
Dari hari ke hari dendam yang ada di hati Vivian semakin besar, wanita itu memupuk sakit hati yang dia rasakan. dari hari ke hari tidak ada senyum lagi di bibir Vivian, wanita itu seperti sudah mati rasa karena melihat suaminya mengalami koma.
Pagi itu Ferry datang ke perusahaan milik pamannya, perusahaan milik Pak Atmaja. setelah mengelola perusahaan itu sekarang wanita itu memutuskan untuk mempertahankan perusahaan Papa mertuanya dan menutup perusahaan sang suami namun menjadikan satu dengan perusahaan mertuanya.
Perusahaan Pak Atmaja yang bergerak di bidang konstruksi itu terlihat memang tidak akan cocok dengan perusahaan perhiasan yang dimiliki oleh Haikal. namun dengan tekad yang sangat kuat Vivian tetap berdiri di dalam satu bangunan dengan 2 bentuk perusahaan. tentu saja seluruh pegawai yang ada di perusahaan Haikal kini dipindah ke perusahaan Pak Atmaja.
"Apa yang sedang kau lakukan Vivian?" tanya Ferry kepada Vivian.
"Halo Mas aku sedang melakukan pekerjaan seperti biasanya." jawab Vivian.
"Apakah kau tidak ada waktu?" tanya Feri.
"Memangnya ada apa?" jawab Vivian.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." jawab Ferry kembali.
"Kalau boleh . Mas Tunggu aku sekitar 30 menit ya. karena aku harus melakukan penutupan di beberapa tempat yang sekarang dikelola oleh orang-orang yang tidak mempunyai tanggung jawab." ucap Vivian.
"Memangnya ada apa?" tanya Ferry.
"Sudahlah nanti akan aku ceritakan setelah semuanya selesai." jawab Vivian.
30 menit kemudian akhirnya Vivian sudah menemui Ferry di sebuah ruangan.
"Oh ya, Memangnya ada apa. kenapa kau terlihat begitu marah?" tanya Feri.
"Tternyata di perusahaan Papa Atmaja dan perusahaan suamiku mempunyai beberapa penghianat yang harus di segera dimusnahkan." jawab Vivian.
__ADS_1
"Memangnya kau sudah tau siapa dia?" tanya Ferry.
Akhirnya Vivian menceritakan seluruh orang-orang yang dicurigai oleh Vivian.
"Kalau begitu lebih baik kita membuat jebakan kepada mereka, karena aku yakin mereka tidak akan melepaskan semua perusahaan Papa mertua mu itu." jawab Ferry.
"Tenang saja Mas, aku akan mempertahankan seluruh perusahaan itu. bahkan dua restoran yang dimiliki oleh mertuaku itu akan Ku pertahankan, aku akan mempertahankan seluruh milik keluargaku Aku tidak akan melepaskannya." jawab Vivian.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Feri.
"Tentu saja aku akan menyingkirkan dan meringkus seluruh penghianat itu." jawab Vivian.
"Apakah kau sudah memikirkan caranya?" tanya Ferry.
"Tentu saja Mas, kalau aku tidak memikirkan caranya tidak mungkin aku menjawab pertanyaan Mas." jawab Vivian.
"Bagaimana keadaan istri mas?" tanya Vivian.
"Kelihatannya istriku ada yang ingin mencelakainya, Bahkan dia Dia menabraknya lalu melarikan diri." jawab Ferry.
"Lalu?" tanya Vivian.
"Tentu saja kakinya patah, dia sekarang tidak bisa berjalan." jawab Ferry.
"Maksudku Apakah kau sudah menemukan pelakunya?" tanya Vivian.
"Belum, Aku belum menemukan pelakunya." jawab Feri.
__ADS_1
"Mas harus berhati-hati, karena mungkin orang yang mencelakai Suamiku itu sekarang tahu kalau Mas adalah salah satu orang yang membantu ku." jawab Vivian.
"Tidak mungkin, karena aku selalu berhati-hati." jawab Vivian.
"Tapi lebih baik kita selalu berhati-hati bukan, karena semuanya tidak mungkin.. jika uang yang berjalan." jawab Vivian.
"Baiklah kalau begitu Vivian, aku harus ke rumah sakit untuk membawa istriku pulang. aku sangat kasihan padanya karena setiap hari dia harus menangisi kakinya yang tidak bisa berjalan." ucap Feri yang kemudian pergi meninggalkan perusahaan Vivian.
"Baiklah Mas, hati-hati!!" seru Vivian yang kemudian mengantarkan Fery keluar dari kantornya. Vivian menatap kepergian sepupu suaminya tersebut, tatapan matanya menatap dengan penuh penyelidik.
"Aku yakin semua yang terjadi ini adalah rencana seseorang, lihat saja aku pasti akan menemukannya." ucap Vivian.
Hari ini Vivian menelpon salah satu penjahat yang telah dia sewa untuk menangkap Pria tua yang telah menghianati suaminya. bahkan membakar perusahaan-perusahaan perhiasan milik Haikal.
"Dengar, kau bawa dia ke salah satu gudang kosong tersebut. aku akan ke sana Setelah ini." pinta Vivian kepada penjahat tersebut.
"Baik nyonya, jangan khawatir aku dan anak buahku sudah menangkapnya." jawab si penjahat.
"Malam itu akhirnya Vivian berangkat ke salah satu gudang Perusahaan perhiasan yang dimiliki oleh suaminya, wanita itu melangkahkan kakinya yang memakai high heels tinggi. tak berselang lama dia membuka salah satu ruangan yang ada di perusahaan itu, perusahaan yang sekarang sudah ditutup dan menjadi bangunan angker.
Prok..
Prokk
Prokk
Suara tepukan tangan dari Vivian saat melihat seorang pria tua yang telah menghianati suaminya. ternyata pria tua itu adalah orang kepercayaan mereka berdua, suara tepuk tangan itu membuat si penghianat menatap Vivian. tatapan matanya benar-benar sangat ketakutan saat melihat wanita itu.
__ADS_1
** bersambung **