelototan matanya. Yang di pelototi cengengesan.


"Are you okay?"tanya Naya.


"Hmmm gwencana!"jawab Fany dengan sengaja berbahasa Korea. Naya yang juga penonton drama Korea mengerti dan mengangguk.


Bersamaan dengan itu ponsel Naya berdering yang menjadi pusat perhatian mereka. Segera ia menerima panggilan tersebut.

__ADS_1


"Ya, Waalaikumsalam Mah"


"Ohh gitu, yaudah Naya kesana aja. Biar Mama nggak capek-capek nunggu Mas Rafi"


"Iyaaaa, nanti Naya sampaikan"


"Waalaikumsalam"tutupnya kemudian menoleh Natta.


"Mamah ya?"tanya Natta.


"Iya, aku di suruh jemput Mamah di rumah bibi aku. Sorry ya, aku duluan. Nanti kapan-kapan kita ngobrol bareng lagi"pamit wanita itu.


"Yaudah kalau gitu hati-hati, salam buat Mamah"


"Iya, nanti aku sampaiin"ucap Naya kemudian berlalu.


"Gimana?"tanya Natta tiba-tiba pada Intan yang bingung. Sedangkan Fany memisahkan diri ke kursi paling pojok, ia bahkan menonton sambil memakan kentang gorengnya, sebab ia tau Intan perlu bicara dengan Natta.


"Gimana apanya?"


"Cakep nggak?"


Jantung Intan seperti tertekan oleh sesuatu, jujur ia merasa sesak mendengarnya "Emmm, kalau ditanya cakep atau nggak sih jawabnya cakep. But.... still beautiful me! Emangnya bang Natta suka sama dia?"bahkan pertanyaan bodoh ia lontarkan, udah tau sakit tapi masih menggali lubang sendiri.


"Banget, beberapa Minggu lalu gue di kenalin sama temen ke dia. Eh ternyata gue suka"


"Apa yang bang Natta suka dari dia?"


"Hmmm, dia baik,cantik dan juga dewasa. Gue suka cewek yang dewasa"


"Terus dia itukan pakai hijab, emang dia mau pacaran?"menutupi kesedihan adalah hal yang menyakitkan bukan? Kesedihan itu malah bertambah berkali-kali lipat. I'ts okay, dunia ini tahu yang mana yang tidak harus kamu miliki!. Pikir Intan.


"Dia bilang, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dia juga bilang ke gue kalau dia sebenarnya belum siap untuk memakai hijab, tapi oleh karena orang tuanya sangat ketat mematuhi ajaran agama dia belajar untuk berhijab walau lepas-pasang. Orang tuanya tidak memaksa, tapi dia sendirilah yang memutuskan untuk belajar karena segala sesuatu itu butuh proses katanya. Dan sebelum gue ketemu dia, kata temen gue Naya baru putus sama mantan pacarnya, makanya di kenalin ke gue"


.


.


.


Note : Biar ade konflik ygy...


btw Nayasha Hashifah nama riquest-an temen Author yang kreatif bat lah, katanya nama buat anaknya nanti wkwk.

__ADS_1


__ADS_2