SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Memberikan pelajaran


__ADS_3

"Lihatlah ternyata orang kepercayaanku dan suamiku adalah kau, penghianat!" seru Vivian yang melihat pria tua kepercayaannya dan sang suami.


Pria tua itu menatap Vivian, raut wajahnya tiba-tiba menjadi sangat pucat karena melihat Vivian yang sudah berada di gudang tersebut.


"Nyonya!" seru si penghianat.


Vivian mendekati pria itu sembari tersenyum..


"Apakah kalian sudah menyiapkan tempat yang aku minta kemarin?" tanya Vivian.


"Sudah Nyonya.." jawab si penjahat.


"Baiklah kalau begitu, biarkan pria ini berada disini Jangan pernah memberikannya makanan atau minuman. biarkan dia menderita seperti dia telah membuat suamiku menderita dan tidak pernah bangun hingga sekarang!" seru Vivian yang kemudian menatap pria itu sambil melipat kedua kedua tangannya di dada.


"Apa yang akan kau lakukan!!" seru si penghianat. pria tua itu sangat ketakutan saat Vivian mengatakan hal itu, tatapan mata Vivian sangat berbeda dari sebelumnya.


"Apa yang kau inginkan dariku!" seru pria tua penghianat.


"Kenapa kau takut seperti itu padaku, Apakah aku telah melukaimu?" tanya Vivian.


Tatapan mata si pria tua penghianat menatap pria itu, tatapan mata itu dan senyum itu sekarang sudah tidak ada di wajah Vivian. sekarang yang terlihat hanyalah sebuah dendam yang begitu membara, seluruh isi hati Vivian hanyalah dendam. tidak ada seorangpun yang dipercaya Vivian selain Dokter Harun dan Ferry.


Langkah kaki Vivian mendekati pria tua penghianat, wanita itu secara spontan langsung menarik kerah bajunya memberikannya tamparan.

__ADS_1


Plakk..


Plakk..


Plakk..


tamparan bertubi-tubi telah melayang di wajah pria tua penghianat, bahkan dengan sengaja Vivian memberikan sebuah cakaran di wajah pria itu.


"Apa yang anda lakukan Nyonya?!" seru si pria tua penghianat. Vivian tersenyum wanita itu benar-benar sangat marah.


"Berani sekali kau bertanya seperti itu padaku, bahkan kau sama sekali tidak pernah merasa bersalah kepadaku. kau bertanya seolah Apa yang kau lakukan." ucap Vivian.


Wajah pria tua penghianat itu tiba-tiba langsung memucat, raut wajahnya yang tadi sangat yakin tiba-tiba kini sudah menampakan warna putih. takut, bahkan begitu ketakutan dengan Vivian.


"Apa maksud anda, Saya tidak mengerti!!" seru pria tua penghianat.


Pria itu berusaha untuk menutupi ketakutannya, namun yang terjadi malah Vivian menghela nafasnya secara kasar sembari memberikan pukulan bertubi-tubi kepadanya.


"Jika dia dibuang ke hutan ataupun dibuang ke jurang.. apakah mungkin mayatnya bisa ditemukan?" tanya Vivian.


"Apakah anda ingin membuang pria ini Nyonya?" tanya para penjahat yang membantu Vivian.


"Tentu saja aku mau membunuhnya, Aku mau membuang mayatnya ke hutan agar tidak ada orang yang bisa menemukannya!!" seru Vivian

__ADS_1


Saat mendengar perkataan itu, pria tua penghianat itu kakinya sudah tidak bisa berdiri dengan tegar. tubuhnya terasa tidak mempunyai tulang saat wanita yang ada di depannya itu yang begitu terkenal karena kelembutannya kini tiba-tiba menjadi seorang wanita yang sangat menakutkan.


"Apa yang akan kita lakukan Nyonya?" tanya para penjahat yang membantu Vivian,


"Biarkan dia berada di tempat ini selama beberapa waktu, setelah itu aku ingin kalian membuangnya ke hutan yang masih liar. buang dia ke hutan belantara yang banyak hewannya, Aku ingin tahu bagaimana dia bisa bertahan hidup." terlihat sekali Vivian akan membuat pria tua penghianat itu mati secara mengenaskan.


"Ampun..ampun!!" seru pria Tua penghianat,


"Maafkan Aku...? permintaan maaf mu tidak bisa aku terima, karena semuanya sudah terlambat, lebih baik kalian Jaga gudang ini agar dia tidak bisa melarikan diri!!" seru Vivian.


Tentu saja para penjahat bayaran Vivian akan melakukan apapun.


"Tenang saja Nyonya, kami akan menahan pria ini di tempat ini dan kami akan pastikan kalau hidupnya sengsara." jawab para penjahat.


Setelah dari tempat itu Vivian pergi meninggalkan bekas perusahaan perhiasan suaminya, wanita itu berjalan dengan santai seperti tidak ada sesuatu apapun yang terjadi.


Berbeda di tempat lain Andreas merasa sangat yakin kalau dirinya akan mendapatkan Vivian dengan mudah, karena Haikal tidak akan mempunyai kesempatan hidup karena pria itu sudah koma dan tidak akan pernah kembali.


"Aku akan ke perusahaan tempat kekasihku berada, akan ku pastikan kalau dia baik-baik saja dan sesegera mungkin aku akan menikahinya." ucap Andreas dengan begitu yakin. pria itu sudah membayangkan mengenai kehidupannya bersama Vivian, entah bagaimana nasibnya nanti kalau Vivian mengetahui bahwa dialah otak di balik seluruh kejadian yang ada pada kehidupan Vivian.


"Saya harap anda berhasil Tuan.." ucap Tony yang memberikan semangat kepada majikannya.


"Kau tenang saja Toni, aku pasti akan mendapatkan wanita itu dan akan kubuat dia menjadi wanita milikku." jawab Andreas.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2