SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Berhati-hati


__ADS_3

Pagi itu Andreas bersiap-siap pagi hari karena ingin menjemput Vivian ke rumah sakit, karena yang dia dengar Vivian akan mengantar sang suami ke rumah sakit untuk melakukan terapi. Andreas benar-benar ingin mengetahui bagaimana kondisi dari Haikal, karena dengan begitu dia akan bisa membuat rencana untuk membuat Haikal lebih terluka parah.


Rencananya malam ini Andreas akan menyuruh salah satu anak buahnya untuk membakar salah satu ruangan yang ada di perusahaan Haikal.


"Kau sudah tahukan apa yang Aku perintahkan kepadamu?" tanya Andreas kepada salah satu penghianat yang ada di perusahaan Haikal.


"Tentu saja Tuan, Saya sudah mengerti apa yang anda inginkan. saya akan membakar salah satu ruangan yang ada di perusahaan itu, yang terpenting Anda ingin saya membakar ruangan Tuan Haikal dan Nona Vivian kan?" tanya seorang pria tua penghianat yang bekerja pada Haikal.


"Baguslah kalau kau mengerti apa yang aku inginkan, karena aku ingin membuat perusahaan itu hancur pada titik paling rendah." jawab Andreas Akhirnya salah satu penghianat yang ada di perusahaan Haikal.


Pria itu sudah bersiap-siap untuk menjalankan perintahnya, malam ini pria tua penghianat itu mempersiapkan segala rencana yang telah disusun bersama Andreas.


Sore hari di perusahaan Haikal.


Vivian dan sang suami pulang lebih awal karena yang terlihat kondisi Haikal sedikit menurun karena perubahan cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini.


"Nanti setelah karyawan selesai bekerja semuanya langsung tutup pintu secara otomatis, karena aku tidak ingin ada seseorang yang masuk ke dalam perusahaan." pinta Vivian kepada salah satu petugas keamanan.

__ADS_1


"Baik nyonya." jawab petugas keamanan.


Haikal dan Vivian sudah pergi dari perusahaan, mereka namun Entah mengapa Vivian hari ini perasaannya sangat waspada, entah apa yang dia takutkan namun terlihat Vivian hatinya begitu tidak tenang.


"Ada apa Sayang?" tanya Haikal kepada sang istri.


"Entahlah sayang, Mungkin hari ini aku banyak pikiran saja." Jawab Vivian.


"Apakah ada yang kau pikirkan sayang?" tanya Haikal.


"Tidak apa-apa, pikiranku cuma khawatir saja." Jawab Vivian.


"Entah mengapa hari perasaanku begitu menghawatirkan sesuatu.." ucap Vivian.


"Memangnya ada apa, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Haikal kepada sang istri.


"Entahlah sayang, namun Hari ini aku benar-benar takut akan sesuatu." jawab Vivian.

__ADS_1


"Kau tidak usah memikirkan sesuatu secara berlebihan seperti itu, karena aku tidak ingin kau menjadi terbebani karena sesuatu itu yang tidak kita ketahui itu." jawab Haikal.


"Mungkin karena aku kecapean, karena itu pikiranku melantur kemana-mana." ucap Vivian.


Mungkin feeling seorang wanita sangat tepat, dia bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya dan keluarganya. malam itu Vivian tidak bisa tidur dengan tenang, entah apa yang membuatnya tidak tenang seperti itu. namun dia sedang menghawatirkan sesuatu, khawatir akan sesuatu yang membuatnya tidak tenang seperti ini.


Terlihat Haikal sudah tertidur dengan begitu pulas, suaminya itu terlihat begitu kelelahan setelah beberapa hari membantunya di perusahaan.


"Aku benar-benar sangat khawatir akan sesuatu.." ucap Vivian.


"Sudahlah sayang, tidak usah memikirkan sesuatu. lebih baik kita segera tidur karena kau sangat kecapean seperti itu." ucap Haikal.


Akhirnya Vivian memutuskan untuk tidur bersama sang suami, wanita itu tidak ingin membuat suaminya terlihat kebingungan dan selalu memikirkan dirinya. malam itu rencana Andreas dan penghianat perusahaan Haikal telah dilaksanakan, pria itu dengan sengaja membakar salah satu ruangan yang ada di tempat Vivian. tentu saja ruangan itu adalah ruangan Vivian dan Haikal.


Kebakaran terjadi bahkan pria itu mengabadikan kejadian itu, pria itu merekam kebakaran yang telah dia lakukan kepada Andreas. mereka berdua nampak begitu bangga-banggakan semua kelakuan yang akan mereka lakukan.


Salah satu petugas keamanan melihat kebakaran yang ada di ruangan majikannya, dengan segera pria itu menelepon Haikal dan Vivian untuk mengabari salah satu tempat yang ada di perusahaan dibakar oleh seseorang, tentu saja Haikal dan Vivian yang mendapat kabar seperti itu nampak mereka berdua benar-benar sangat terkejut.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2