SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Andreas mengetahui rencana Vivian


__ADS_3

Bertahan, itu adalah kata dan prinsip yang dipegang oleh Vivian saat ini. dia harus bertahan dari semua rencana licik Andreas karena dia ingin melihat suaminya, pria yang selalu membuatnya berdebar.. sebuah kabar Sudah didapatkan oleh Vivian, terlihat informasi itu sedikit fatal jika ada orang yang mengetahuinya.


"Aku sudah menyerahkan beberapa bukti yang akan menjerat Andreas, semua bukti-bukti itu sudah mengarah kepada pria itu. dengan begitu aku juga bisa mendapatkan beberapa keuntungan dari tertangkapnya pria itu." ucap Vivian.


Vivian sudah memberikan beberapa bukti yang telah didapatkan oleh anak buahnya, sebuah bukti penyelundupan yang dilakukan oleh anak buah Andreas.


"Apakah kau yakin Vivian, Kalau pria itu adalah pengedar narkoba?" tanya Feri kepada Vivian.


"Kelihatannya pria itu sudah bergerak untuk menanti barangnya yang sudah datang, Mas." jawab Vivian.


"Baguslah kalau begitu, aku akan segera mencari tempat itu dan aku akan segera menangkapnya." jawab Feri.


Terlihat pria itu benar-benar sangat bersemangat saat mendapatkan sebuah informasi dari Vivian. dia berharap akan bisa menangkap Andreas secepat mungkin.


"Kita tinggal mencari beberapa bukti mengenai kecelakaan suamimu, aku yakin pria itu pasti bisa tertangkap." ucap Ferry.


"Tentu saja Mas." jawab Vivian.


Hari ini Andreas bertemu dengan salah satu informan yang begitu dia percayai, pria itu sudah memberikan beberapa informasi mengenai Vivian. yang paling parahnya pria itu sudah mengetahui kalau Vivian berusaha membuat Andreas ditangkap oleh polisi.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Andreas benar-benar sangat marah, pria psiko itu tidak akan membiarkan Vivian menghancurkan dirinya.


"Apakah kau yakin semua informasi itu?!" seru Andreas.


"Tentu Tuan bahkan saya sangat yakin kalau Nyonya Vivian sudah mencari bukti-bukti mengenai kecelakaan keluarganya. kemungkinan besar dia telah menyewa detektif karena saya tidak bisa melacak Siapa orang yang telah membantu Nyonya Vivian." jawab pria misterius tersebut.


"Brengsek, Aku tidak pernah mengira kalau Vivian ingin menghancurkan ku. lihat saja aku pasti akan menghancurkanmu terlebih dahulu!!" seru Andreas.


Andreas benar-benar sangat murka saat mengetahui kalau Vivian terus mencari dalang dari pembunuhan keluarganya, Bahkan dia juga mencari tahu mengenai kematian dari suaminya.


"Kalau wanita itu mencoba untuk menantangku berarti aku tidak punya jalan lain selain membunuhnya. akan kupastikan dia lenyap dan tidak bisa kembali lagi." ucap Andreas. urat-urat otot Andreas mulai nampak ketika pria itu sangat marah.


"Apa yang akan kita lakukan Tuan?" tanya pria misterius.


Terlihat Andreas sudah memulai beberapa rencananya untuk menyakiti Vivian, pria psiko itu tidak akan membiarkan Vivian mendapatkan bukti-bukti mengenai kecelakaan suaminya. walaupun Vivian sudah tahu kalau Andreas ada hubungan dengan kecelakaan keluarganya.


"Bagiku cinta bukanlah segalanya, namun ketika aku benar-benar mencintaimu ternyata kau mempermainkan aku!!" seru Andreas yang sudah berada di rumahnya. pria itu mulai membanting barang-barang yang ada di kamar tersebut,


Terlihat Toni sedikit syok saat mengetahui tuannya akan melukai Vivian, seorang wanita yang telah disakiti oleh pria tersebut.

__ADS_1


"Aku harus menyelamatkan nona Vivian, karena aku tidak ingin terus menerus melakukan kesalahan yang fatal." guman Toni dalam hati.


"Dengar Toni, Aku tidak mau tahu kau harus membuat wanita itu celaka.. kalau perlu kau harus membunuh wanita itu!!" seru Andreas.


"Apakah anda yakin Tuan, karena yang saya tahu anda sangat mencintai Nyonya Vivian." jawab Toni.


"Aku tidak aku memang mencintai Wanita itu Toni, aku benar-benar tergila-gila padanya. namun jika aku mencintai seseorang tapi ternyata wanita itu ingin menghancurkan ku, aku tidak akan tinggal diam...aku akan membuat wanita itu hancur seketika." jawab Andreas.


Tony menghela nafasnya begitu kasar, dia mulai bimbang antara mentaati Perintah Andreas atau menolong Vivian, namun yang jelas Toni tidak ingin membunuh Vivian ataupun melukainya.


Dua hari kemudian


Semua rencana yang dilakukan Andreas sudah berjalan, sedangkan Vivian terlihat wanita itu tidak mengetahui kalau hari ini dia akan mendapatkan marabahaya. terlihat Vivian mengendarai mobilnya, wanita itu harus keluar kota untuk melakukan beberapa kerjasama dengan beberapa perusahaan. Vivian terus menatap arah jalan tersebut, tak berselang lama tiba-tiba Vivian mendengar suara seperti bunyi jam dinding di mobilnya.


"Kenapa di mobil ku terdengar suara jam dinding ya, Memangnya jam dinding Siapa yang ketinggalan." ucap Vivian.


Terlihat wanita itu menghentikan mobilnya, Dia mencari sesuatu yang terus mengganggu pendengarannya. tak berselang lama terlihat Vivian menatap sebuah benda yang berwarna hitam, alangkah terkejutnya Vivian saat melihat sebuah bom sudah terpasang di jok mobil belakang.


Duar....

__ADS_1


Sebuah ledakan sudah terdengar di sebuah jalan yang tidak terlalu besar.


** bersambung **


__ADS_2