SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Aku pasti menghancurkan dirimu


__ADS_3

Tony benar-benar sangat ketakutan saat melihat emosi dari Arthur yang tidak bisa dikendalikan, pria itu sangat marah saat dia mengetahui salah satu perusahaannya terancam bangkrut bahkan hancur.


"Bagaimana bisa perusahaan yang sudah aku aku pegang kan padamu hancur seperti ini!" seru Arthur.


"Saya tidak tahu Tuan, kondisi dari perusahaan Itu baik-baik saja. namun saya tidak mengerti kenapa perusahaan itu sampai ai goncang seperti ini." jawab Toni.


"Lalu, bagaimana barang yang kita selundupkan. Apakah semuanya dalam kondisi baik-baik saja?" tanya Arthur.


"Kelihatannya barang itu baik-baik saja Tuan, kalau barang itu sampai tertangkap kemungkinan besar keberadaan kita akan terancam." jawab Toni.


"Aku sudah bilang padamu kan Toni, pilih orang-orang yang mempunyai kemampuan hebat, bukan orang-orang bodoh yang asal Kau pilih!!" seru Arthur.


Terlihat Toni tidak bisa menjawab perkataan Arthur, mau di lawan pun tidak akan mungkin karena Arthur adalah tipe seorang pria yang tidak mau dilawan oleh anak buahnya.


"Baik Tuan, Saya akan mencari orang-orang dengan kemampuan hebat agar kita tidak terjatuh dalam kondisi seperti ini." jawab Tony yang kemudian pergi meninggalkan Arthur. pria itu tidak ingin berlama-lama dengan dekat dengan Arthur karena jika hal itu terjadi kemungkinan besar Toni akan merasakan akibat dari kebodohan anak buahnya.


"Apa yang harus aku lakukan, semakin hari keadaan ini semakin membuatku gila. bahkan pria itu semakin hari semakin terobsesi dengan Nona Vivian.." ucap Tony.


Pria seperti seperti Toni akan terus berada di tempat yang serba salah, dia ingin menyelamatkan diri namun semuanya benar-benar sangat melelahkan.


"Lebih baik aku harus bermain aman, jika tidak keluargaku akan dalam bahaya.." ucap Tony.


Terlihat pria itu sudah memikirkan cara agar keluarganya tidak merasakan kemarahan dari Andreas, seorang pria berdiri di kamarnya menatap sebuah cermin sembari mengangkat ponselnya.


"Aku ingin kalian cari tahu siapa orang yang telah membuat perusahaan ku bangkrut!!" seru Andreas yang meminta salah satu anak buahnya untuk menyelidiki mengenai perusahaannya yang bangkrut secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Baik Tuan.." jawab anak buah Andreas dari seberang tempat..


"Pastikan kalau kau mendapatkan kabar itu, jangan sampai kau tidak mendapatkannya!!" seru Andreas.


"Baik Tuan." jawab anak buah Andreas.


Dengan segera Andreas langsung mematikan ponselnya, pria itu benar-benar marah sangat marah, kemarahannya benar-benar tidak bisa dikontrol lagi saat dirinya mengetahui perusahaan yang selama ini dia banggakan harus hancur.


"Jika salah satu perusahaan ku ini mengalami hal seperti ini, aku yakin orang itu akan mencari beberapa perusahaan ku yang lain. Aku yakin dia akan menghancurkannya.." ucap Andreas.


Pria itu mulai menghancurkan barang-barang yang ada di kamarnya,


Pranggggg..


"Lihat saja, aku pasti akan menemukanmu!!" seru Andreas.


Berbeda di tempat lain, terlihat sekali kalau Vivian dan teman-temannya sudah mengetahui kalau salah satu perusahaan milik Andreas sudah hancur.


"Aku yakin pria itu akan sangat marah kalau dia tahu salah satu perusahaannya sekarang telah hancur tak bersisa." ucap Vivian.


"Aku sangat yakin dia akan mencari salah satu orang atau orang-orang yang telah menghancurkan perusahaannya." jawab Samsul.


"Apakah kalian sudah melakukan pekerjaan ini dengan sangat aman?" tanya Vivian.


"Tentu saja Vivi, kami sudah melakukan semuanya dengan sangat bersih tanpa tersisa sama sekali. bahkan kau tahu sendiri kan aku tidak akan membiarkan satu noda pun menetes kelantai." jawab Samsul.

__ADS_1


"Aku selalu mempercayakan semuanya ini padamu." jawab Vivian.


"Lalu di mana Ani dan Ria?" tanya Vivian kepada Samsul.


"Mereka sedang menjalankan tugas dari mu, mengenai bukti-bukti beberapa pengusaha tersebut." jawab Samsul.


"Rasanya kita seperti kembali kepada masa lalu ya, kita seperti pengantar makanan yang selalu menjalankan misi misi rahasia dari mantan bos kita. bahkan sekarang pria itu sudah lama meninggal karena serangan jantung." ucap Vivian.


"Aku senang karena kita kembali ke masa lalu, aku jaga sangat senang karena kita akan menjalankan sebuah pekerjaan yang bisa dibilang mulia dan bisa dibilang sangat mengenaskan." jawab Samsul.


"Aku akan mendapatkan bukti-bukti semua rencana Andreas, dengan begitu aku akan membuat pria itu hancur di tanganku." ucap Vivian.


"Kalau seperti itu, aku yakin kita akan mendapatkan semua bukti itu.. apalagi lagi salah satu klien lama kita juga mau memberikan dana yang lumayan besar, untuk meminta bantuan kepada kita mengenai salah satu penghianat yang ada di perusahaannya." ucap Samsul.


"Lalu apakah kamu menerimanya?" tanya Vivian .


"Tentu saja Vivi, tugas itu tidak akan berat jika para teman-teman kita yang melakukannya." jawab Samsul.


"Baguslah kalau begitu, aku pasrahkan semuanya padamu. kau harus hati-hati karena kalau tidak...kau harus memikirkan mengenai wanita pujaan mu itu, Kalian juga harus menjaga diri baik-baik." pinta Vivian.


"Tentu saja." Jawab Samsul.


Akhirnya nya perdebatan itu selesai karena Vivian mematikan ponselnya.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2