SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Amrita si pengganggu


__ADS_3

15 menit kemudian


Vivian sudah terlihat cantik, berdandan rapi dan memakai lipstik berwarna pink agak merah. perona pipi dan perona mata.


"Kau mau ke mana Sayang?" tanya Haikal kepada sang istri.


"Mau ke perusahaan." jawab Vivian.


"Hari ini dan seterusnya kau tidak boleh ke perusahaan Ayah, kau harus ke perusahaan ku bersamaku!" seru Haikal.


"Memangnya kenapa?" tanya Vivian.


"Tidak nanti Kau pasti dilirik pria lain." jawab Haikal.


"Nggak usah punya fikitan yang tidak tidak." jawab Vivian.


Akhirnya Haikal mempercepat aktivitas mandinya dan berganti pakaian. dengan segera pria itu langsung membawa istrinya ke dalam mobil.


"Kau mau bawa mobil sendiri?" tanya Vivian kepada sang suami.


"Mulai sekarang kemanapun kau pergi kau harus meminta izin kepada suamimu ini." jawab Haikal yang membuat Vivian menatap suaminya.


"Lalu, kalau kau ada janji dengan wanita lain apa aku harus menunggumu di perusahaan?" tanya Vivian sambil menatap wajah Haikal.


"Tidak ada wanita lain, tidak ada pria lain. karena kau hanyalah istriku dan aku satu-satunya suamimu." jawab Haikal.


Vivian sedikit tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh Haikal, karena Haikal merasa Vivian yang telah menjadi miliknya secara seutuh. Pria itu sekarang tidak akan takut untuk mengungkapkan semua perasaannya, secara agama negara secara apapun sekarang Vivian adalah istrinya.

__ADS_1


Sekitar 40 menit kemudian Haikal dan Vivian sudah sampai di perusahaan mereka, sebuah perusahaan yang begitu besar namun tidak dibangun dengan bertingkat. cukup dua lantai saja Haikal sangat bersyukur.


"Sayang, hari ini kan aku ada pameran beberapa model perhiasan, nanti kau yang jadi modelnya ya." pinta Haikal kepada sang istri.


"Nggak ah.. kau tahu sendiri kan aku males banget berjalan di atas panggung." jawab Vivian.


"Ayolah sayang..." pinta Haikal yang kemudian mencium wajah sang istri. para pegawai perusahaan menatap Haikal dan sang istri. walaupun usia Vivian bisa dibilang lebih tua 5 tahun, tapi hal itu tidak membuat Haikal melepaskan pandangan dari sang istri.


"Bos Haikal benar-benar sangat beruntung mendapatkan Mbak Vivian, apalagi Mbak Vivian itu pandai banget loh.." ucap salah satu pegawai perusahaan Haikal. saat mereka hendak memasuki kantor, Haikal melihat seorang wanita yang selalu mengganggu. terlihat Amrita ingin ikut masuk kedalam kantor tersebut.


Amrita datang dengan senyum yang begitu merekah, wanita itu terus tersenyum kepada Haikal sembari mendekatinya.


"Hai Mas!" seru Amrita kepada Haikal. tentu saja Haikal hanya menatap wanita itu sembari tersenyum, dia harus berhati-hati dengan semua perkataan dan perlakuannya. karena sudah cukup dia telah melakukan kesalahan dan dia tidak ingin melakukan kesalahan kembali.


"Oh ya mas, Bisa tidak kita lanjutkan pengecekan laporan kemarin?" tanya Amrita.


Sedangkan Amrita terlihat wanita itu sedikit kesal karena tiba-tiba pintu kantor Haikal langsung ditutup dan dikunci dari dalam.


"Kenapa sih wanita tua itu kembali bersama Haikal!" seru Amrita yang marah karena dirinya nya tidak dibutuhkan oleh Haikal.


Hari ini Pak Wiraguna dan Bu Irma mendapat kabar dari sekretaris Haikal, Wanita itu sudah memberikan kabar Kalau hari ini bos nya sudah datang bersama sang istri. bahkan bosnya itu juga terus memeluk tubuh istrinya dan tidak mau melepaskan.


"Oh ya Bunda, Bagaimana kalau nanti sore kita berkunjung ke rumah Haikal." ucap pak Wiraguna kepada sang istri.


"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Bunda Irma.


"Sudah sudah pokoknya Sebentar lagi kita akan mendapatkan cucu." jawab Wiraguna.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Bunda Irma dengan wajah yang begitu sumringah. Bagaimana tidak, mereka benar-benar sangat menginginkan mempunyai cucu dari satu-satunya anak yang dimiliki mereka, hari ini Haikal benar-benar terus membuat Vivian tidak bisa terlepas darinya. bahkan keluar untuk mencari air atau membuat teh pun Haikal terus mengikuti sang istri.


"Kamu ini lagi ngapain sih Mas, kenapa dari tadi mas mengikutiku terus?" tanya Vivian.


"Nanti kamu salah jalan." jawab Haikal.


"Perusahaanmu ini kan cuma ada 2 lantai dan tidak sebesar perusahaan ayah Wiraguna. jadi buat apa mas mengikutiku?" tanya Vivian.


"Itu namanya aku takut kehilanganmu." jawab Vivian. tentu saja Vivian ingin tersenyum namun wanita itu tidak ingin memperlihatkan senyum nya di depan Haikal. Amrita terus-terusan mondar-mandir di perusahaan Haikal. Bagaimana tidak, bahkan wanita itu seperti wanita yang tidak bisa diam sama sekali.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Vivian kepada Amrita.


"Aku ingin berbicara empat mata dengan Mas Haikal!" seru Amrita.


"Ya udah bicara aja." jawab Vivian yang kemudian memasuki kantor suaminya. sedangkan Haikal terlihat pria itu malah tidak menghiraukan Amrita sama sekali.


"Mas Haikal, Mas Haikal!" seru Amrita yang kemudian mengikuti Haikal masuk ke dalam kantornya.


"Ada apa?" tanya Haikal.


"Mas kita harus berbicara mengenai hubungan kita!" seru Amrita. tentu saja Haikal langsung menatap wajah Amrita.


"Hubungan Apa maksudmu?" tanya Haikal yang sedikit kesal dengan perkataan Amrita.


"Beberapa hari ini kan kita saling bertukar pikiran, Apakah Mas Haikal tidak mempunyai perasaan apapun padaku!" seru Amrita yang begitu tidak tahu malu mengatakan hal itu.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2