
"Kenapa semuanya jadi seperti ini.." ucap Haikal. pria itu terus menerus meratapi segala sesuatu yang terjadi padanya hatinya benar-benar merasa sakit saat melihat istrinya bekerja sekaligus merawat dirinya.
"Aku seperti pria cacat yang tidak ada gunanya sama sekali, mengapa Tuhan tidak mengambil nyawaku waktu itu.." ucap Haikal dalam hati sambil menatap Vivian yang membuat sketsa perhiasan.
"Oh ya Sayang, kau sudah lapar belum? Aku akan memasakkan mu sesuatu." ucap Vivian. Haikal menggelengkan kepalanya, pria itu tertunduk lesu sembari menggenggam erat kursi roda yang dia naiki.
"Sudahlah sayang, kau tidak usah memperhatikan aku terus-menerus. Aku ini pria cacat Aku ini sudah tidak berguna!!" seru Haikal .
"Apa maksudmu.." ucap Vivian sembari mendekati suaminya. wanita itu duduk di depan sang suami sembari meletakkan kepalanya di pangkuan sang suami.
"Aku sudah tidak punya keluarga lagi, Apakah kau mengerti Jika Kau terus-menerus menyiksaku Dengan mengatakan hal itu. lalu Mengapa kau harus menikahiku waktu itu." ucap Vivian.
"Aku capek Sayang, aku capek dengan kondisi ku ini!" seru Haikal.
Dari hari ke hari terkadang Haikal selalu mengamuk tanpa sebab, mungkin pria itu terus meratapi kehidupannya yang berubah secara drastis.
"Apakah kau tidak percaya dengan cintaku ini, apakah kau meragukan semua perasaan yang kumiliki untukmu?" tanya Vivian. Haikal menatap istrinya pria itu benar-benar merasakan sakit yang luar biasa ketika Vivian mempertanyakan perasaannya kepada sang suami
"Tentu saja aku tidak pernah meragukan semua cintamu itu, namun Apakah kau tidak capek saat merawatku yang seperti ini." ucap Haikal.
__ADS_1
"Kau adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki, Kau adalah suamiku.. aku yakin kau pasti akan sembuh, kau tidak boleh berkata seperti itu kau harus kuat berjuang bersamaku. Jangan biarkan aku sendiri.." ucap Vivian. wanita itu menangis meraung-raung di pangkuan sang suami, entah apalagi yang harus Vivian katakan untuk membuat Haikal lebih bersemangat.
"Jika suatu saat nanti ada pria yang benar-benar mencintaimu, Aku akan mengikhlaskanmu untuknya. Aku tidak ingin terus-menerus membebanimu." ucap Haikal sambil mengelus puncak kepala istrinya yang berada di pangkuannya. Vivian menangis, terasa sesak di dadanya semakin menghimpit saat suaminya mengatakan hal itu.
"Jika kau ingin melepaskan ku hidup-hidup, Lalu kenapa kau harus kembali padaku.. Mengapa aku harus melihatmu saat ini!" seru Vivian.
Air mata Haikal mulai menetes, dia selalu saja membuat istrinya merasakan perasaan yang sangat pedih seperti ini.
"Dengarkanlah Aku sayang, aku akan selalu bersamamu Kau harus kuat bersamaku. kau tidak boleh meninggalkanku dalam kondisi seperti apapun, kau adalah suamiku penunjuk jalan ku, imam ku dan kekuatanku." ucap Vivian yang kemudian memeluk tubuh suaminya.
Haikal menangis, pria itu tidak akan pernah mengira wanita yang dia cintai adalah wanita yang sangat luar biasa.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu Apapun yang terjadi." jawab Vivian.
Dari hari kehari Vivian selalu memberikan semangat untuk suaminya, mengajaknya pergi ke perusahaan dan membuat tangannya bergerak untuk menggambar. Vivian selalu memberi Haikal semangat untuk selalu bersama dalam suka dan duka.
Dua bulan kemudian.
"Sayang, bagaimana gambarku ini?" tanya Haikal.
__ADS_1
Vivian tersenyum sembari melihat desain dari perhiasan sang suami.
"Sangat bagus sayang, mungkin desain nya sangat sederhana tapi sangat berkelas." jawab Vivian. Haikal tersenyum pria itu meminta istrinya untuk selalu bersamanya, terkadang cibiran demi cibiran keluar dari mulut para rekan bisnis dan teman-temannya. terkadang ada yang mengatakan kalau pria cacat seperti Haikal tidak pantas untuk Vivian, selalu saja Vivian memberikan kata-kata yang membuat hati Haikal benar-benar bahagia.
"Kita tidak boleh menyerah, kita akan berjuang bersama dan jangan sampai kau mendengarkan kata-kata mereka." ucap Vivian yang kemudian mencium pipi suaminya.
"Terima kasih, aku sudah janjikan tidak akan meninggalkanmu dan aku tidak akan pernah menjadi pria lemah lagi." jawab Haikal.
"Itu baru suamiku yang paling aku cintai.." ucap Vivian yang kemudian memeluk suaminya.
"Aku senang saat kau mengatakan hal itu, jangan pernah tinggalkan aku Apapun yang terjadi. karena kau satu-satunya orang yang kumiliki, satu-satunya sesuatu yang berharga untukku." jawab Vivian.
"Aku janji aku akan selalu bersamamu dalam semua Masa dan duka kita." jawab Haikal yang kemudian memeluk istrinya.
Terlihat di tempat lain Andreas masih saja melakukan semua kecurangan untuk menghancurkan Haikal. pria itu selalu mempunyai 1000 cara untuk mempersulit jalan Vivian dan Haikal.
"Lihat saja, aku pasti akan mendapatkanmu Vivian!!" seru Andreas terlihat pria itu selalu memikirkan cara untuk membuat Haikal dan Vivian berpisah.
** bersambung **
__ADS_1