SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Rencana Andreas


__ADS_3

Hari ini Andreas ke tempat Haikal lumayan pagi, pria itu memang sengaja ke perusahaan Haikal untuk bertemu dengan Vivian. seorang wanita yang telah membuatnya tergila-gila, seharusnya Andreas tahu di mana posisinya. pria itu terus-menerus mengejar Vivian dengan segala cara walaupun caranya itu tidak terang-terangan seperti Amrita.


"Selamat pagi!" seru Andreas yang sudah memasuki kantor Haikal.


"Pagi..Tuan Andreas, mari silakan." jawab Haikal yang mempersilahkan Andreas untuk masuk.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Andreas.


"Kami sedang memeriksa beberapa pesanan dari beberapa toko perhiasan." jawab Haikal.


"Kelihatannya usahamu semakin maju ya.." ucap Andreas yang disambut sebuah senyum di bibir Haikal.


"Terima kasih Tuan, Ini semua adalah motivasi untuk saya bisa selalu membuat perhiasan perhiasan yang sangat bagus." jawab Haikal. tatapan mata Andreas menetap di seluruh kantor Haikal, pria itu mencari sosok Vivian yang tidak ada di dalam kantor.


"Apa yang sedang anda cari Tuan?" tanya Haikal.


"Tumben kau sendiri, dimana istrimu?" tanya Andreas.


"Oh... istri saya, barusan dia ke dapur membuat kopi." jawab Haikal.


Andreas menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya, bisa tidak Nanti malam kalian ku undangan untuk makan malam di rumahku?" tanya Andreas.


"Saya belum tahu Tuan, karena saya harus bertanya dulu pada istri saya." jawab Haikal.


"Karena itu aku mau bilang padamu kalau bisa bilang pada istrimu lagi, kan kita kerja sama jadi lebih baik kita bersilaturahmi seperti kita ini keluarga." ucap Andreas.


"Haikal menganggukkan kepalanya, Tak lama kemudian ternyata Vivian sudah masuk ke kantor suaminya.


"Sayang, ini kopinya!" seru Vivian yang memberikan secangkir Kopi kepada suaminya, tatapan mata Vivian menatap seorang tamu yang sudah ada di kantor suaminya.


"Tuan Andreas Apakah sudah lama? tanya Vivian.


"Tidak barusan aku kemari." jawab Andreas.


"Tolong buatkan aku aku kopi seperti suamimu saja." jawab Andreas.


Akhirnya Vivian kembali keluar dari kantor suaminya untuk membuatkan Andreas secangkir Kopi. tak berselang lama Vivian pun kembali


"Sebenarnya aku kemari karena aku mau mengundang suamimu dan dirimu untuk makan di rumahku, kau tahu sendiri kita kan bekerjasama jadi kalau bisa kita semakin dekat seperti keluarga. agar kita sama kita menjadi partner yang lebih baik." jawab Andreas.


"Semuanya terserah pada suamiku, Tuan." jawab Vivian

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu Tuan Haikal, nanti akan aku tunggu di rumah. semoga kau tidak Mencari alasan untuk tidak datang ke rumahku."ucap Andreas.


"Baiklah kalau begitu Tuan, Saya akan kesana bersama istri saya." jawab Haikal.


Sebuah senyum mengembang di bibir Andreas saat dirinya mendapatkan kesempatan seperti itu, bagaimana tidak. pria itu benar-benar seperti mendapatkan lotre karena dirinya akan mendapatkan Vivian, seorang wanita yang begitu dia inginkan.


"Setelah ini aku pasti akan mendapatkan wanita itu, aku yakin dengan segera dia akan menjadi milikku." ucap Haikal.


"Ha-ha-ha.. setelah ini aku akan segera mendapatkanmu akan kubuat dirimu menjadi milikku selamanya!!" seru Andreas. pria itu seperti seorang pria yang sudah kehilangan jati dirinya, dia benar-benar akan berpikir kalau segala sesuatu itu yang ingin dia miliki akan segera dia dapatkan.


Berbeda dengan Haikal dan Vivian yang berada di kantor, tatapan mata Haikal terus menatap istrinya yang sedang menggambar


"Kedua perhiasan yang sungguh cantik ini pesanan siapa sayang?" tanya Haikal.


"Ini pesanan seorang pengusaha yang kemarin berbicara dengan kita." jawab Vivian.


"Lalu apa yang dia inginkan?" tanya Haikal.


"Tentu saja pria itu ingin kau memberikan beberapa model dari setiap perhiasan, karena itu aku memberikan beberapa model ini karena dia ingin menjadikan perhiasan itu sebagai hadiah untuk istrinya." jawab Vivian.


"Terima kasih ya Sayang, kau selalu membantuku dan bersedia menjadi penopang ku." ucap Haikal yang kemudian memeluk istrinya.

__ADS_1


"Sudah-sudah, cepat kita harus menyelesaikan gambar-gambar ini, Lalu aku akan memberikan kepada ada pengusaha itu." jawab Vivian.


** bersambung **


__ADS_2