SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Kembali pada masa lalu


__ADS_3

"Aku senang kalau kau kembali seperti sedia kala Sudah hampir 1 tahun lebih ini kau seperti tenggelam di dasar laut atau hanya memberikan aba-aba mengenai kelompok kita. bahkan kau tidak pernah muncul sekalipun selama 1 tahun lebih." ucap Ria.


"Sebenarnya aku ingin sekali menemui kalian, namun kehidupan ku terasa begitu banyak cobaan. dipaksa menikah mempertahankan kalian, selalu berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik, menyayangi pria yang lebih muda, menuntunnya bahkan selalu mengalami dilema karena perasaan cinta." jawab Vivian.


"Ternyata kau benar-benar sudah berubah, gadis preman yang selalu mengejar para penjahat kini sudah menjadi wanita cantik yang lemah lembut." canda Ani yang membuat Ria tertawa terbahak-bahak.


"Aku tidak akan menjadi wanita cantik lagi, aku akan kembali seperti semula. aku akan mencari tahu mengenai orang-orang itu, Aku tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja." Jawab Vivian yang membuat Ria dan Ani tersenyum senang.


"Kami sangat senang kalau kau kembali seperti semula, kami sudah sangat merindukanmu. merindukan semua sepak terjang kita yang selalu mendapat pekerjaan untuk menuntaskan semua tugas-tugas kita." jawab Ani.


"Kalian harus ingat, kalian harus jaga baik-baik semua rahasia kita. Jangan sampai bocor karena kalau sampai bocor aku yakin para penjahat itu akan mengejar kita." ucap Vivian.


"Tenang saja semua rahasia kita pasti aman, apalagi Samsul selalu menjaga semua anggotanya dengan sangat baik." jawab Ria.


"Lalu Bagaimana hubunganmu dan Samsul?" tanya Vivian kepada Ria.


"Tentu saja hubungan kami baik, bahkan beberapa minggu lagi aku akan menikah dengannya." jawab Ria.


"Lalu Tia Bagaimana denganmu, Apakah kau masih bersama dengan Putra bekas bos kita?" tanya Vivian.


"Tentu saja dia masih bersamanya, dia itu sangat tergila-gila pada pria itu." jawab Ria sambil tersenyum. Hal itu membuat Ani wajahnya langsung memerah karena kena sindiran Ria.

__ADS_1


"Lalu kenapa kita harus berhati-hati dengan pria yang bersamamu?" tanya Ria.


"Karena aku sedikit curiga padanya mengenai beberapa kerusakan yang ada di perusahaan." jawab Vivian.


"Tatapan matanya, memang sangat mencurigakan. Bahkan aku sedikit tidak senang saat bertemu dengannya." jawab Ani.


"Karena hal itu kalian jangan sampai mengeluarkan sepatah katapun, berikan kode kepada seluruh pegawai restoran." ucap Vivian.


Ria dan Ani menganggukkan kepalanya tak berselang lama kemudian akhirnya ketiga wanita itu kembali ke restoran. suara canda tawa terdengar dari jalan hingga ke restoran, tatapan mata Andreas menatap Vivian yang sudah berwajah begitu cantik. dia tersenyum tidak ada raut wajah yang begitu dingin.


"Kelihatannya kau senang sekali?" tanya Andreas kepada Vivian. wanita itu tersenyum sembari menatap Andreas.


"Aku senang kalau kau bahagia seperti itu.." ucap Vivian kepada Andreas.


"Apakah kau mau menginap di sini?" tanya Andreas kepada Vivian.


"Bolehkah aku berada disini untuk beberapa hari, aku mau mengistirahatkan pikiranku dari semua kejenuhan yang ada di Jakarta dan aku ingin bereskan pikiranku dari semua pemikiran Haikal." ucap Vivian.


Tentu saja Andreas begitu senang saat mendengar perkataan Vivian, karena jika Vivian merilekskan pikirannya mengenai suaminya itu. berarti Vivian sedikit demi sedikit akan mencoba melupakan tentang suaminya itu. itu adalah pemikiran yang ada di otak Andreas,


"Baiklah kalau begitu, tinggalah disini untuk beberapa hari, jika kau ingin segera kembali ke kota Aku akan menjemputmu selama kau masih di sini. aku akan menghandle masalah perusahaan.." ucap Andreas.

__ADS_1


Vivian menatap Andreas sembari tersenyum, sedangkan Andreas tersendiri terlihat pria itu begitu bahagia saat melihat Vivian tersenyum padanya. Ini pertama kali Vivian menunjukkan senyumnya yang begitu tulus kepada Andreas.


"Tapi ada satu syarat yang harus terpenuhi." ucap Andreas.


"Memangnya apa?" tanya Vivian.


"Kau harus selalu melakukan video call denganku beberapa jam sekali, kau mengerti..." pinta Andreas kepada Vivian.


Tentu saja Vivian menganggukkan kepalanya,


"Baiklah kalau begitu, aku akan selalu menghubungimu atau kalau tidak kau hubungi aku. Karena terkadang seorang wanita yang bersenang-senang akan melupakan segalanya." ucap Vivian.


Andreas menganggukkan kepalanya, pria itu benar-benar sangat senang saat mengetahui Vivian akan melupakan Haikal untuk selamanya.


"Baiklah kalau begitu aku akan segera kembali ke Jakarta, kau tetaplah disini rilekskan pikiranmu dan lupakan semua masa lalumu." ucap Andreas.


"Vivian menganggukkan kepalanya, aku akan melupakan segalanya aku akan melupakan mengenai semua Masa laluku. aku akan menata hidupku kembali menjadi Vivian yang baru, aku tidak mau terpuruk pada semua kenangan pahit ku." jawab Vivian.


Akhirnya Andreas kembali ke kota dengan wajah yang begitu bahagia, pria itu benar-benar sangat bahagia karena mengira dirinya akan mendapatkan kesempatan yang besar untuk selalu bersama dengan Vivian selamanya.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2