SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
S.2 Ke tempat Haikal


__ADS_3

Andreas benar-benar percaya dengan semua apa yang dikatakan oleh Via, karena sebelumnya Andreas telah mencari tahu mengenai kehidupan Via dan semua mengenai tentang Tuan Hendrawan dan Via.


Tentu saja Andreas percaya karena beberapa bukti mengenai via dan Tuan Hendrawan sudah ada di tangannya. dengan begitu cepatnya Andreas benar-benar telah Lulu kepada Via, bahkan pria itu itu tidak segan-segan memberikan 2 kartu debit yang ada di tangannya.


"Ini untuk apa Andre?" tanya Via. padahal didalam hati Via wanita itu benar-benar ingin tertawa.


"Ini untuk apa Andre?" tanya Via kembali kepada Andreas.


"Bawalah untuk berjaga-jaga, karena aku tidak ada di sana. Aku takut terjadi sesuatu padamu." jawab Andreas.


"Tapi aku sudah mempunyai tabungan." jawab Via.


"Setelah semua urusanku selesai aku akan langsung mengunjungimu ke Amerika." ucap Andreas yang telah mengantar Via dan Pak Hendrawan ke bandara.


Beberapa jam lamanya akhirnya Via dan yang lain melakukan perjalanan ke Amerika disetiap perjalanan Via benar-benar tidak bisa memejamkan matanya, dia terus membayangkan wajah suaminya. wajah seorang pria yang bertahun-tahun lamanya telah meninggalkannya dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Amerika.


Akhirnya Via sudah sampai di benua Amerika, wanita itu sudah memesan sebuah hotel yang ada di samping rumah sakit tempat suaminya berada. langkah kaki Riana yang terburu-buru seolah-olah wanita itu ketakutan akan sesuatu.


"Sayang, kau jangan terlalu terburu-buru seperti itu!" seru Pak Hendrawan yang sudah melihat Via berlari begitu terburu-buru saat tiba di rumah sakit tersebut.


"Bagaimana aku tidak terburu-buru Ayah, aku ingin segera melihat suamiku." jawab Via tanpa bertanya kepada resepsionis Rumah Sakit.

__ADS_1


Wanita itu langsung memasuki rumah sakit, langkah kakinya menyusuri lorong demi lorong yang berada di lantai 4 tersebut. di sebuah ruangan yang begitu tertutup Haikal telah disembunyikan di rumah sakit itu, bahkan pemilik dari rumah sakit bersedia menolong karena yang memasukkan Haikal ke rumah sakit itu adalah Dokter Harun.


Ceklek..


Via sudah membuka pintu kamar sang suami, tatapan matanya menatap seorang pria yang masih terbaring di ranjang tersebut. air mata tiba-tiba menetes saat melihat suaminya, berdiri seorang pria yang sedang memeriksa pria itu.


Dia adalah salah satu Dokter yang membantu penyembuhan Via pasca operasi plastik bersama ayah angkatnya.


"Bagaimana keadaan suamiku, Dokter?" tanya Via.


"Tenang saja Via, keadaan Suamimu dari hari kehari semakin membaik." jawab sang Dokter.


Tatapan mata Via menatap Haikal, Wanita itu benar-benar sangat merindukan suami brondongnya yang hampir 1 tahun hanya ditemui beberapa menit saja. karena Via tidak ingin identitasnya terbongkar.


"Lalu bagaimana dengan Dokter Harun dan putranya, Apakah mereka tidak pernah ke sini?" tanya Via.


"Apakah kau tidak tahu mengenai kabar Dokter Harun, beberapa bulan yang lalu mengalami kecelakaan dan sekarang dia mengalami stroke?" tanya seorang Dokter yang telah merawat Haikal.


"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Via.


"Kelihatannya ada seseorang yang mencoba membunuh Dokter Harun dan putranya serta menantunya." jawab sang Dokter. Via benar-benar terkejut, wanita itu tidak pernah menyangka kalau Dokter Harun dan Fery sepupu suaminya mengalami kejadian senaas itu.


"Lalu dimana Dokter Harun dan putranya dirawat?" tanya Via kepada sang Dokter.

__ADS_1


"Dokter Harun dirawat di salah satu ruangan di rumah sakit ini. namun kondisinya benar-benar sangat mengkhawatirkan, bahkan istri dari putranya mengalami koma seperti suamimu. sedangkan putra dari Dokter Harun sendiri pria itu hampir kehilangan nyawa dan sekarang dia harus merasakan sosok yang teramat berat. hingga membuat pria itu seperti seorang pria trauma yang tidak mau berbicara sama sekali." jawab sang Dokter.


Akhirnya Via berusaha untuk mencari Dokter Harun dan Fery, dia ingin melihat orang-orang yang telah menyelamatkan suaminya tersebut. Dokter yang merawat Haikal nampak mengantarkan Via, sedangkan Pak Hendrawan pria itu terlihat hanya menatap seorang pria muda yang ada di depannya.


"Sungguh malang sekali nasibmu, Via. Aku berharap Andreas mendapatkan hasil dari perbuatannya." ucap pak Hendrawan.


Di sebuah tempat yang ada di rumah sakit sama dengan Rumah Sakit tempat Haikal berada, tatapan mata Via menatap Dokter Harun dengan kondisi stroke yang sangat parah. bahkan Via juga bisa melihat Bagaimana kondisi dari sepupu suaminya tersebut.


"Bisakah aku berbicara dengan putra dari Dokter Harun, Dokter?" tanya Via.


"Tentu, cobalah kau untuk mengembalikan semangat pria itu. saat dia mengetahui ayahnya dalam kondisi seperti itu bahkan melihat istrinya mengalami koma tiba-tiba kondisi putra dari Dokter Harun seketika drop dan tidak mau kembali ke pemikirannya yang semula." jawab sang Dokter.


Via sudah duduk di depan Feri yang menatap tembok dengan tatapan kosong.


"Mas.. Mas Feri." ucap Via.


Feri tidak menghiraukan panggilan tersebut, tak berselang lama Via menyentuh pria itu dan memegang wajah Feri. Via menatap mata Feri yang terlihat pandangannya benar-benar sangat kosong.


"Dia mencoba membunuh kami, pria itu Pria bajingan!!" teriak Feri.


Tatapan mata Feri menatap seorang wanita muda yang ada di depannya.


"Siapa kau?" tanya Feri.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2