
Dari hari ke hari Amrita terus-menerus mencari cara untuk memisahkan Haikal dan Vivian. Sama halnya yang dilakukan oleh Andreas, mereka berdua terlihat benar-benar seperti orang yang tidak punya pekerjaan karena kerjaan mereka hanya mencari cara untuk memisahkan Vivian dan Haikal.
Hari ini Vivian dan Haikal memang sengaja tidak datang ke perusahaan mereka, karena Haikal memang ingin menghabiskan waktunya bersama sang istri. Haikal adalah seorang suami yang begitu posesif kepada pasangannya, karena hal itu Haikal jarang sekali membiarkan Vivian lepas dari pandangannya.
Terakhir Haikal melakukan kesalahan, brondong muda itu benar-benar menjadikan kesalahan itu sebagai pelajaran di dalam hidupnya agar dia tidak kehilangan sang istri. begitu banyak wanita yang terkadang mendatangi Haikal, bahkan beberapa teman bisnis Pak Wiraguna sering sekali meminta pria tua itu menjadikan Putri mereka sebagai istri kedua atau istri satu-satunya bagi Haikal.
Tentu saja Pak Wiraguna tidak akan melakukan hal itu, baginya Vivian adalah satu-satunya wanita yang akan menjadi istri dari Putra mereka. hari ini dengan sengaja Vivian mengajak suaminya ke pasar tradisional yang ada di salah satu kawasan Jakarta, walau terik matahari kala itu sangat panas, hal itu tidak membuat Haikal urung mengantarkan sang istri.
Bagi Haikal istrinya adalah segalanya, di sebuah pasar tradisional yang ada di Jakarta sepasang suami istri itu memasuki pusat perbelanjaan yang ada di Tanah Abang.
"Sayang ngapain sih kita tidak ke pusat perbelanjaan modern aja?" tanya Haikal kepada sang istri.
"Aku mau kesini aja Mas." jawab Vivian.
"Tapi kan di sini tempatnya agak sumpek banget Sayang." jawab Haikal.
"Memangnya kenapa?" tanya Vivian.
"Ya nggak gitu, Mas kan cuma ingin bilang itu aja." jawab Haikal.
"Ya udah, Mas gak usah banyak bicara sebaiknya segera mencari barang yang tadi aku katakan. aku mau membuat masakan yang dulu sering aku makan." jawab Vivian.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu." jawab Haikal yang kemudian mengikuti sang istri.
"Oh ya Mas, kapan-kapan boleh tidak aku melihat kondisi restoran tempat aku kerja dulu?" tanya Vivian kepada Haikal.
"Memangnya kenapa?" tanya Haikal.
'Nggak gitu, aku rindu banget sama mereka." jawab Vivian.
"Boleh aja, besok Mas anterin kamu ke Bandung sambil kita jalan-jalan ke sana, gimana?" tanya Haikal. tentu saja Vivian mengiyakan perkataan suaminya itu.
"Oh ya Mas, Bunda kan sukanya pakaian seperti ini, gimana kalau kita beliin?" tanya Vivian.
"Memangnya kalau mau beli itu buat apa Sayang?!" seru Haikal yang begitu terkejut saat istrinya memborong pakaian bayi dan perlengkapan bayi serta pakaian anak-anak hingga puluhan lusin. tentu saja Haikal benar-benar terkejut dengan kelakuan istrinya itu.
"He-he-he...Sebenarnya Hari ini aku mau ngajak suamiku tercinta ini ke salah satu panti asuhan." jawab Vivian.
"Lalu pakaian ini untuk siapa?" tanya Haikal kembali.
"Tentu saja untuk para penghuni panti." jawab Vivian. Haikal menghela nafasnya, pikirannya mulai berkeliling jika istrinya hamil tidak mungkin kan istrinya itu akan membeli begitu banyak makanan dan pakaian.
Vivian adalah wanita yang sangat murah hati, bahkan wanita itu sering sekali memberikan pakaian atau makanan jika dia keluar untuk para pekerja yang ada di rumahnya. tentu saja pekerjaan yang ada di rumah Haikal sangat menyukai sifat Vivian yang begitu baik.
__ADS_1
"Lalu kau ini membeli pakaian itu untuk siapa saja?" tanya Haikal kembali. padahal dia tahu kalau pakaian-pakaian yang dibeli istrinya itu tentu saja untuk para penghuni atau pekerja yang ada di rumahnya.
"Kau tahu sendiri kan Mas.. pakaian para pekerja yang ada di rumah kita itu tidak pernah ganti sama sekali, kemungkinan besar uang yang mereka tabung itu mau di ditransfer keluarga mereka." jawab Vivian. Haikal hanya menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian saat dia menatap begitu banyak belanjaan dia malah kebingungan. Bagaimana cara untuk membawa belanjaan itu,
"Enak banget Aku tadi bilang oke-oke saja, Lihatlah Sekarang malah aku yang kebingungan. begini banyak belanjaan mau ditaruh di mana." ucap Haikal yang sudah kebingungan.
"Oh ya Mbak, punya kendaraan enggak toko ini?" tanya Vivian kepada pemilik toko pakaian.
"Memangnya kenapa Mbak." Jawab pemilik toko pakaian.
"Soalnya kami mau meminta tolong untuk membawa pakaian ini, soalnya mobil kami sudah penuh sama makanan." jawab Vivian sambil tersenyum. tentu saja si pemilik toko menerima permintaan Vivian, apalagi yang meminta adalah seorang gadis cantik yang beberapa waktu kemarin muncul di sebuah majalah dan televisi.
"Mbak.. Mbak, Mbak kemarin kan Yang muncul di televisi ya, yang model itu." ucap si pemilik tokoh. Vivian tersenyum, ternyata ada juga orang yang mengenalnya.
Sesaat kemudian ternyata si pemilik toko malah memberikan bonus kepada Vivian, namun bonus itu membuat Haikal langsung melotot dan mengurungkan niat istrinya untuk menerima pakaian dalam yang diberikan oleh si pemilik toko.
"Kalau Mas mau ngasih bonus itu yang bener, jangan ngasih bonus pakaian dalam. Kau kira kau itu siapa mau memberi istriku pakaian dalam!" seru Haikal yang tidak terima dengan kelakuan Si pemilik toko.
"Ya nggak gitu Mas pakaian dalam ini saya berikan, mungkin saja Mbak nya lupa mau memberikan pakaian dalam." jawab si pemilik toko yang sudah merasa malu.
** bersambung **
__ADS_1