SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Wanita asing


__ADS_3

Langkah kaki Via sudah memasuki kamar Haikal, wanita itu menatap suaminya yang sudah terduduk di ranjang tersebut. ada sebuah senyum kebahagiaan namun sesaat kemudian berubah menjadi sebuah senyum kegetiran dan ketakutan tiba-tiba datang di hati Via.


Langkah kakinya yang sudah mendekati ranjang tersebut tiba-tiba langsung terhenti ketika Haikal menatap dirinya lalu tatapan mata itu beralih.


Deg...


Deg...


Sakit, begitu sakit hati Via ketika tatapan mata suaminya beralih bahkan pria itu tidak sekalipun mau menatapnya. Via tahu kalau suaminya tidak mengenalinya, namun Entah mengapa rasa sakit di hatinya benar-benar tidak bisa dibendung.


Via membeku seolah wanita itu kehilangan kata, Pak Hendrawan terlihat menepuk pundak Putri angkatnya itu sembari mengajaknya mendekati Haikal. Dokter yang merawat Via sekaligus merawat Haikal itu nampak sedikit terenyuh hatinya ketika seorang suami yang sudah tersadar namun tidak bisa mengenali istrinya.


Mungkin benar kalau dia tidak mengenal istrinya karena wajah Via Bukankah wajah Vivian.


"Ayah, suamiku tidak mengenaliku.." ucap Via yang hendak menangis air matanya tiba-tiba tidak bisa terbendung, Via menangis di dada Ayah angkatnya itu, suaranya benar-benar begitu pilu. rasa rindu yang begitu lama ditahan Via tiba-tiba sekarang serasa menjadi sebuah sakit yang begitu luar biasa. Sakit karena merasa tidak diakui walaupun Via tahu kalau dirinya yang sekarang bukanlah dirinya yang dahulu.


"Haikal.." ucap pak Hendrawan..

__ADS_1


Tidak ada suara yang keluar dari mulut Haikal Ketika pak Hendrawan memanggil namanya, pria itu terus saja menatap tembok sisi kirinya. entah Haikal mendengarkan atau ingatannya belum sepenuhnya kembali, benar-benar Via bagaikan disambar petir, wanita itu memegang dadanya. Ingin rasanya dia berteriak, Ingin rasanya dia menangis karena tidak bisa mendapatkan kasih sayang suaminya.


"Haikal.." panggil Pak Hendrawan pria tua itu mencoba memanggil Haikal kembali. pria tua itu bisa melihat sebuah kesedihan yang benar-benar luar biasa di mata Via ketika melihat suaminya tidak mau menatapnya sama sekali.


"Sayang..." Panggil Via wanita itu mencoba untuk memanggil suaminya kembali. walaupun terasa dadanya benar-benar diremas begitu sakit, tidak ada suara yang keluar sama sekali dari mulut Haikal. pria itu seperti seorang pria yang tatapan matanya begitu kosong.


"Haikal.. aku tahu kau bisa mendengar suaraku, aku tahu kalau kau bisa merasakan kehadiran istrimu, Haikal. apakah kau ingin terus-menerus menyiksa Vivian, begitu lama dia menunggu mu begitu berat rintangan yang harus dia jalani untuk menyelamatkanmu. cobaan yang dia lalui benar-benar tidak akan bisa dilalui oleh wanita lain, lalu mengapa kau mencampakkannya seperti ini!!" seru Pak Hendrawan yang tidak terima karena Haikal tidak mau menatap istrinya sama sekali. orang-orang yang ada di ruangan itu tidak bisa menahan air mata mereka.


"Ayah...." panggil Via dengan suara yang begitu parau.


"Sudahlah, Ayah..lebih baik kita kembali. percuma kita di sini, percuma kalau dia tidak menginginkan aku.." ucap Via.


Tatapan mata Haikal tiba-tiba menatap Via, seorang wanita yang dulu begitu dia pertahankan. seorang wanita yang mempertahankan nyawanya dan membawanya ke tempat yang begitu jauh, berjuang sendiri tanpa ada yang membantu. tidak ada suami dan keluarga, tidak ada tempat dia berkeluh kesah.


"Via, Sudahlah Via. kau tidak boleh seperti ini, berikan suamimu waktu untuk menerimamu.. sebaiknya kita pergi dahulu." pinta Samsul yang kemudian Memapah Via karena terlihat Via begitu lemah.


Pak Hendrawan memutar tubuhnya, akhirnya pria itu mengajak Via untuk kembali.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, sebaiknya kita kembali kita tata hidupmu seperti semula. suamimu tidak ingin menerimamu dengan kondisi seperti ini, suamimu tidak ingin mengakuimu sebagai seorang istri lagi karena baginya Kau bukanlah wanita yang selalu memperjuangkan dirinya." ucap pak Hendrawan yang kemudian menenangkan Via.


Tatapan mata Via dan Haikal saling bertemu, tiba-tiba Via berdiri..wanita itu mendekati suaminya, menyentuh wajahnya dan tersenyum kepada pria itu.


"Aku tahu kalau kau tidak menerimaku, aku begitu asing bagimu.. Aku tahu aku bukanlah Vivian mu yang dahulu, terasa berat saat aku harus memakai wajah orang lain untuk mempertahankan hidupku. Maafkan aku, maaf jika kau tidak bisa menerimaku kembali." ucap Via yang kemudian mencium salah satu tangan suaminya.


Akhirnya Via berpaling, wanita itu akan pergi meninggalkan suaminya. terasa sakit hati Via ketika Haikal tidak mau menerima kehadiran nya.


"Ayo sayang, kita kembali ke Jakarta. kita akan membalaskan semua dendam kita sendiri, kau tidak boleh sendirian karena aku yakin suatu saat Andreas akan melukaimu kembali." ucap pak Hendrawan.


Saat mendengar perkataan pria tua itu, hati Haikal benar-benar begitu sakit, sakit karena dia merasa tidak bisa berada di samping istrinya. terasa sakit ketika kesadaran itu telah terenggut oleh kegelapan.


"Ayo Via.." ajak Samsul.


"Iya, Sayang. kita harus segera pergi." pinta pak Hendrawan.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2