
"Sayang...." sapa Amrita kepada Haikal.
"Siapa yang kau sebut sayang?" tanya Vivian yang merasa terusik dengan kehadiran Amrita.
"Tentu saja Mas Haikal ku tersayang." jawab Amrita yang dengan sengaja ingin memanas-manasi Vivian.
"Kau tidak usah menghiraukan wanita ini, Sayang. lebih baik kita pergi." ucap Haikal yang kemudian mengajak istrinya untuk keluar dari tempat tersebut.
"Mas mau kemana sih!" seru Amrita.
"Ngapain juga aku harus bersamamu, Lebih baik aku bersama istri ku, tahu!!" seru Haikal yang kemudian menghempaskan tangan Amrita dan mengajak istrinya itu untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Mengapa mas selalu mengecewakanku demi wanita tua itu, kau tega meninggalkanku!" seru Amrita yang membuat para tamu yang ada disana nampak menatap wanita itu.
Vivian mendekati Amrita, wanita itu tersenyum sembari memberikan hadiah yang sangat besar kepada wanita yang selalu mengganggu suaminya.
Plak..
Plak..
__ADS_1
2 tamparan sudah mendarat di pipi Amrita saat Vivian sudah kehilangan kesabaran Karena Wanita itu terus menerus mengganggu suaminya.
"Coba katakan sekali lagi apa yang ingin kau katakan?" tanya Vivian.
"Mengapa wanita tua sepertimu tidak tahu malu menikah dengan pemuda yang seumuran denganku!" seru Amrita.
Para tamu yang ada di tempat itu terlihat menatap Amrita yang tersenyum, seolah mengejek dirinya.
"Mengapa kau harus menghawatirkan aku yang menikahi pemuda yang mencintaiku, dia mencintaiku dia tidak memandang umurku. bahkan cintanya sangat tulus padaku, Memangnya hanya aku saja wanita yang menikahi pria yang lebih muda dari usia seorang wanita. Apakah kau sudah melakukan investigasi di seluruh dunia ini?" tanya Vivian yang membuat Amrita langsung diam seketika.
"Apa yang kau lakukan pada putriku!" seru seorang pria yang bernama Pak Lim ayah dari Amrita.
"Mengapa Anda begitu marah saat Putri Anda saya tampar, Mengapa anda tidak memberikan pelajaran kepada putri anda untuk menghargai orang lain. apakah Anda memang menyuruh Putri anda untuk merebut suami saya dari saya?" tanya Vivian yang membuat Pak Lim langsung terdiam tanpa bisa membuka mulutnya sama sekali.
"Kau benar Nona Vivian, aku juga menikah dengan suamiku yang usianya lebih muda dariku. dia tidak pernah mengungkit masalah perbedaan usia kami. jika memang Cinta kenapa harus melihat usia, buktinya aku telah menikah dengan suamiku selama 25 tahun." jawab istri seorang kolektor.
"Benar apa yang dikatakan oleh istriku, kami sudah menikah selama 25 tahun lalu. Kenapa kami harus melihat perbedaan usia? kami sudah menikah selama 25 tahun kami sudah dikaruniai 3 orang anak yang sangat mencintai kami." jawab Salah satu kolektor perhiasan.
Vivian tersenyum saat sepasang suami istri itu membelanya, sedangkan Pak Lim dan Amrita kedua orang itu terlihat sangat malu karena ditempat itu malah mereka harus dihina oleh para tamu.
__ADS_1
"Kau dengar sendiri kan Amrita pak Lim, Kenapa saya harus meninggalkan suami saya itu, pria itu mencintai saya dengan segenap jiwanya, tentu saja saya tidak akan melepaskan suami saya untuk wanita lain." jawab Vivian yang kemudian mengajak suaminya untuk mendatangi para tamu yang menghadiri pameran tersebut.
Pak Lim dan Amrita yang merasa malu mereka berdua langsung pergi dari acara apa pameran tersebut.
"Ini semua gara-gara kelakuanmu, jika kau tidak melakukan hal itu maka mereka semua tidak akan mengolok-ngolok papamu ini!" seru pak Lim yang sangat marah karena dirinya harus di hina oleh orang yang sangat banyak karena kelakuan putrinya.
Apalagi Vivian adalah seorang wanita dewasa, tentu saja wanita itu akan bisa mempertahankan dirinya sendiri.
"Kau tahu Haikal, istrimu adalah wanita yang sangat hebat. kau tidak boleh melepaskan wanita sehebat ini." ucap beberapa kolektor yang menepuk pundak pundak Haikal.
"Tentu saja Tuan, saya tidak akan mungkin untuk melepaskan istri saya karena saya sangat mencintainya." jawab Haikal yang kemudian memeluk tubuh istrinya.
Terlihat di tempat itu Andreas terus menatap Vivian yang berada di pelukan suaminya, pria itu benar-benar kesal karena dia belum bisa mendapatkan Vivian. kini rencana Andreas harus dirubah, dia akan mengajak Amrita untuk bekerjasama dengannya agar wanita itu bisa merebut Haikal sedangkan dirinya akan mendapatkan Vivian.
"Segera kau Cari tahu mengenai wanita tadi!" seru Andreas.
"Baik bos." jawab Toni yang kemudian mencari identitas dari seorang pria dan wanita yang membuat kerusuhan di pameran tersebut.
"Jika sudah mendapatkan alamat wanita itu, segera katakan jika aku ingin bertemu dengannya kalau dia ingin mendapatkan Haikal." ucap Andreas yang membuat Tony langsung pergi dari sana.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku akan mendapatkan mu dan akan ku buat suamimu itu pergi jauh darimu." ucap Andreas.
** bersambung **