
Dokter Harun tidak habis pikir dengan semua rencana yang ingin dilakukan oleh Vivian, namun demi keponakannya tersebut Dokter Harun mau tidak mau harus menjalankan permintaan Vivian.
"Kau tahu ayah, Vivian sekarang sudah berubah drastis. bahkan wanita itu tidak seperti wanita yang pertama kali kita lihat dulu." ucap Feri.
"Kemungkinan besar wanita itu mengalami depresi." jawab Dokter Harun.
"Aku tidak tahu ayah, namun yang aku lihat dari raut wajahnya Vivian mempunyai dendam yang begitu besar. setelah kematian Paman Wiraguna dan istrinya." jawab Ferry.
"Siapa yang tidak akan dendam Feri, saat mengetahui kalau keluarganya telah dibunuh bukan karena kecelakaan." jawab Dokter Harun.
"Terkadang saat aku bersama Vivian, Entah mengapa aku sedikit takut dengan wanita itu Ayah." jawab Feri.
"Wanita itu memang benar-benar sudah berubah Veri, bahkan ayah sendiri saat melihat tatapan matanya terlihat tatapan mata Vivian benar-benar kosong. tidak ada aura dingin bahkan sangat terasa kalau hawa yang di diberikan oleh Vivian benar-benar sangat menakutkan." jawab Dokter Harun.
"Sebaiknya kita lakukan rencana dari Vivian, Ayah. karena itu juga untuk keselamatan Haikal, kita sembunyikan Haikal di suatu tempat, aku akan menanganinya bersama istriku dan aku akan menjaganya di tempat itu bersama istriku." jawab Feri.
"Kemungkinan besar Ayah yang akan menangani Haikal dan tidak akan membiarkan pria itu disentuh oleh orang lain." jawab Dokter Harun.
"Hari demi hari telah berlalu, kabar mengenai kematian Haikal pun telah disebar. Dokter Harun dan Feri harus menutup rapat-rapat mengenai kematian dari Haikal tersebut.
sebenarnya kabar kematian Haikal hanyalah sebuah kamuflase, untuk membuat Vivian bisa leluasa untuk mencari keberadaan dari orang-orang yang berusaha membunuh suami dan telah membunuh keluarganya.
__ADS_1
Haikal yang dalam kondisi koma, pria itu akhirnya dibawa ke suatu negara agar dia tidak tercium oleh Andreas.
Satu bulan kemudian.
Vivian telah menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu mengenai kejadian Beberapa bulan yang lalu, terlihat sekali Kalau orang-orang yang diminta oleh Vivian itu sudah mendapatkan kan titik terang Siapa orang yang telah membuat Haikal harus merasakan sakit namun tidak bisa berkata.
Sebuah nama telah diucapkan salah satu anak buah Vivian.
"Apakah kau yakin kalau Andreas adalah otak dibalik semua kejadian ini?" tanya Vivian.
"Benar nyonya, bahkan saya juga sudah mendapat kabar Kalau pria itu telah membuat kecelakaan itu terjadi." jawab seorang pria yang telah disuruh Samsul untuk menemui Vivian.
"Belum Nyonya, kelihatannya Samsul belum mendapatkan bukti-bukti itu. karena itu dia tidak berani melakukan sesuatu namun yang jelas bukti-bukti itu sudah mengarah kepada pria yang bernama Andreas."
firasat Vivian selama ini benar-benar terjadi ternyata perasaannya yang tidak suka kepada kehadiran Andreas sudah terbukti.
"Tolong bilang kepada Samsul, Aku ingin bermain cantik..biarkan pria itu mendekati ku dan aku akan melakukan sesuatu yang membuatnya merasakan bagaimana rasanya hancur sehancur hancurnya." jawab Vivian.
"Baiklah kalau begitu Nyonya, Saya akan mengatakan semuanya kepada Samsul. Anda harus berhati-hati karena orang-orang yang ada di restoran juga semuanya sudah dikerahkan untuk mencari bukti Siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan keluarga anda." jawab si pria.
Tak berselang lama akhirnya pria itu telah pergi, sedangkan Andreas sudah dua hari ini tidak ke kantor. karena pria itu begitu marah saat mendengar salah satu perusahaan yang dia miliki mengalami kebangkrutan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa perusahaan ku hancur dalam sekejap mata!!" seru Andreas. pria itu benar-benar murka.
Seluruh staf yang ada di perusahaannya satu-persatu dihajar oleh Andreas, dengan begitu kasarnya pria itu murka pria itu sudah tidak bisa mengendalikan emosinya. sifat psikopat yang dimiliki Andreas terlihat sudah kembali.
Dengan sadisnya dia menyiksa anak buahnya, bahkan beberapa anak buahnya telah dibunuh Andreas,
"Buang pria ini dan jangan sampai ada orang yang menemukannya!!" seru Andreas.
"Baik Tuan.." jawab anak buah Andreas.
"Kalian harus dengar, jika kalian tidak becus mengurus perusahaanku.. lebih baik kalian Mati saja seperti dia!!" seru Andreas.
Beberapa anak buah Andreas yang ada di perusahaan itu terlihat terluka parah, beberapa di antaranya ditembak di kakinya. Hal itu membuat orang-orang itu begitu ketakutan.
"Tuan, kami akan melakukan segalanya Untuk mendapatkan perusahaan anda kembali!" seru anak buah Andreas.
"Jika dalam waktu secepatnya kalian tidak bisa mengembalikan perusahaanku, Maka jangan salahkan aku jika aku akan membuat kalian menjadi mayat seperti pria itu!!" seru Andreas.
Raut wajah Toni benar-benar tidak bisa dikatakan lagi, pria itu begitu ketakutan saat melihat kekejaman Andreas muncul kembali. bahkan kekejaman itu membuat beberapa anak buahnya terluka.
** bersambung **
__ADS_1