
"Kau tenang saja Toni, aku pasti akan mendapatkan wanita itu dan akan kubuat dia menjadi wanita milikku." jawab Andreas.
"Tapi tuan, yang saya lihat Nona Vivian sudah banyak berubah semenjak suaminya mengalami koma beberapa bulan yang lalu." jawab Toni.
"Aku tidak peduli Toni, yang aku inginkan pria itu cepat menghadap kepada yang kuasa, Aku ingin pria itu cepat mati dan aku mendapatkan wanita pujaan hatiku." jawab Andreas.
"tapi Apa tidak sebaiknya anda perlahan-lahan saja untuk mendekati nona Vivian." ucap Toni.
"Apakah kau tahu Toni, kalau Gadis itu begitu banyak yang menyukai..Bahkan waktu itu aku harus turun tangan sendiri untuk menghajar seorang pria yang dengan berani memberikan sebuah surat cinta. bahkan buket bunga yang begitu besar." jawab Andreas.
Tony memang mengetahui bagaimana sifat Andreas, pria itu akan mengejar sesuatu yang diinginkan bahkan Andreas sudah menetapkan hatinya untuk memiliki Vivian. walaupun dia tahu kalau Vivian sudah memiliki suami.
"Aku tidak pernah menyangka kalau Tuan Andreas akan tergila-gila pada Nona Vivian, kalau wanita itu menolak ataupun wanita itu memilih pria lain..Aku yakin dia akan membunuh pria itu."guman Toni dalam hati.
"segera persiapkan segalanya Toni, karena aku akan ke perusahaan Vivian. aku Sudah menandatangani kontrak kerjasama dengannya jadi aku akan bekerja di perusahaan itu..." ucap Andreas.
Toni hanya bisa menghela nafasnya dengan sangat kasar, mau dibilang apapun Andreas tidak akan mendengarkan orang lain. apalagi mata hatinya sudah tertutup dengan yang namanya cinta.
"Baik Tuan, Saya akan mempersiapkan segalanya." jawab Tony.
__ADS_1
Esok hari Andreas udah berangkat ke perusahaan milik Atmaja group. pria itu sangat bersemangat untuk selalu dekat dengan Vivian, langkah kaki Andreas memasuki perusahaan itu, tatapan matanya terus menatap sebuah perusahaan yang begitu besar. senyumnya terukir mengembang bagaikan bunga mawar yang mengembang di pagi hari.
"Aku ingin perusahaan ini menjadi perusahaan yang sangat berjaya, karena sebentar lagi perusahaan ini akan menjadi milikku juga.." ucap Andreas yang sudah memasuki perusahaan itu.
Andreas tidak mengetahui kalau salah satu orang yang telah menghianati Haikal telah ditangkap oleh Vivian.
"Selamat pagi Vivian!" seru Andreas yang sudah memasuki kantor tempat Vivian.
"Selamat pagi.." jawab Vivian sembari menatap wajah Andreas.
"Pagi.." jawab Vivian sembari menatap wajah Andreas. Entah mengapa Vivian benar-benar tidak menyukai keberadaan Andreas, wanita itu selalu saja menghindar saat Andreas mendatanginya. ada sebuah kegalauan rasa takut dan tidak percaya yang begitu besar.
Wanita itu tersenyum sembari mendekati Andreas lalu mengajaknya keluar dari kantor bekas milik Pak Wiraguna.
"Kantor Tuan Andreas berada di sebelahku, jadi tuan.. saya akan antar ke tempat itu." jawab Vivian.
Andrea sedikit merasa tidak senang karena kantornya tidak menjadi satu dengan Vivian, sedangkan Vivian wanita itu benar-benar tidak ingin berdekatan dengan Andreas.
Sebuah telepon masuk telepon dari seorang pria yang telah dia bayar untuk menangkap si penghianat.
__ADS_1
"Pesanan Anda sudah selesai, Anda hari melihat bunganya. karena kalau tidak dilihat bunganya sudah layu" isi pesan dari beberapa penjahat yang di sewa oleh Vivian. arti pesan itu kalau si penghianat tua dalam kondisi yang mengenaskan.
"Ada apa Vivian?" tanya Andreas kepada Vivian.
"Tidak, salah satu kebun milikku yang aku tanami bunga kelihatannya banyak yang layu. si pengurus kebun memintaku untuk melihatnya, kau tahu sendiri kan kalau kebun itu kebun peninggalan dari almarhum ibu mertuaku." jawab Vivian.
Vivian sudah memindahkan si penghianat tua ke suatu tempat yang tidak akan pernah diketahui oleh orang lain, di suatu tempat yang benar-benar tersembunyi karena dia ingin membuat si penghianat tua merasakan rasa sakit hatinya.
"Apakah kau mau ke sana?" tanya Andreas kepada Vivian.
"Tidak besok saja, karena aku tidak ingin pekerjaan di kantor terbengkalai biarkan saja bunga itu dirawat oleh mereka." jawab Vivian.
Di dalam hati Vivian benar-benar ingin membuat si pria tua penghianat merasakan luka yang ada di hatinya. wanita itu bahkan selalu meminta para penjahat bayaran nya untuk menyiksa si penghianat tua.
Hari ini Andreas begitu bersemangat untuk selalu dekat dengan Vivian, bahkan pria itu mempersiapkan segalanya di perusahaan Wiraguna Group.
"Aku sangat senang berada di kantor ini, interiornya bagus pantas saja Tuan Wiraguna menjadi pengusaha yang begitu sukses. lihat saja seluruh interior bangunan ini benar-benar sangat luar biasa, namun Entah mengapa Vivian lebih memilih mempersatukan perusahaan konstruksi dengan perusahaan perhiasan milik suaminya." ucap Andreas.
"Memang terlihat sangat aneh Tuan, tapi saya yakin rasa cinta Nona Vivian kepada suaminya sangat besar." jawab Toni.
__ADS_1
** bersambung **