SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
S.2 Sebuah kejutan untuk teman ku


__ADS_3

Sekitar satu jam kemudian datang seorang wanita yang mendatangi perusahaan Pak Hendrawan. wanita itu berjalan dengan begitu Anggun, tatapan mata para pekerja yang ada di perusahaan itu benar-benar menatap tajam seorang wanita yang sudah memasuki perusahaan dengan memakai pakaian yang begitu cantik. bahkan wajahnya benar-benar sangat menggoda.


Memang sekarang Via menjadi wanita yang berbeda, wanita itu melirik salah satu pekerja yang ada di perusahaan Sambil mengedipkan salah satu matanya. Hal itu membuat pria itu langsung gelagapan, bahkan pria itu harus menabrak tembok Saat berjalan. Via tersenyum sembari menatap pria itu, bagaimana tidak Hal itu seperti sebuah tontonan bagi Via.


Via langsung memasuki kantor ayah angkatnya, wanita itu langsung mendekati sang ayah sembari memberikan ciuman di pipinya. sesaat kemudian dia mencium tangan dua pria tua yang ada di depannya. seorang pria menatap Via yang berada di tempat itu, pria itu jantungnya tiba-tiba berdebar saat tatapan matanya menatap wanita yang beberapa hari yang lalu dia temui di pusat perbelanjaan.


"Dia.." ucap Toni dalam hati sembari menatap Via yang tertawa kepada ayahnya.


"Oh ya Via, perkenalkan salah satu teman bisnis Ayah yang baru." ucap pak Hendrawan.


"Apakah Ada orang Ayah di kantor ayah?" tanya Via yang tidak menyadari kalau di tempat tersebut ada orang lain. wanita itu tersenyum sembari membalikkan tubuhnya, dilihatnya seorang pria yang berada di tempat itu.


"Toni.." guman Via dalam hati sambil menatap pria itu. tatapan mata Toni menatap Via, sebuah senyum terukir begitu indah di bibir Toni saat melihat Via kembali.


"Bukankah kau adalah seorang wanita yang kemarin bertemu denganku di pusat perbelanjaan?" tanya Toni kepada Via. wanita itu tersenyum sembari menganggukkan kepalanya,


"Ternyata kita bertemu lagi Tuan.." ucap Via.


Toni tersenyum malu-malu seolah dirinya bertemu dengan pacarnya, sebuah senyum yang begitu indah saat dirinya melihat kembali wanita yang membuat jantungnya tiba-tiba berdebar.


"Dia adalah tuan Toni, anak buah kepercayaan dari tuan Andreas yang akan menjadi rekan bisnis kita.." ucap Pak Hendrawan.


Via tersenyum sembari menatap pria itu,

__ADS_1


"Jadi dia partner bisnis kita yang baru, Ayah?" tanya Via kepada ayahnya. pria tua itu menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu, kita akan menjadi partner bisnis.. saya juga senang menjadi partner bisnis anda nona...." Toni yang tidak dilanjutkan karena dia belum berkenalan dengan Via.


"Oh ya Tuhan Toni, perkenalkan namaku adalah Via, putri dari tuan Hendrawan." jawab Via yang kemudian menjabat tangan Toni.


Toni benar-benar tidak bisa mengendalikan kebahagiaan yang sekarang yang menyelimuti hatinya, hari itu menjadi hari yang begitu membahagiakan Toni.


Pria itu kembali ke perusahaan Andreas dengan sebuah senyuman yang benar-benar membuatnya sangat menawan.


Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Via, ternyata notifikasi itu berasal dari Samsul.


"Iya ada apa Samsul?" tanya Via kepada Samsul .


"Akan ku usahakan, kau tenang saja." jawab Via yang kemudian mematikan ponselnya.


"Ada apa Sayang?" tanya Pak Hendrawan kepada Via.


"Besok aku harus ke sebuah tempat, Ayah. karena teman-teman ku ingin bertemu denganku." jawab Via.


"Kau harus selalu berhati-hati, karena aku yakin pria itu akan menyelidiki kita." jawab Pak Hendrawan.


"Tenang saja Ayah, untuk saat ini tidak mungkin pria itu akan mencari tahu mengenai diriku. kemungkinan besar saat kita bertemu dengannya kita baru akan tahu." jawab Via.

__ADS_1


"Aku benar-benar sangat khawatir, pria Psiko itu akan melakukan segala cara jika mengetahui kalau kita adalah masa lalunya." jawab Pak Hendrawan.


"Tenang saja Ayah, jangan sampai Ayah ketakutan seperti itu karena aku sudah menemukan 1000 cara untuk membuat pria itu menjadi pria gila." jawab Via.


Pak Hendrawan dan Pak Salam sangat yakin dengan semua kemampuan Via. apalagi Via didukung oleh teman-temannya yang bisa dibilang kalau mereka adalah kumpulan para preman bahkan penjahat yang tersembunyi.


Keesokan hari akhirnya Via berangkat ke suatu tempat yang biasa dijadikan tempat mereka untuk berkumpul, tatapan mata orang-orang yang biasa mereka temui nampak menatap Via dengan Tatapan yang begitu keheranan.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Samsul saat dirinya melihat seorang wanita cantik memasuki restoran.


"Tentu saja ada, karena aku kemari ingin berbicara dengan seseorang." jawab Via.


Orang-orang yang ada di sana nampak saling menatap satu sama lain, sebuah kecurigaan langsung timbul saat wanita itu ingin berbicara dengan orang yang ada di restoran.


"Tutup restorannya sekarang juga!!" seru Samsul yang meminta anak buahnya untuk menutup restoran tersebut.


"Bagaimana keadaan kalian semua?" tanya Via yang menatap Samsul.


Orang-orang yang ada di tempat itu nampak saling beragumen satu sama lain.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Samsul.


"Ternyata kalian tidak bisa melihat seseorang dari jati dirinya, kalian hanya melihatnya dari rupa saja." ucap Via yang membuat orang-orang yang ada di restoran itu semuanya langsung tersentak.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2