
"Andreas?" tanya pak Bowo yang mendengar sebuah nama yang begitu familiar.
"Benar Tuan, pria itu kemungkinan besar yang mencoba membunuhku. Aku yakin dia berusaha untuk menyingkirkan ku.." ucap Vivian. terlihat sekali Vivian begitu marah, dia ingin membalas dendam kepada Andreas yang telah melukai nya. sedikit demi sedikit Vivian menceritakan semua kisahnya.
"Aku tidak pernah mengira Kalau pria itu kelakuannya masih tetap sama, bahkan pria itu benar-benar pria brengsek yang tidak bisa diberi kepercayaan!!" seru Pak Bowo.
"Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi, Tuan. apalagi kondisi ku seperti ini." jawab Vivian.
Tatapan mata Pak Bowo dan Pak Salam menatap Vivian, kedua pria tua itu benar-benar begitu merasa kasihan dengan semua yang terjadi pada hidup Vivian. tidak pernah terbesit di pikiran mereka kalau Andreas akan melukai orang seperti ini, air mata Vivian tiba-tiba menetes. Jika terjadi sesuatu dengannya Lalu bagaimana dengan suaminya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Pak Bowo kepada Vivian.
Wanita itu menatap Pak bowo sembari menggelengkan kepalanya, tubuh Vivian yang dibalut oleh perban begitu banyak bahkan wajahnya hanya terlihat dua bola matanya dan lubang hidung serta mulutnya, seluruh wajah Vivian telah ditutupi oleh perban.
"Katakanlah sesuatu, Apa yang kau pikirkan?" tanya Pak bowo.
"Vivian menghela nafasnya sembari menutup kedua matanya, aku benar-benar mencemaskan kondisi suamiku, Tuan. apalagi suamiku dalam kondisi koma dan Belum sadar, aku takut jika pria itu menemukan keberadaan Suamiku, Aku yakin dia akan membunuh suami ku." jawab Vivian
Deg..
"Betapa malangnya dirimu, bahkan kondisimu yang seperti ini berjuang antara hidup dan mati.
__ADS_1
"Kau masih tetap memikirkan suamimu?" tanya pak Bowo.
Sesaat kemudian tatapan mata Pak bowo menatap Vivian, terlihat sekali kalau deru nafas Vivian sedikit terputus-putus.
"Lebih baik kau istirahatlah, karena kondisimu belum sembuh sama sekali, jadi kau harus istirahat." pinta Pak bowo.. akhirnya Vivian beristirahat.
Pak bowo akhirnya meninggalkan Vivian, pria itu pergi bersama Pak Salam, kedua pria tua itu nampak terduduk di taman rumah sakit.
"Apakah Tuan mau membantu wanita itu?" tanya pak salam kepada Pak Bowo
"Ternyata wanita yang kita tolong adalah sama-sama korban dari Andreas, tidak mungkin aku membiarkan wanita itu aku pasti akan menolongnya." jawab Pak Bowo.
"Apakah sebaiknya kita membawa wanita itu ke luar negeri untuk melakukan operasi plastik, dan merubah seluruh identitasnya?" tanya Pak Bowo kepada Pak Salam.
"Itu rencana bagus Tuan, apalagi wanita itu mempunyai dendam yang begitu besar kepada Andreas. Saya yakin dia bisa membantu anda untuk membalaskan semua dendam Anda kepada pria Brengsek itu." jawab Pak Salam.
"Kau benar Salam, jika kita membantu wanita itu berarti kita membantu diri kita sendiri." ucap pak Bowo yang kemudian menelpon salah satu Dokter kepercayaannya yang ada di luar negeri.
Sehari kemudian.
Akhirnya pak Bowo kembali ke rumah sakit, pria itu menatap Vivian yang masih tertidur di ranjang, memang luka bakar yang dialami Vivian sangat parah, tapi wanita itu terus berusaha untuk membuat dirinya bertahan dari semua cobaan hidup ini.
__ADS_1
"Tuan, anda sudah lama di sini?" tanya Vivian yang melihat Pak Bowo memasuki kamarnya.
"Tidak, aku baru datang." jawab Pak Bowo.
Pak salam dan Pak bowo akhirnya masuk ke dalam ruangan Vivian, pria itu duduk di samping Vivian sembari memegang kedua tangan wanita muda itu.
"Ada apa Tuan?" tanya Vivian.
"Vivi, jika aku mengatakan sesuatu dan jika aku berniat menolongmu.. Apakah kau mau menerima pertolongan bapak?" tanya Pak bowo kepada Vivian.
Tatapan mata Vivian menatap pria tua itu, apa maksud bapak?" tanya Vivian.
Akhirnya pak Bowo menceritakan semua kisah masa lalunya, betapa terkejutnya Vivian saat mendengar kisah yang dialami Pak Bowo sama dengan kisah yang dialami oleh Vivian. kedua orang itu adalah korban dari semua keberesekan dari Andreas. aku akan membawamu ke luar negeri dan menghapus semua identitas mu.
"Jika itu keinginan Tuan Bowo, maka saya akan menerima bantuan Tuan. kita berdua akan menghancurkan pria itu hingga tidak tersisa sama sekali." jawab Vivian.
"Baguslah kalau begitu, aku fikir kau tidak mau menerima bantuan ku." jawab Pak Bowo. tentu saja saya akan menerima semua bantuan Bapak, kita akan memastikan Kalau pria itu akan mendapatkan balasan dari semua yang dia lakukan." jawab Vivian.
Akhirnya hari itu Vivian resmi menerima semua bantuan Pak bowo, akhirnya pak Bowo pun memindahkan Vivian ke rumah sakit luar negeri. pria itu benar-benar telah meminta bantuan kepada orang kepercayaannya untuk menghapus semua data-data Vivian dan mengganti nama dan identitas Vivian yang baru.
** bersambung **
__ADS_1