SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Manis manis si brondong kesayangan


__ADS_3

"Maafkan aku, Maafkan aku.." ucap Haikal sambil sesenggukan. pria itu benar-benar tidak bisa menerima kalau istrinya marah kepadanya, brondong bucin itu benar-benar sangat posesif kepada sang istri. dia tidak ingin orang lain menatap istrinya, Dia tidak ingin orang lain tersenyum kepada istrinya.


Dia ingin Vivian hanya melihat dirinya menatapnya dan mencintai dia seorang. Vivian menghela nafasnya dengan begitu kasar, wanita itu menatap sang suami sembari memutar tubuhnya dan menatap brondong kesayangannya itu.


"Kau ini selalu melakukan kesalahan namun saat aku marah kau sangat ketakutan." ucap Vivian. Haikal menganggukkan kepalanya, pria itu langsung memeluk sang istri dan tidak mau melepaskannya.


"Aku benar-benar mencintaimu, Aku tidak bisa hidup tanpamu. Jika kau berani meninggalkan aku.. maka aku lebih memilih untuk mengakhiri hidupku." jawab Haikal di pelukan sang istri.


Vivian sudah terjatuh disofa dalam posisi tertidur sedangkan suaminya berada di atas tubuhnya.


"Sudah.. sudah, lebih baik kau pesan makanan karena aku lapar." ucap Vivian yang membuat Haikal langsung mengambil ponselnya untuk menelpon resepsionis.


"Mengapa kau menelpon menggunakan ponselmu. gunakan telepon dari hotel sini saja!" seru Vivian. Haikal menganggukkan kepalanya sesaat kemudian pria itu menelepon resepsionis Untuk mengantarkan pesanan makanan yang dia inginkan.


Malam itu dilalui oleh Vivian di pelukan sang suami, Haikal benar-benar tidak mau melepaskan istrinya bahkan tidur pun brondong kesayangan Vivian itu terus memeluknya. memeluknya dengan begitu erat, Vivian benar-benar merasa bahagia cinta yang diberikan oleh Haikal tidak akan mampu membuatnya berpaling dari brondong kesayangannya itu.


Pagi telah menjelang, sepasang suami istri itu berjalan-jalan di sekitar Hotel tersebut. Vivian dan Haikal akan berada di Bali selama satu minggu. anggap saja mereka sedang hanimun yang kedua, Pak Wiraguna dan Bunda Irma selalu menelpon Vivian. wanita tua itu selalu mengatakan kalau Vivian tidak boleh melepaskan suaminya sama sekali.


"Sayang tempat ini benar-benar indah!" seru Haikal.


"Tentu saja Indah." jawab Vivian.

__ADS_1


"Apakah kau masih marah padaku?" tanya Haikal kembali. Vivian menggelengkan kepalanya.


"Aku benar-benar tidak bisa melihat amarahmu padaku." ucap Haikal.


"Sudah-sudah kau tidak usah mengatakan hal itu lagi, namun jika kau tetap seperti itu jangan salahkan aku jika aku tidak mau mengeluarkan sepatah kata pun." ucap Vivian yang membuat Haikal tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.


"Sayang kita beli pakaian di salah satu butik di sini ya." pinta Haikal.


"Buat apa?" tanya Vivian.


"Aku ingin melihatmu malam ini sangat cantik, Aku tidak ingin ada wanita lain yang menandingi kecantikanmu." ucap Haikal. Vivian tersenyum, wanita itu menganggukkan kepalanya.


Sesaat kemudian Haikal akhir nya mengajak sang istri ke salah satu butik butik yang ada di Bali, dia benar-benar ingin membuat istrinya tampil cantik dan tidak ada yang menandingi kecantikannya. Amrita terus mengikuti Haikal dan Vivian kemanapun sedangkan sepasang suami istri itu pergi.


"Sayang beli 7 ya dress nya." pinta Haikal.


"Buat apa beli sebanyak itu?" tanya Vivian. Haikal menunjukkan sebuah dress yang membuat Vivian langsung melotot kepada sang suami, sedangkan kan penjaga butik nampak tersenyum malu saat melihat seorang pria membelikan pakaian tidur yang nerawang.


"Apaan sih!" seru Vivian.


"Ayolah sayang, beli ini dong." pinta Haikal.

__ADS_1


Akhirnya mau tidak mau Vivian harus menerima permintaan sang suami, karena tidak mungkin baginya untuk bertengkar dengan suaminya di depan banyak orang hanya gara-gara pakaian tidur yang begitu seksi. Haikal mengambilkan beberapa dress yang begitu cantik hingga membuat istrinya akan terlihat seperti Dewi yang turun dari kayangan.


"Kau tahu sayang, kau adalah wanita yang paling cantik di dunia ini. aku tidak akan mau kehilanganmu dan aku tidak akan membiarkan pria manapun melirikmu." ucap Haikal.


Amrita yang mendengar perkataan dari Haikal untuk istrinya tersebut wanita itu benar-benar kesal, dia terus menghentakkan kakinya di lantai ke butik.


"Wanita tua itu kenapa terus-menerus bersama Mas Haikal, Apakah dia tidak bisa mencari pria seumurannya." cibir Amrita yang melihat adegan Haikal bersama sang istri lagi. adegannya begitu romantis, para wanita yang ada di butik itu nampak tersenyum sendiri saat melihat seorang pria meminta istrinya untuk membeli baju tidur.


"Lihatlah pria itu benar-benar sangat romantis." ucap salah satu penjaga butik.


"Aku mau punya suami seperti dia," jawab penjaga toko.


"Apakah kau tau tidak, Ternyata istrinya itu lebih tua loh. Tapi kelihatannya dari paras wajah Aku kira mereka itu seumuran." ucap penjaga butik yang lain.


"Sudah sudah kita tidak usah mengatakan sesuatu yang lain, nanti kalau wanita itu marah bisa-bisa suaminya akan menutup butik ini. Apakah kau tahu kalau pria itu adalah salah satu designer perhiasan yang akhir-akhir ini sering muncul di majalah bisnis lo.." ucap salah satu penjaga butik.


"Oh ya Sayang, aku sudah mempersiapkan sesuatu untukmu nanti lo.." ucap Haikal.


"Memangnya apa Mas?" tanya Vivian.


"Rahasia dong." jawab Haikal yang kemudian membayar pakaian yang dia pilih untuk istrinya. Vivian membiarkan suaminya memilih seluruh pakaian yang akan dia pakai, karena hal itu akan membuat Haikal merasa bahagia.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2