SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Memohon maaf


__ADS_3

Haikal benar-benar tidak mengira istrinya sudah ada di depan matanya dalam situasi yang seperti ini. pria itu bersama Amrita begitu bahagia, tatapan mata Vivian menatap Haikal. tidak ada raut kesedihan ataupun kehilangan sama sekali, Haikal berdiri.. langkah kaki pria itu menghampiri sang istri, rona bahagia sekaligus ketakutan terlihat jelas.


"Sayang." ucap Haikal.


Vivian yang tidak menggubris perkataan suaminya, wanita itu marah namun sekarang bertambah murka. Vivian menghela nafasnya, sesaat kemudian memberikan sebuah surat kepada Haikal.


"Aku diminta Ayah untuk mengirimkan ini padamu." ucap Vivian yang kemudian langsung pergi dari kantor Haikal.


Haikal terdiam, sesaat kemudian pria itu langsung mengejar sang istri yang terlihat sangat marah padanya.


"Sayang, sayang!" seru Haikal. Vivian menghentikan langkah kakinya, sesaat kemudian wanita itu menatap brondong manis yang sudah menjadi suaminya.


"Ada apa?" tanya Vivian.


Tidak ada guratan kesedihan, yang ada guratan kemarahan di wajah Vivian.


"Kau kemana saja?" tanya Haikal. Vivian tersenyum sembari menatap wajah suaminya.


"Memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?" tanya Vivian. Haikal begitu tersentak saat mendengar jawaban dari sang istri.

__ADS_1


"Sayang, aku sangat mencemaskan mu." ucap Haikal.


Vivian nampak tersenyum kembali kepada sang suami, seolah senyuman itu menghina Haikal.


"Khawatir, Lihatlah bahkan wajahmu tidak menampakan kekhawatiran sama sekali. kau khawatir apanya?" tanya Vivian. Haikal terdiam.


"Aku terus mencarimu, aku..." ucap Haikal yang tidak dilanjutkan.


"kau mencariku ke mana? berapa hari kau mencariku, Kau hanya mencari ku sehari bukan. bahkan 2 hari selebihnya kau tidak mencariku." ucap Vivian. Haikal kembali tersentak dengan kata-kata istrinya, karena memang benar Amrita membuat Haikal begitu fokus pada salah satu pengusaha yang akan bekerjasama dengannya.


"Dengarlah Haikal, mungkin kita ini tidak berjodoh. mungkin benar jika usia bisa menghambat kesejahteraan rumah tangga, usiaku terlampau jauh darimu. mungkin kau malu karena usia perbedaan kita. atau mungkin begini saja Haikal, lebih baik kita akhiri pernikahan ini karena memang benar kita tidak ada ada kecocokan sama sekali. bahkan perhatian pun sekarang kau tidak ada untukku." ucap Vivian. tubuh Haikal serasa ingin copot satu persatu saat mendengar perkataan istrinya itu.


"Kenapa aku tidak boleh mengatakannya?" tanya Vivian kembali.


"Aku mencintaimu!" seru Haikal. Vivian tersenyum kepada Haikal, wanita itu melipat kedua tangannya di dada. langkah kaki Haikal mendekati Vivian namun wanita itu langsung menolak saat Haikal ingin mendekatinya.


"Kau jangan sampai mendekat, jika kau melakukan hal itu jangan salahkan aku jika aku akan membunuhmu di kantormu ini sendiri!" seru Vivian yang kemudian menghela nafasnya secara kasar.


"Aku tahu aku salah, tapi berikan aku waktu untuk memperbaiki nya!" seru Haikal. Vivian menghela nafasnya kembali, menatap wajah sang suami sembari tersenyum seolah mengejek Haikal.

__ADS_1


"Mengapa aku harus terus-menerus memberikanmu kesempatan. Apa yang kau lakukan waktu itu, aku menghilang namun kau tidak mencariku. Mungkin saja kau senang karena aku tiba-tiba menghilang, dengan begitu kau akan bebas bersama dengan wanita mana saja." ucap Vivian yang kemudian pergi meninggalkan suaminya berondong manis yang telah membuatnya jatuh cinta.


Haikal langsung menarik Vivian ke salah satu ruangan yang ada di perusahaannya. Memang perusahaan Haikal hanya satu lantai, namun bisa dibilang cukup besar. di salah satu ruangan pribadi milik Haikal pria itu tiba-tiba seperti seorang pria dewasa yang sangat marah ketika istrinya melakukan kesalahan, sebuah ciuman yang begitu bergairah langsung diberikan oleh Haikal kepada sang istri. Vivian mencoba untuk memberontak namun tiba-tiba Haikal seperti seorang pria yang mempunyai kekuatan luar biasa. Haikal memeluk istrinya dengan begitu erat, bibirnya terus mencium bibir sang istri hingga membuat Vivian seolah kehabisan nafas. tidak pernah sekalipun Haikal melakukan hal ini.


Tentu saja jantung Vivian sekolah copot saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya, sebuah ciuman yang begitu ganas sehingga membuat tatapan mata Vivian menatap suaminya.


"Ternyata saat aku tidak ada disini, Wanita itu sudah memberikanmu pelajaran bagaimana cara mencium." ucap Vivian yang telah mendorong tubuh suaminya.


"Aku tidak pernah sekali pun melakukan hal apapun kepadanya!" seru Haikal. Vivian tersenyum wanita itu mengusap bibirnya yang membuat Haikal langsung marah kepada sang istri. sebuah ciuman yang begitu itu panas dilayangkan oleh Haikal kembali saat melihat sang istri tidak menerima ciuman jarinya. tangan Haikal tiba-tiba berjalan tanpa arah tujuan, tangan pria itu bergerilya hingga membuat Vivian langsung mendorong tubuh Sang suami.


"4 hari aku tidak bertemu denganmu, namun sekarang sudah menjadi pria brengsek!" seru Vivian. Haikal tidak terima, pria itu langsung menggendong sang istri dan membawanya masuk ke dalam mobil. dengan laju mobil yang begitu cepat Haikal membawa Vivian kembali ke rumahnya, sebuah rumah yang sudah 4 hari ditinggal pergi oleh Vivian.


"Apa yang kau lakukan!' seru Vivian yang mencoba memberontak saat Haikal terus membawanya masuk ke dalam rumah.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Aku tidak akan pernah mau menceraikan mu. aku tidak akan pernah membiarkanmu menjadi milik pria lain, Vivian hanya milik Haikal!" seru Haikal yang kemudian membawa sang istri masuk ke dalam rumah mereka.


"Sebuah rumah mungil yang tidak jauh dari rumah orang tuanya. pria itu mengunci kamarnya, terlihat sekali Haikal langsung melepaskan seluruh pakaiannya hingga membuat pria itu seperti kerasukan sesuatu yang sangat mengerikan.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2