
"Maaf ya Mbak, Vian. soalnya tadi di aku memasak makanan kesukaan Haikal, jadi sekalian aku bawakan." jawab Amrita dengan sengaja.
"Tentu saja Vivian hanya menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia mencoba untuk menenangkan pikirannya agar tidak emosi kepada Haikal.
8 bulan telah dilalui oleh Vivian sebagai istri dari Haikal.
"Baiklah kalau begitu, Sebaiknya Aku membawa makanan ini." ucap Vivian yang kemudian hendak kembali ke perusahaan Pak Wiraguna. ingin hati Vivian memancing Bagaimana sikap dari Haikal, namun yang mengejutkan adalah pria itu nampak terdiam sambil menatap Amrita.
"Baiklah kalau begitu aku akan kembali." ucap Vivian.
"Kau hati-hati ya Sayang." jawab Haikal.
Deg...
Vivian sangat terkejut dengan jawaban dari suaminya itu, bahkan Haikal tidak ingin menghentikan Vivian yang akan pergi dari perusahaannya. terlihat mereka berdua melanjutkan perbincangan mengenai masalah perhiasan.
Entah begitu sakit hati Vivian saat Haikal sang brondong nakalnya itu bahkan sekarang tidak bersikap seperti biasanya.
Vivian keluar dari perusahaan sembari menghela nafasnya begitu kasar, hari ini dia benar-benar kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh suaminya. tadi pagi dia meminta untuk dibuatkan makanan namun sekarang malah suaminya itu sudah makan bersama dengan wanita lain.
Vivian kembali ke perusahaan Pak Wiraguna Ayah mertuanya.
"Kau sudah kembali, Vivian?" tanya Pak Wiraguna kepada menantunya itu. Vivian menganggukkan kepalanya, tatapan mata Pak Wiraguna menatap Vivian yang terlihat sedikit kecewa.
"Ada apa?" tanya Pak Wiraguna.
__ADS_1
Vivian menggelengkan kepalanya, semenjak pertemuan Haikal dengan Amrita 2 bulan yang lalu terlihat wanita itu benar-benar ingin mengejar Haikal.
"Ayah, Apakah Ayah yakin kalau pernikahanku dan Haikal akan bertahan?" tanya Vivian dengan tiba-tiba.
"Memangnya ada apa?" tanya Pak Wiraguna.
"Jika suatu saat Haikal bertemu dengan seorang wanita yang benar dia cintai, Apakah Ayah mengikhlaskan ku untuk bercerai dengan Mas Haikal?" tanya Vivian.
Tentu saja Pak Wiraguna langsung tersentak dengan kata-kata menantunya itu, seorang wanita yang sudah memasuki keluarganya dan sudah dianggap sebagai gadis kesayangan mereka
Pak Wiraguna duduk di samping Vivian, pria tua itu menatap wajah Vivian yang terlihat begitu sendu.
"Ada apa?" tanya Pak Wiraguna. Vivian menggelengkan kepalanya.
"Seandainya Mas Haikal menemukan wanita yang lebih pantas dan lebih dia cintai daripada aku, tolong jangan meminta dia untuk tetap mempertahankan ku, ayah." ucap Vivian.
"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Pak Wiraguna. akhirnya mau tidak mau Vivian menceritakan mengenai permasalahan yang dihadapi oleh Vivian dan Haikal.
Tentu saja Pak Wiraguna sangat marah saat mendengar cerita dari Haikal.
"Ayah jangan marah seperti itu, Aku tahu Putra Ayah itu masih dalam masa pencarian jati dirinya. dia menganggap kalau cintanya padaku itu adalah cinta yang sejati, namun ketika dia kembali bertemu dengan wanita yang seumuran nya mungkin gairah hidupnya kembali lagi Ayah. Ayah jangan sampai memarahi Mas Haikal, Ayah tidak boleh sampai kehilangan Putra Ayah itu." ucap Vivian sembari memegang kedua tangan mertuanya itu.
Tiba-tiba Vivian meneteskan air matanya, dia baru menyadari kalau dirinya telah jatuh cinta kepada suami brondongnya itu.
"Kalau begitu Kau tidak usah kembali ke perusahaan, Haikal kau bekerjalah bersama ayah. ayah tidak ingin kau terus melihat pemandangan seperti itu lagi, jika kau tetap seperti ini Ayah tidak mau. jika Haikal telah memutuskan perasaannya maka biarkan saja.. biarkan Haikal melakukan hal itu, namun Ayah tidak akan melepaskanmu." ucap pak Wiraguna yang kemudian memeluk Vivian. terlihat pria tua itu sangat kecewa dengan putranya yang telah mempermainkan perasaan Vivian.
__ADS_1
5 hari kemudian
Terlihat Haikal mencari keberadaan sang istri, bahkan saat berangkat pria itu tidak melihat sang istri di rumah. entah apa yang terjadi walaupun mereka belum satu kamar di rumah namun hari ini Haikal benar-benar tidak bisa menemukan keberadaan istrinya di perusahaan.
"Haikal menelpon ayahnya untuk mencari keberadaan sang istri,
"Ayah, Apakah istriku bersama dengan ayah?" tanya Haikal kepada ayahnya.
"Oh ya aku lupa, karena Ayah tidak punya waktu untuk mengatakannya padamu di rumah. mulai sekarang dan seterusnya istrimu itu akan bekerja di perusahaan ayah." jawab Pak Wiraguna. yang membuat Haikal sangat terkejut karena ayahnya itu tiba-tiba menarik istrinya untuk bekerja di perusahaannya.
"Tidak bisa begitu Ayah!" seru Haikal.
"Kau kan sudah mendapat pengganti dari istrimu kan, lebih baik kau fokuslah dengan perusahaan itu dan kau Jangan sampai mengganggu Vivian!" seru pak Wiraguna yang membuat Haikal sangat terkejut.
Entah apa yang terjadi, namun terlihat Haikal telah melakukan kesalahan yang membuat ayahnya begitu marah.
"Hai Haikal!!" seru Amrita yang baru memasuki kantornya. terlihat Wanita itu sudah membawa bekal makanan, tatapan mata Haikal menatap Amrita. sudah 1 bulan ini pria itu selalu menolak pemberian dari sang istri, mungkin karena itu istrinya itu merasa kecewa.
"Apakah karena ini, karena kehadiran Amrita hingga membuat Vivian ingin meninggalkan ku." ucap Haikal dalam hati yang kemudian pergi dari kantornya.
"Kau mau kemana?!" seru Amrita yang mencekal tangan Haikal.
"Lepaskan, aku akan mencari istriku. karena ada sesuatu yang harus aku luruskan." jawab Haikal yang kemudian keluar dari perusahaannya dan mencari keberadaan sang istri di perusahaan ayahnya.
"Bodoh, bodoh, bodoh, Mengapa kehadiran Amrita membuatku melupakan wanita yang begitu kucintai." ucap Haikal sembari memukul setir mobilnya. pria itu benar-benar seolah telah melupakan wanita yang begitu dia perjuangkan.
__ADS_1
** bersambung **