
"Tidak dokter pasti bohong kan, suamiku tidak mungkin koma, dia baik-baik saja!!" seru Vivian yang tidak terima. wanita itu mendekati si Dokter tua lalu memukulnya.
"Vivian hentikan!!" seru Feri yang memegang tangan Vivian. wanita itu berteriak sekeras-kerasnya, terasa berat sekali cobaan yang harus Vivian dapatkan.
"Mengapa semuanya terasa berat, Mengapa semuanya terasa membuatku menjadi seperti ini!!" seru Vivian.
Feri menarik menarik tubuh Vivian, pria ikut mendekap tubuh dari istri sepupunya tersebut.
"Tenangkan dirimu Vivian!!" seru very.
"Tidak bisa Mas, aku tidak bisa tenang. Bagaimana aku bisa tenang saat aku mendengar kabar Kalau suamiku mengalami koma!!" seru Vivian.
Ferry pun mengalami perasaan yang begitu pilu, dia menata Vivian yang tidak bisa menghentikan tangisnya.
"Aku tidak mau sendirian di dunia ini, aku tidak mau!!" seru Vivian.
"Hentikan kata-katamu itu Vivian, kau tidak sendiri suamimu bersamamu!" seru Ferry.
__ADS_1
"Aku tidak mampu jika seperti ini mas, Suamiku meninggalkanku.. meninggalkanku sendiri!" seru Vivian kembali.
Feri mengerti bagaimana kondisi Vivian saat ini, pria itu berusaha untuk menenangkan Vivian namun tidak bisa. istri mana yang akan menerima kenyataan kalau suaminya sekarang mengalami koma di rumah sakit.
Langkah kaki Vivian menyusuri ruangan tersebut, tatapan matanya menatap sang suami yang dipasang dengan alat penunjang kehidupan. air Mata Vivian terus berjatuhan wanita itu terasa sangat berat saat menghadapi cobaan hidup.
"Aku lelah, rasanya aku lelah!" seru Vivian yang sudah terduduk di lantai. wanita itu menatap kondisi suaminya yang benar-benar tidak bisa diungkapkan lagi.
Mau tidak mau Vivian harus menerima kondisi suaminya yang seperti itu, akhirnya Vivian pingsan di depan kamar sang suami. sedangkan Ferry terlihat pria itu berlari untuk membawa Vivian ke suatu ruangan. tatapan mata Feri menatap Vivian.
Pria itu benar-benar merasa kasihan dengan kondisi istri sepupunya tersebut. Sekitar 2 jam kemudian Vivian sudah bangun, wanita itu menatap tempat keberadaannya. Tentu saja dia tahu kalau dia berada di rumah sakit.
"Kau tidak boleh menyerah seperti ini, Apakah kau tidak ingin membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah membuatmu seperti ini?" ucap Ferry dan Dokter Harun.
"Aku tidak ingin hidup lagi Paman, semuanya telah meninggalkanku. aku sendiri aku tidak berdaya." ucap Vivian. air mata wanita itu terus menetes, tatapan matanya mulai kosong. dia benar-benar sudah tidak mempunyai semangat hidup lagi.
Ferry menggoncang tubuh Vivian sembari menampar salah satu pipinya.
__ADS_1
"Apakah kau tidak ingin membalaskan dendam keluargamu, Apakah kau tidak ingin menemukan siapa orang yang telah menghianati suamimu itu?!" seru Fery yang membuat Vivian menatap pria itu. tatapan mata Vivian terasa begitu menusuk saat dia mendengar kata-kata dari Ferry.
"Apa maksudmu?" tanya Vivian.
"Aku tidak percaya perusahaan mu tiba-tiba terbakar seperti itu, jika kau dalam kondisi seperti ini Apakah kau mau orang itu terus menghancurkan dirimu? bahkan perusahaan mertuamu pun sekarang diambang kehancuran karena tidak ada yang memegangnya. apakah kau ingin melihat orang yang telah menghancurkan dirimu dan suami itu terbebas di luar sana?!" seru Feri dengan nada suara yang begitu keras ..
Tentu saja Vivian yang mendengar hal itu, wanita itu mereka merasakan sakit yang luar biasa. hatinya terasa terbakar jiwanya bergejolak.
"Apakah Mas Fery mencurigai seseorang?" tanya Vivian.
"Kau harus sembuh terlebih dahulu, kau tidak boleh seperti ini aku yakin orang itu masih mengincar suamimu?!" seru Ferry.
Vivian menghela nafasnya begitu keras, wanita itu memegang dadanya sembari menghembuskannya.
Hari demi hari dilalui oleh Vivian dengan dendam yang begitu luar biasa, kematian kedua mertuanya serta keadaan suaminya yang seperti ini karena perusahaan tempat cita-citanya tertanam itu telah terbakar.
Entah setan Apa yang membuat Vivian tiba-tiba berubah drastis, wanita itu mulai tidak mempercayai orang-orang yang ada disekitarnya. dia selalu curiga, tatapan matanya selalu menatap orang-orang yang ada disekitarnya itu dengan tatapan penuh kebencian.
__ADS_1
2 bulan telah berlalu, kondisi Haikal masih tetap sama. pria itu masih koma di rumah sakit, tidak ada tanda-tanda kalau kondisi Haikal semakin membaik. Vivian telah menetapkan hatinya untuk mencari Siapa dalang dibalik kejadian yang ada di hidupnya. dia berjanji kepada suami dan almarhum ke-2 mertuanya dia akan menemukan orang yang telah menghancurkan dirinya dan suaminya. dia akan membalaskan semua sakit yang Vivian rasakan.
** bersambung **