SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Mau bersaing dengan Ku, boleh.


__ADS_3

Karena permintaan Haikal terus-menerus membuat Vivian mau menjadi salah satu model perhiasan suaminya itu. apalagi wajah Vivian begitu cantik sempurna saat di poles berbagai macam bedak.


"Kau benar-benar cantik Sayang." Puji Haikal kepada sang istri.


"Hallah dasar kau suka mengimbau, pasti ada maunya." ucap Vivian yang kemudian memakai perhiasan yang dibuatkan khusus untuk dirinya.


"Apakah kau suka dengan perhiasan ini?" tanya Haikal kepada sang istri yang tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, perhiasan ini untukmu ya." ucap Haikal.


"Benarkah?" tanya Vivian dengan wajah yang begitu sumringah.


"Tentu saja untuk Istriku yang tercinta pasti Apapun akan aku berikan untukmu." jawab Haikal yang kemudian mencium pucuk kepala istrinya. Haikal benar-benar adalah seorang pria yang akan melakukan apapun agar wanita yang dia cintai bahagia. termasuk hari ini, bahkan hari ini pun salah satu benda pameran di berikan oleh Haikal untuk istrinya.


"Tidak usah, ini tidak usah untukku. beberapa hari ini aku akan membuat desain perhiasan dan kau harus membuatkannya untuk ku." ucap Vivian sambil tersenyum. Hal itu membuat Haikal benar-benar sangat bahagia.


Terlihat Amrita menatap Vivian yang sudah menjadi model dari Haikal. wanita itu tidak mau kalah dia meminta Papanya untuk menjadikan Amrita salah satu model perhiasan Haikal. tentu saja pria itu meng iya kan permintaan putrinya yang begitu dia cintai. beberapa jam kemudian akhirnya pagelaran perhiasan itu diselenggarakan.


Beberapa model telah berjalan di atas catwalk yang telah disediakan, tiba saatnya Vivian memperlihatkan beberapa perhiasan yang dia pakai begitu cantik wanita itu dengan dandanan yang sangat memukau. beberapa pria yang ada disana nampak menatap Vivian dengan tatapan mata seolah ingin memiliki wanita itu.


Para pemburu perhiasan tidak menatap perhiasan yang dipamerkan, malah mereka menatap seorang wanita yang sedang memperagakan perhiasan itu dengan sangat anggunnya. seorang pria menatap Vivian dengan tatapan mata yang tidak bisa dikatakan, sebuah keinginan muncul di hati pria itu ketika dia menatap Vivian yang berada di panggung pameran.

__ADS_1


Andreas, dia adalah salah satu kolektor perhiasan dan salah satu pengusaha yang begitu terkenal di beberapa negara. terlihat pria itu terus menatap Vivian dengan tatapan mata seolah pria itu memiliki Vivian seutuhnya. tentu saja dia tidak akan bisa memiliki Vivian Karena Wanita itu adalah istri dari Haikal, Pak Wiraguna datang bersama dengan Bunda Irma. sepasang suami istri itu benar-benar sangat bahagia saat dia sudah mendapat kabar mengenai pagelaran yang diadakan oleh Putra mereka.


Bunda Irma yang menatap Vivian yang begitu cantik sempurna.


"Ayah, ayah, lihat deh menantu kita itu dia begitu cantik." ucap Bunda Irma.


"Bunda benar, memang menantu kita benar-benar cantik." jawab ayah Wiraguna.


Tentu saja Pak Wiraguna menatap menantunya yang sekarang sudah memberikan maaf dan memberikan kesempatan kedua bagi Haikal. pak Wiraguna mendatangi putranya, memberikan semangat dan tepuk tangan yang begitu meriah.


"Istrimu cantik banget Haikal." ucap Bunda Irma.


"Tentu saja dong bunda." jawab Haikal sembari tersenyum dan memeluk ibunya.


Tentu saja Bunda Irma sangat senang dengan perkataan putranya itu,


"Tentu saja siapa yang mau menolak." jawab Bunda Irma sambil tersenyum kepada putranya. sesaat kemudian terlihat Vivian sudah turun dari panggung tersebut, begitu banyak pengusaha memuji semua perhiasan yang dipakai Vivian. apalagi terlihat Vivian begitu cantik dengan pakaian dan seluruh perhiasan yang dia pakai.


"Isterimu cantik banget Haikal!" seru salah satu pengusaha. pria tua itu benar-benar begitu mengidolakan istri dari Putra sahabatnya itu.


"Terima kasih Paman." jawab Vivian yang kemudian menjabat tangan pria itu. Sedangkan Andreas terlihat pria itu terus memandang Vivian dari atas sampai ke bawah.

__ADS_1


"Oh ya Toni, Apakah kau tahu bagaimana cara untuk merebut wanita itu dari bocah ingusan itu?" tanya Andreas kepada Toni orang kepercayaannya.


"Lebih baik kita merencanakan rencana yang matang Tuan, kalau tidak pasti rencana kita Untuk mendapatkan wanita itu tidak akan tercapai." jawab Toni.


"Apakah kau tahu Toni, Aku benar-benar jatuh cinta kepada wanita itu. aku begitu menyukainya saat pertama kali bertemu di Bali." ucap Andreas.


Tentu saja sebagai pria normal Toni juga menyukai Vivian yang begitu itu menarik perhatian.


"Tentu tuan, dia adalah wanita yang sangat menarik." jawab Toni.


"kau tidak boleh menyukainya Toni, karena kalau kau berani menikung ku pasti akan ku buat kau menderita seumur hidupmu." ucap Andreas. Toni tidak akan berani melakukan hal itu, karena jika dia melakukannya bisa-bisanya nyawanya benar-benar berada di ujung di ujung tanduk.


"Semua ini benar-benar membuatku tidak bisa memejamkan mata, Bagaimana tidak.. wanita itu seolah membuatku menjadi pria yang tidak bisa berpikir sama sekali." ucap Andreas.


"Tentu saja Tuan, Saya mengerti perasaan Anda." jawab Toni. Vivian terus menebar senyum hingga membuat Haikal merasa cemburu.


"Dengar Sayang, kau jangan terlalu menebar senyum mu seperti itu. Aku yakin beberapa pria yang ada disini begitu tergila-gila dengan dirimu." ucap Haikal.


Vivian tersenyum sembari menatap suaminya.


"Karena itu kau jangan macam-macam, kalau kau berani macam-macam akan ku tinggal kau dan kucari pria yang lebih kaya dan lebih mapan serta akan kucari pria yang lebih ih menggairahkan daripada dirimu." jawab Vivian yang membuat Haikal langsung terdiam saat mendengar perkataan istrinya itu.

__ADS_1


Haikal langsung memeluk erat pinggang sang istri, tentu saja hal itu membuat Bunda Irma tersenyum saat melihat kelakuan putranya


** bersambung **


__ADS_2