
Satu minggu kemudian telah berlalu, Vivian sudah dapat kesaksian dari pria tua penghianat di tempat perusahaan Haikal. pria itu sudah mengakui semua kejahatannya, namun pria itu ataupun Luhur tidak mengatakan siapa pria dibalik kejahatan mereka.
Tentu saja Vivian tidak akan percaya kalau mereka berdua berjalan tanpa ada perintah dari pihak lain.
"Tenang saja aku akan menyerahkan mu kepada polisi, Aku tidak akan memaksamu untuk mengatakan Siapa orang yang telah menyuruhmu." ucap Vivian.
Wanita itu menatap si pria tua penghianat yang telah diserahkan ke kantor polisi, terlihat Ferry menatap Vivian. pria itu benar-benar tidak akan menyangka kalau Vivian yang mempunyai keberanian seberat sebesar itu, masa lalu Vivian mungkin sangat keras hingga tidak ada orang yang tahu siapa Vivian yang sebenarnya.
Seorang gadis preman yang selalu diminta untuk menuntaskan tugas-tugas kasar, bisa dibilang Vivian adalah wanita bayaran untuk menyelesaikan beberapa tindakan kasar bersama teman-temannya.
"Bagaimana kau menangkap penghianat itu Vivian?" tanya Feri.
"Tidak usah tahu bagaimana caraku untuk menangkap mereka, yang jelas aku akan membuat orang-orang itu penanggung semua akibat dari perlakuan mereka." jawab Vivian.
"Apakah kau yakin kalau mereka cuma ber
dua saja?" tanya very
"Biarkan saja mereka tidak membuka suara mas, karena aku yakin orang yang telah menyuruh mereka untuk melakukan kejahatan itu. pria itu pasti akan menampakan dirinya sedikit demi sedikit. walaupun aku jelas-jelas yakin kalau bukan orang itu namun kemungkinan besar anak buahnya yang akan bertindak." jawab Vivian.
"Sebenarnya siapa dirimu Vivian, Mengapa dari hari ke hari aku Semakin tidak mengenalimu, Kau adalah gadis lugu bahkan sangat lembut namun sekarang yang terlihat Kau sangat berbeda sekali semenjak suamimu mengalami koma." guman Feri dalam hati sembari menatap Vivian.
"Apakah istrimu sudah baikan, Mas?" tanya Vivian.
__ADS_1
"Dia sudah baikan bahkan dia sudah pulih hampir 70%." jawab Ferry.
"Lalu Bagaimana keadaan suamimu?" tanya Ferry.
"Kata Dokter dia sudah mengalami kemajuan yang sangat besar, namun ayahmu memintaku untuk ke tempatnya. kelihatannya ada sesuatu itu yang sangat penting." jawab Vivian.
"Memangnya ada apa?" tanya Feri.
"Entahlah Mas, kemungkinan besar Mas Feri dan Aku diminta untuk ke sana. karena Ayah mas Feri benar-benar sangat kebingungan, terdengar dari suaranya saat menelpon ku." jawab Vvian.
"Ya sudah kalau begitu, nanti sore lebih baik kita bertemu di suatu tempat,dengan begitu itu kita akan tahu apa yang terjadi dengan suamimu dan mengapa ayahku sangat ketakutan." jawab Ferry.
Akhirnya dua hari kemudian Dokter Harun menelpon Vivian untuk bertemu di suatu tempat, tentu saja pertemuan itu di rumah Dokter Harun sendiri. karena dia tidak ingin ada orang lain yang mengetahui masalah mengenai Haikal.
"Duduklah dulu kita makan Setelah itu kita berbicara, karena masalah ini masalah yang sangat runyam." jawab Dokter Harun.
Akhirnya hari itu Vivian dan Ferry makan di rumah dokter Harun, setelah ritual makan akhirnya Dokter Harun mengajak Vivian dan Ferry ke sebuah ruangan. terlihat sekali kalau Dokter Harun sedikit tertekan dengan suatu permasalahan.
"Ada apa Dokter?" tanya Vivian
"Apakah kau tahu tadi di siang ada seorang pria yang mendatangi wakil ku." jawab Dokter Harun.
"Memangnya ada apa Ayah?" tanya Feri.
__ADS_1
"Kita langsung saja pada permasalahannya, pria itu datang ke tempat salah satu Dokter yang ikut menangani Haikal. ternyata pria itu meminta Dokter itu untuk memberikan suntikan mati kepada suami Vivian, tentu saja Dokter itu sangat kaget. Bahkan dia menceritakan semua permasalahan ini padaku dengan wajah yang sangat ketakutan." jawab Dokter Harun.
Deg..
"Maksud Paman apa?" tanya Vivian yang sedikit marah.
"Benar apa yang kau katakan Vivian, Ternyata ada seseorang yang ingin menghabisi suamimu. bahkan aku yakin orang yang berbicara dengan salah satu Dokter itu hanyalah orang suruhan, bukan orang yang ingin mencelakai suamimu." jawab Dokter Harun.
"Lalu apa yang terjadi Ayah?" tanya Feri.
"Dia memberikan uang dengan nilai yang fantastis untuk membunuh Haikal, tentu saja dia atau pun aku tidak akan pernah melakukan hal itu." jawab Dokter Harun.
Vivian tersenyum sembari menatap pria tua itu.
"Paman, bolehkah aku meminta sesuatu kepada Paman?" tanya Vivian.
"Memangnya ada apa Vivian?" tanya Dokter Harun.
akhirnya Vivian menceritakan semua permintaannya kepada Dokter Harun, tentu saja pertama kali dokter Harun tidak mau namun mau tidak mau Vivian memaksa Dokter Harun untuk melakukan hal itu.
Hari ini Andreas begitu bahagia, namun di sela kebahagiaannya ternyata dia mendapatkan kabar Kalau dua penghianat yang disuruh untuk menghancurkan perusahaan Haikal kini telah tertangkap oleh polisi. tentu saja Andreas sangat marah, pria itu bahkan menghajar satu persatu anak buahnya hingga Toni pun pria itu tidak luput dari kemarahan Andreas.
** bersambung **
__ADS_1