
"Mas... kenapa seperti ini." ucap Via.
"Siapa kamu?" tanya Feri.
"Mas apa yang terjadi denganmu, Kenapa kau jadi seperti ini?" tanya Via kepada Feri.
"Siapa kamu, mengapa kamu berada di tempat ku?" tanya Feri kembali.
Tatapan wajah Via menatap Feri yang sekarang dalam kondisi yang benar-benar sangat mengenaskan, seorang petugas polisi itu seperti mengalami sesuatu. Via mengunci pintu ruangan Feri, wanita itu duduk di samping Feri sembari menatap wajahnya.
"Bagaimana kabarmu, Mas? sudah lama sekali Aku tidak melihatmu." ucap Via.
Feri menatap wajah wanita yang ada di depannya tersebut, terasa ada sebuah kejanggalan karena dia tidak mengenal wanita itu.
Via menarik salah satu tangan Feri, wanita itu menghembuskan nafasnya sedikit perlahan setelah itu dia menceritakan semua mengenai dirinya.
Semua kejadian kecelakaan..operasi plastik bahkan kematian palsu yang telah dikarang oleh Via, Ferry benar-benar tidak pernah menyangka kalau Vivian masih hidup. sekarang wanita itu kembali dengan wajah yang berbeda bahkan dengan dendam yang begitu besar.
2 jam kemudian.
"Vivian.. Benarkah ini kamu. Benarkah kamu masih hidup, Vivian." ucap Feri, Via menganggukkan kepalanya, wanita itu berusaha untuk mengambil kembali ingatan Feri yang hampir tenggelam Karena frustasi.
__ADS_1
"Aku masih hidup Mas, aku masih diberikan kesempatan kedua oleh Tuhan. aku akan membalaskan semua yang terjadi pada kita, kau harus segera kembali dan kau harus segera menjadi kuat untuk kita membalas dendam kepada Andreas. bahkan Ayah angkatku juga adalah korban dari pria brengsek itu. Aku sudah membuat pria itu tergila-gila padaku, jadi kau rubahlah penampilanmu ajaklah keluarga kita pindah kembali ke Indonesia agar kita bisa merawat mereka, aku akan meminta bantuan kepada ayahku untuk mencari tempat yang sangat terpencil agar kita bisa merawat mereka." ucap Via.
"Kau benar aku, akan membalas pria itu dengan hukuman yang begitu berat. dia telah membuat istriku sampai sekarang belum terbangun, bahkan Ayah harus mengalami stroke dan tidak bisa melakukan apapun." ucap Ferry.
Kedua orang itu akhirnya saling memegang tangan agar mereka bisa mempunyai kekuatan.
"Yang aku dengar dari Dokter yang merawat Haikal kau telah mengalami hal seperti ini berbulan-bulan lamanya?" tanya Via. Fery menganggukkan kepalanya.
"Sekarang aku akan menjadi lebih kuat. Aku akan kembali menjabat jabatan ku, Aku akan berusaha untuk mencari bukti-bukti itu." Ferry sudah kembali bersemangat. pemikiran dan semua kenangan yang ada di pikirannya juga ikut kembali, pria itu benar-benar sudah seperti sedia kala.
"Kau harus memotong rambut dan brewok mu itu mas. kau terlihat sangat menjijikkan bahkan jika istrimu sudah terbangun dia akan berteriak ketakutan saat melihat tampangmu seperti itu." canda Via yang membuat Ferry tersenyum.
Beberapa saat kemudian Via meminta Dokter kepercayaannya itu untuk memeriksa Feri.
"Terima kasih.. terima kasih karena kau telah mengembalikan Ku." ucap Ferry.
"Kita harus kembali dan kita harus menata strategi untuk menghancurkan pria itu sampai ke akar-akarnya." ucap Via yang membuat Andreas tersenyum.
"Akhirnya pak Hendrawan meminta salah satu anak buahnya yang ada di Indonesia untuk mempersiapkan sebuah rumah untuk ditempati oleh 3 orang yang sedang sakit. Haikal, Dokter Harun dan istri dari Feri.
5 hari kemudian
__ADS_1
Akhirnya Via telah kembali ke Indonesia bersama dengan ayah angkatnya dan Pak Salam, sedangkan Haikal dan Dokter kepercayaan Via mereka harus merencanakan sesuatu agar tidak ada orang yang tahu kalau mereka kembali ke Indonesia. di suatu tempat yang sudah dipersiapkan oleh Pak Hendrawan kelima orang itu tinggal di sana, tidak akan ada akses yang bisa memasuki tempat tersebut.
"Aku benar-benar tidak mengira kalau kita akan memulai rencana kita." ucap Via.
Hari ini Via dan ayahnya sudah kembali ke Indonesia, mereka sudah berada di Amerika selama 1 minggu. Seorang pria sudah menunggu kedatangan Via dan Pak Hendrawan di bandara ibu kota. pria itu benar-benar bahagia ketika dirinya mendapatkan kabar dari Via kalau dia akan kembali ke Indonesia dan meminta dirinya untuk menjemput di bandara.
Andreas benar-benar bahagia, hatinya berdebar tidak karuan cinta yang selama ini dia agung-agungkan.. rasa cinta itu sudah membelenggu dirinya dan tidak akan bisa lepas.
"Aku tidak akan pernah melepaskan kan dirimu," ucap Andreas yang sudah berada di bandara untuk menjemput Via. seorang wanita muda bersama keluarganya sudah keluar dan tertawa sambil melambaikan tangan kepada Andreas.
"Bagaimana, Apakah Pak Hendrawan sudah baikan?" tanya Andreas kepada Pak Hendrawan.
"Sudah Andreas, aku sudah lebih baik. kau tahu kan setelah kecelakaan itu aku harus sering kontrol ke Amerika agar kondisiku tidak menghawatirkan." jawab Pak Hendrawan.
"Terima kasih ya Andre karena sudah membantuku untuk menjaga keluarga Ku ucap via yang kemudian memeluk pria itu.
"Tentu aku akan melakukan apapun agar kau bahagia." jawab Andreas.
"Tentu saja aku akan bahagia karena sebentar lagi kehancuranmu akan semakin terbuka." ucap Via sembari memeluk tubuh Andreas.
Akhirnya Andreas mengantarkan Via beserta Pak Hendrawan dan Pak Salam untuk kembali ke rumah mereka. sebuah rumah yang tidak terlalu megah namun benar-benar disukai oleh Via.
__ADS_1
** bersambung **