SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
S.2 Via Helena


__ADS_3

"Cantik, kau sombong sekali. berani tidak menghiraukan kami!!" seru para pria.


"Tidak ada kata yang keluar dari mulut Via, wanita itu menghidupkan motornya sembari membuka kaca helm yang dipakai.


"Jika kalian tidak menyingkir dari hadapanku, Maka jangan salahkan aku jika aku akan menabrak kalian!!" seru Via yang kemudian menarik gas yang ada di tangannya itu membuat suara yang begitu berisik keluar dari motor Via.


Brumm..


Brumm...


Brumm...


"Kalau kalian tidak minggir Maka jangan salahkan aku jika aku akan melindas kalian!!" seru Via yang kemudian melajukan motornya. tentu saja para pria yang ada di hadapan Via langsung berhamburan karena tidak mungkin mereka menghentikan wanita itu,


Sebuah senyum terukir di salah satu pria yang melihat semua aksi dari wanita itu. ternyata Toni sudah mengejar Via semenjak dari lantai 3, wanita pria itu benar-benar ingin mengetahui Siapa wanita yang tadi dia lihat. begitu menggoda bahkan Toni benar-benar tergoda oleh wanita itu,


"Dia wanita yang benar-benar sangat berbeda dari wanita lain, dia begitu mempesona.." ucap Toni yang kemudian memakai kaca hitam mata hitamnya dan berjalan menemui majikannya, beberapa menit kemudian terlihat Andreas sudah menunggu Toni di dalam mobil.


"Ada apa Toni, Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Andreas.


"Apakah kau tahu Tuan, kalau tadi aku melihat pemandangan yang benar-benar menggoda mata." jawab Toni.


"Memangnya ada apa?" tanya Andreas.


Akhirnya Toni menceritakan semua kejadian yang dia lihat mengenai seorang wanita yang begitu luar biasa. bahkan tidak kenal takut sama sekali.


"Benarkah Toni." tak ucap Andreas.

__ADS_1


"Benar Tuan, bahkan saya benar-benar sampai terkejut kalau wanita itu berani melakukan hal itu." jawab Toni.


"Lalu apa yang terjadi lagi?" tanya Andreas.


"Bahkan saya juga melihat kalau wanita itu benar-benar menantang para pria itu." jawab Toni.


"Ha-ha-ha... aku benar-benar sudah jatuh cinta Toni, aku benar-benar telah tergila-gila pada wanita itu.." ucap Andreas yang kemudian tertawa terbahak-bahak di dalam mobil.


Pria itu seolah telah menemukan seorang wanita yang mempunyai jiwa psiko sama seperti dirinya, tentu saja Via Bukan seorang wanita psiko seperti Andreas yang berani melukai bahkan membunuh dengan tangannya sendiri.


Tiga hari kemudian.


Hari ini tuan Hendrawan pergi ke salah satu perusahaan, ternyata pria itu membuka sebuah perusahaan yang ada di Indonesia. sudah lama pria tua itu vakum setelah dikhianati oleh Andreas, berkat bantuan Vivian sekarang pak Bowo yang sekarang berganti nama menjadi Pak Hendrawan bersemangat untuk menjadi pembisnis lagi. Pria itu dengan begitu gagahnya memasuki sebuah perusahaan yang begitu megah.


"Bagaimana Salam dengan semua rekan bisnis kita itu?" tanya Pak Hendrawan yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Seperti yang Anda minta kepada saya, para pembisnis itu benar-benar sangat berminat untuk menjadi rekan bisnis kita." jawab pak Salam.


Tok...


Tok..


Tok..


Pintu kantor Pak Hendrawan diketok oleh sekretaris pria tua itu,


"Ya ada apa?" tanya Pak Hendrawan kepada sekretarisnya.

__ADS_1


"Maaf Pak, salah satu orang kepercayaan dari perusahaan Andreas CSO telah kemari untuk bertemu dengan Anda." ucap sekretaris Pak Hendrawan.


"Suruh dia masuk." jawab Pak Hendrawan.


Akhirnya Toni orang kepercayaan Andreas sudah masuk ke perusahaan tersebut, pria itu menampakan sebuah senyum kepada Pak Hendrawan.


"Ada apa Tuan?" tanya pak Hendrawan.


Tentu saja pria itu tahu siapa apa yang ada di depannya itu,


"Ternyata pria muda ini masih bersama dengan pria Brengsek itu, pria baik ini masih saja tidak bisa memilih jalannya sendiri." guman Pak Hendrawan dalam hati sembari menatap wajah Toni.


Sebuah berkas diberikan oleh Toni kepada Pak Hendrawan,


"Apa ini?" tanya Pak Hendrawan kepada Toni.


"Itu adalah berkas kerjasama yang diberikan oleh Tuan Andreas kepada saya." jawab Toni lalu.


"Untuk apa?" tanya Pak Hendrawan kembali.


"Bos saya meminta saya untuk melakukan kerjasama dengan anda." jawab Toni.


"Memangnya siapa Bos mu itu, karena aku tidak pernah mengenal pria yang bernama Andreas." ucap pak Hendrawan yang membuat Toni menatap pria tua itu.


"Apa maksud anda tidak mengenal Bos saya?" tanya Tony.


"Tentu saja saya tidak mengenal bosmu, karena saya baru satu bulan lalu pindah ke tempat ini." jawab Pak Hendrawan.

__ADS_1


Sebuah senyum terukir di bibir Pak Salam saat melihat orang kepercayaan dari Andreas, akhirnya Toni menceritakan siapa majikannya, pria itu dengan sangat santai membicarakan mengenai perusahaannya. perusahaan yang telah direbut dari Pak bowo atau Pak Hendrawan dan perusahaan milik Vivian.


** bersambung **


__ADS_2