SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Satu pengkhianat tertangkap


__ADS_3

"Lihatlah, pria ini kelihatannya dia paling pas dirajang kecil-kecil. dipotong kecil-kecil Setelah itu kita berikan dagingnya kepada para tamu yang ada di luar, toh mereka tidak akan tahu kalau daging itu adalah daging manusia." ucap Samsul yang membuat orang-orang yang ada di ruangan itu semuanya menahan tawa.


"Apa maksudmu, kau ingin membunuhku?!" seru luhur yang ketakutan saat mendengar perkataan dari Samsul.


"Tentu saja kami sudah membunuh para musuh-musuh kami yang begitu banyak, bahkan kami juga telah membunuh mereka satu persatu. Aku ingin tahu bagaimana jika kau kubunuh setelah itu dagingmu ke berikan kepada para tamu." ucap Samsul.


Tatapan mata luhur benar-benar menatap Samsul, pria itu sangat ketakutan Jika dia akan dibunuh oleh pria yang ada di depan matanya itu.


"Kita lihat saja bagaimana kalau kau kami bunuh!" seru Ani.


"Apa maksud kalian, kalian ingin membunuhku!!" seru Luhur.


"Tentu saja kami akan membunuhmu, Kami tidak akan membiarkan para penghianat tetap berkeliaran di luar sana." jawab Ani.


"Aku tidak akan membiarkan kalian membunuhku, aku akan membalas kalian semua!!" seru Luhur.


"Memangnya kau bisa melakukannya, Lihatlah bahkan sekarang kondisimu sudah tidak berdaya seperti ini." jawab Ani.


Vivian hanya tersenyum saat mendengar kejahilan yang diucapkan oleh ketiga temannya tersebut, sesaat kemudian Vivian mengeluarkan sebuah pisau dari dalam sakunya.


"Katakan semua yang kau lakukan itu, aku ingin menjadikan itu semua bukti-bukti mengenai kejahatan mu, jika kau tidak melakukan hal itu aku bisa jamin Kalau keluargamu akan mati mengenaskan!!" seru Vivian.


Luhur menatap wajah Vivian, terlihat tatapan mata Vivian benar-benar sangat menakutkan. wanita itu bahkan tidak segan-segan memberikan goresan di salah satu tangan Luhur.

__ADS_1


"Aaaa.. Apa yang kau lakukan!!" seru luhur.


"Kalau kau tidak mengatakan sesuatu mengenai kelakuanmu itu, maka aku yakin seluruh tubuhmu akan dipenuhi dengan goresan-goresan yang indah ini."


leher sebelah kiri Luhur telah digores Vivian dengan pisau, wanita itu benar-benar tidak akan bisa memakai cara lain selain memakai cara kejam seperti itu untuk membuat Luhur mengakui semua kejahatannya.


"Baiklah, aku akan mengatakannya. aku akan mengakui semua kejahatanku!!" seru Luhur. pria itu benar-benar sudah tidak sanggup disiksa oleh wanita yang barusan masuk ke dalam ruangan itu.


"Bawa pria ini secara diam-diam ke kantor polisi, jangan sampai terdengar oleh siapapun." ucap Vivian.


Akhirnya Samsul dan beberapa temannya membawa Luhur ke kantor polisi.


Sekitar 3 jam kemudian Samsul sudah kembali dari kantor polisi, sebuah senyum terukir di bibir samsul saat bertemu dengan Vivian.


Semuanya berjalan dengan baik, bahkan pria itu sudah mengakui semua perbuatannya." jawab Samsul.


"Baiklah kalau begitu, itu lebih baik daripada kita terus menyiksanya." jawab Vivian.


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Samsul kepada Vivian.


"Lebih baik kita kembali ke tempat kita masing-masing karena dengan begitu itu kita akan tahu siapa saja yang hendak menyerang ku, lagi pula aku harus kembali ke Jakarta karena salah satu penghianat itu juga sudah tertangkap. Aku ingin tahu Bagaimana kondisinya karena para penjahat yang telah aku bayar sudah menyiksanya setiap hari." jawab Vivian.


"Kalau begitu Kau harus berhati-hati, kabari kami jika ada sesuatu. kami akan menggerakkan para teman-teman kita untuk mencari tahu kejadian mengenai kecelakaan waktu itu dan mengenai hancurnya perusahaan suamimu." ucap Samsul.

__ADS_1


"Tentu saja aku akan memberitahu jika ada sesuatu yang terjadi, jangan khawatir kalian adalah tempatku untuk mencurahkan semua isi hatiku." ucap Vivian.


Akhirnya hari itu Vivian memutuskan untuk kembali ke Jakarta, salah seorang pria.. Siapa lagi kalau bukan Andreas. pria itu sudah datang untuk menjemput Vivian dengan wajah yang bersemu merah dan rona bahagia yang begitu besar.


Andreas datang untuk menjemput Vivian, pria itu begitu bahagia karena Vivian menghubunginya untuk tuk menjemputnya di restoran tempat dia berada.


"Baiklah kalau begitu Vivi, kau harus berhati-hati. kau tidak boleh terlalu depresi dengan semua keadaanmu di sana!!" seru teman-teman Vivian.


"Tenang saja, aku akan baik-baik saja." Jawab Vivian.


"Kalian tidak usah khawatir, aku akan selalu menjaganya." jawab Andreas yang kemudian mengajak Vivian kembali ke Jakarta.


"Terima kasih karena kau mau menjaganya, karena kami sangat khawatir." jawab Ria.


Akhirnya Vivian kembali ke Jakarta bersama Andreas.


"Terima kasih ya karena kau mau menjemputku." ucap Vivian.


"Tentu saja aku sangat bahagia saat kau kau menghubungiku.." jawab Andreas di setiap jalan yang dilalui. Andreas selalu menebarkan senyumnya, senyum bahagia karena dia merasa bisa bersama dengan Vivian selamanya.


"Kelihatannya kau senang sekali.." ucap Vivian. Andreas tidak menjawab pria itu hanya tersenyum sembari menatap jalan yang dia lalui bersama dengan Vivian.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2