
"Ayo Sayang, kita harus segera pergi dari tempat ini. secara agama dia adalah suamimu, namun secara negara Vivian sudah meninggal." ucap pak Hendrawan.
"Ayah..." ucap Via. wanita itu merasa kalau tubuhnya tidak bisa di gerakkan sana sekali. terasa kakinya lemas. dengan segera Samsul menghampiri Via dan ingin mengendongnya.
Tatapan mata Haikal menatap seorang wanita yang menjadi istri nya itu akan digendong oleh pria lain.
"Lepaskan tanganmu, jangan kau berani menyentuh istriku!!" seru Haikal.
Orang-orang yang ada di tempat itu langsung menatap Haikal, Haikal menggerakkan tubuhnya. pria itu langsung berdiri dan menghampiri istrinya, Samsul nampak terbengong ketika Haikal dengan segera mendorong tubuh Samsul agar pria itu tidak menyentuh wanita yang begitu dia cintai, walaupun sekarang wajahnya telah berubah.
"Jangan pernah berani menyentuh istriku sekalipun!!" seru Haikal.
Tatapan mata Via menatap pria yang ada di depannya itu.
"Sayang.." ucap Via sembari menatap wajah suaminya.
Pak Hendrawan sangat terkejut saat Haikal mendorong tubuh Samsul yang akan menggendong Via.
"Apa yang kau lakukan, apa yang akan kau perbuat pada Vivian!!" seru Pak Hendrawan.
"Maaf.." ucap Haikal sembari bersujud dihadapan istrinya.
Orang-orang yang ada di tempat itu nampak terdiam seketika, ketika mereka mendengar sebuah perkataan yang benar-benar terdengar begitu meremas hati.
Deg..
__ADS_1
Deg..
"Mas.." ucap Via.
"Maaf.. maafkan aku karena telah membuatmu begitu menderita. Maaf, maafkan aku yang telah merubah dirimu. Maaf, maafkan aku karena tidak ada disampingmu ketika kau menderita." ucap Haikal yang terduduk di lantai. pria itu meneteskan air matanya, hatinya begitu pilu ketika dia sudah mendapatkan kesadarannya tapi tubuh dan matanya tidak bisa melihat ataupun bergerak.
Setiap kali Dokter yang merawat Via menceritakan mengenai kondisi Via, terlihat Haikal selalu merespon kata-kata Dokter itu. apalagi ketika dia mendapat kiriman video ataupun rekaman suara Via, ingin sekali Haikal segera bangun..dia ingin memberikan kekuatan pada istrinya.
Terasa sakit saat Haikal harus tertidur Ketika istrinya dalam kondisi yang benar-benar membutuhkan dirinya. ingin berteriak pun tubuhnya tidak merespon, sekarang Haikal menangis.. dia bersujud kepada istrinya.
"Maafkan aku, maafkan aku karena tidak bisa melindungimu. maafkan aku, karena tidak bisa bersamamu ketika kau harus menderita dan merasakan kematian." ucap Haikal kembali.
Via hanya bisa meneteskan air matanya ketika suara dari orang yang benar-benar dia rindukan itu telah terdengar di telinganya. berulang kali kata maaf itu selalu muncul di bibir Haikal, orang-orang yang ada di tempat itu merasa terkejut sekaligus bahagia karena Haikal masih mengingat istrinya walaupun Vivian sekarang bukanlah Vivian yang dulu.
"Apa yang Mas Haikal lakukan.." ucap Via yang berusaha untuk membantu suaminya berdiri.
Via benar-benar sangat bahagia ketika suaminya mengatakan hal itu padanya.
"Apakah Mas bisa menerimaku?" tanya Via.
"Seperti apapun dirimu seperti apapun wajahmu sekarang kau tetaplah Istriku yang telah aku nikahi beberapa tahun yang lalu, secara agama Kau adalah tanggung jawabku. Aku tidak akan pernah melepaskan mu kembali dan aku tidak akan menjadi seorang pria yang lemah." sekarang terlihat Haikal sudah bisa berdiri. bahkan beberapa tahun yang lalu Haikal sempat lumpuh pun kini sudah sembuh total.
Sang Dokter benar-benar sangat bahagia ketika melihat semuanya itu lebih baik,
"Kalian istirahatlah dulu, besok kita lanjutkan drama ini karena kalian semuanya sudah terlalu capek. tadi aku sudah memesan makanan untuk kita." ucap sang Dokter yang kemudian meminta orang-orang yang ada disana untuk segera beristirahat.
__ADS_1
Pak Hendrawan mengantar Samsul untuk pergi ke suatu tempat, sedangkan Pak Salam pria itu harus menata beberapa barang dan dikembalikan ke asalnya. terlihat Haikal duduk bersama istrinya di kamar tersebut, sepasang suami istri itu seolah ingin mengeluarkan rasa rindu mereka.
Hampir 1 tahun lamanya Haikal mengalami koma dan baru tersadar.
"Mas Apakah Mas Haikal benar-benar menerimaku Ku." ucap Via.
"Seperti apapun dirimu, aku akan selalu menerimamu. setiap hari aku selalu mendengarkan rekaman suaramu bahkan Dokter yang kau perintahkan untuk merawatku dia selalu menceritakan semua kondisimu. mengenai kecelakaan mu, kondisimu yang begitu parah hingga kau harus melakukan operasi plastik dengan identitas seorang wanita yang telah meninggal." jawab Haikal.
Sebuah senyum terukir begitu indah di bibir Via ketika mendengar jawaban dari suaminya.
"Terima kasih, Mas." ucap Via yang kemudian memeluk suaminya.
"Kalau seperti ini aku tidak akan dipanggil brondong manisku lagi, karena Yang kulihat wajahmu dan umurmu malahan dibawa ku." ucap Haikal Sambil tertawa keras.
"Tentu Mas, sekarang kau sudah berusia 24 tahun tapi usiaku menjadi 21 tahun saat memakai identitas wanita ini." jawab Via yang kemudian tertawa sambil mencubit pipi suaminya.
"Mari kita balaskan dendam ini bersama-sama, kita buat pria itu merasakan penderitaanmu dan penderitaan ku. kita buat pria itu menjadi pria yang tidak berguna sama sekali." ucap Haikal yang kemudian memeluk istrinya. terasa asing saat melihat wajah Via, namun ketika pria itu memeluknya pelukan itu masih tetap terasa saat dia bersama dengan istrinya.
"Terima kasih karena menjadi seorang wanita yang begitu hebat, Terima kasih karena kau mencintaiku begitu luar biasa." ucap Haikal.
"Terima kasih karena mas mau membuka mata Mas kembali." Jawab Via yang kemudian memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat.
"Aku mencintaimu sayang, aku benar-benar mencintaimu. aku takut kehilanganmu.." ucap Haikal.
"Bahkan aku lebih takut kehilanganmu saat kau tidak pernah membuka matamu selama ini." balas Via yang kemudian memeluk suaminya dengan pelukan yang begitu hangat.
__ADS_1
** bersambung **