SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Surat dari seseorang


__ADS_3

Sebuah surat cinta di kirim oleh Andreas dengan sengaja, pria itu benar-benar ingin membuat rumah tangga Vivian dan Haikal hancur.


"Ada apa sayang?" tanya Vivian.


"Ada surat untukmu.." jawab Haikal.


"Apa surat tagihan?" tanya Vivian.


"Tidak, karena surat itu bukan surat tagihan, sayang.." jawab Haikal.


Setelah mendengar perkataan dari suaminya, Vivian mendatangi Haikal. wanita itu mengambil surat yang diberikan oleh seseorang.


Vivian membaca surat tersebut, terlihat Vivian menatap surat tersebut sambil tertawa.


"Ada apa denganmu, sayang?" tanya Haikal.


"Ternyata ini surat dari orang tidak waras." jawab Vivian.


Terlihat Haikal menatap isterinya, dia tahu kalau ada sesuatu. dia yakin kalau itu adalah surat dari seorang pria.


"Surat dari siapa?" tanya Haikal kepada sang istri.


"Aku tidak tahu." jawab Vivian. Karena Wanita itu belum membaca Apa isi surat dari orang tersebut, Vivian memberikan surat itu kepada Haikal. dia tidak ingin suaminya mempunyai pemikiran buruk terhadapnya.

__ADS_1


"Kelihatannya pria ini dan beberapa pria yang lain terus mengirimimu surat." ucap Haikal kepada Vivian.


"Biarkan saja, Mengapa kita harus mengurusi urusan mereka. mereka mau apapun itu terserah kan.. yang penting aku tidak mempunyai pemikiran apapun terhadap mereka, cukup kau Suamiku aku tidak akan tertarik pada pria lain yang ada di dunia ini." ucap Vivian.


"Aku benar-benar takut kehilanganmu, jika surat-surat itu terus-menerus berdatangan ke tempat kita apalagi kondisiku seperti ini. aku selalu menjadi bahan cacian orang-orang.." ucap Haikal.


Vivian tersenyum sembari memeluk suaminya, Kalau kau sudah percaya padaku Lalu kenapa kau harus takut kehilangan aku. Aku mencintaimu dengan semua keadaanmu aku tidak peduli dengan semua omongan orang-orang itu." jawab Vivian.


Haikal tersenyum pemuda itu, Haikal benar-benar yakin kalau istrinya tidak akan pernah meninggalkannya, namun yang membuat Haikal takut adalah Haikal benar-benar takut jika para pria yang mengirimi istrinya surat itu akan merebut isterinya secara paksa.


"Apa yang sedang kau buat?" tanya Haikal yang melihat istrinya sedang membawa sesuatu.


"Aku membawakan ini untukmu, tentu saja masakan ini adalah masakan kesukaan kita berdua." jawab Vivian.


Tak berselang lama ternyata Andreas datang dengan sejuta kelicikan yang ada dipikirannya, pria itu benar-benar akan membuat Vivian dan Haikal berpisah untuk selamanya.


Suara pintu rumah Vivian diketok oleh seseorang, tentu saja wanita itu keluar untuk melihat siapa gerangan yang bertamu pagi-pagi ke rumah mereka. Vivian membuka pintu tersebut terlihat disana ternyata Andreas sudah berada di luar rumahnya.


"Tuan Andreas.." ucap Vivian yang melihat Andrea sudah berada diluar rumahnya.


Andreas terlihat tersenyum pria itu membawa sebuket bunga dan sekeranjang makanan dan buah-buahan untuk Haikal, Tentu saja itu hanyalah untuk menutupi kebusukan nya di pagi hari.


"Apa yang anda lakukan di rumah kami pagi-pagi begini?" tanya Vivian kepada Andreas.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sembari memberikan buah tangan yang dia bawa,


"Sebenarnya aku ingin melihat Bagaimana kondisi Haikal, karena sudah lama dia jarang ke perusahaan apalagi kau juga tidak pernah ke sana." jawab Andreas.


Vivian mempersilahkan Andreas untuk masuk, wanita itu menutup pintunya sembari membawa pria itu ke ruang tamu tempat keberadaan sang suami. tatapan mata Andreas menatap Haikal yang berada di ruang tamu, pria itu terduduk di kursi roda seperti seorang pria lumpuh. tentu saja di dalam hati Andreas tertawa terbahak-bahak saat melihat kondisi Haikal seperti itu.


"Lihat saja sebentar lagi aku pasti akan merebut Vivian darimu.." ucap Andreas dalam hati.


"Tuan Andreas.." ucap Haikal yang melihat tamu di pagi hari itu. Andreas mendatangi Haikal turut di sampingnya sembari berbicara seperti mereka berdua tampak terlihat akrab.


"Bagaimana kondisimu, Haikal. Sudah hampir 1 bulan lebih kau tidak pernah ke perusahaan loh.." ucap Andreas.


"Seperti inilah kondisiku tuan, Apalagi anda tahu sendiri kan aku harus sering melakukan terapi untuk menyembuhkan diriku." jawab Haikal.


"Baguslah kalau begitu, aku senang kalau kondisimu baik-baik saja. aku berdoa supaya kau cepat sembuh.." ucap Andreas.


Tentu saja perkataan di mulut dan di hati sangat berbeda, di dalam hati Andreas berharap Haikal tidak akan pernah sembuh. kalau bisa pria itu mati secepatnya.


Vivian membuka makanan yang dibawa oleh Andreas, wanita itu menatap satu-persatu makanan itu, karena jujur saja Vivian tidak terlalu menyukai keberadaan Andreas. Entah mengapa pikirannya tidak tenang saat berada di dekat pria itu.


"Oh ya, makanan tadi bisa kita makan bersama tidak? karena di rumah aku tidak punya teman untuk berbagi makanan." ucap Andreas.


Tentu saja Andreas ingin merasakan makan bersama dengan Vivian, karena berulang kali dia mencari celah untuk berdua bersama Vivian namun semuanya itu terasa gagal.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2