
"Maafkan kami Nona, karena kami tidak bisa menolong orang tua Anda." jawab si Dokter.
"Apa maksudmu?!" seru Vivian.
"Maafkan kami Nona, karena kami tidak bisa menolong kedua orang tuamu. yang tertolong hanya suamimu saja, namun keadaannya benar-benar sangat memprihatinkan." jawab sang Dokter. Vivian yang mendengarkan hal itu tentu saja Wanita itu benar-benar sangat kebingungan, Bahkan dia harus menerima kenyataan pahit kalau kedua mertuanya sudah meninggal dunia.
"Dokter pasti bohong kan, kedua orang tua saya masih hidup!" seru Vivian.
"Maafkan kami Nona, kami tidak bisa menolong kedua orang tua anda. karena mereka sudah meninggal di tempat." jawab sang Dokter.
Kedua kaki Vivian benar-benar sangat lemah saat dia mendengar kabar mengenai kematian kedua mertuanya, wanita itu juga belum mendapatkan kabar mengenai keadaan suaminya.
"Lalu di mana suami saya Dokter!" seru Vivian.
"Mari Nona saya antarkan Anda keruangan suami anda, karena saat ini suami Anda masih mengalami koma." jawab sang Dokter.
Langkah kaki Vivian memasuki ruangan sang suami, tatapan matanya menatap seorang pria yang terbujur di atas ranjang.
"Tidak, Tidak!!" seru Vivian saat melihat suaminya dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Air mata Vivian langsung lolos begitu saja, saat melihat kondisi sang suami.
__ADS_1
"Ya Allah...kenapa seperti ini.." ucap Vivian.
"Maaf Nona, Anda tidak boleh masuk saat ini.." ucap si perawat.
"Tidak mbak, aku mau melihat suamiku." ucap Vivian.
"Ya, Nona..tapi kondisi pasien masih belum labil, jadi anda tidak boleh masuk dulu." pinta si perawat.
"Ya Allah.." ucap Vivian sambil menangis meratapi kondisi suaminya.
Hari demi hari dilalui oleh Vivian di rumah sakit, berita mengenai kecelakaan dari Haikal benar-benar membuat Andreas sangat bahagia.
"Mengapa dia tidak mati saja!" seru Andreas saat mendengar kondisi dari Haikal.
"Kenapa aku harus melakukan hal itu." jawab Andreas.
"Lalu Siapa yang melakukan hal itu pada kekasihku, berani-beraninya dia membuat kekasihku itu sampai kecelakaan!" seru Amrita.
"Aku tidak tahu, kau tidak usah bertanya kepadaku karena aku tidak mungkin melakukan hal itu." jawab Andreas yang bersilat lidah. padahal kecelakaan yang dialami oleh Haikal semuanya murni pekerjaan Andreas, pria itu benar-benar akan membuat Haikal kehilangan nyawa.
"Jika memang bukan Tuan Andreas yang melakukan hal itu, aku yakin ada orang lain yang ingin berbuat jahat pada Haikal!!" seru Amrita.
__ADS_1
"Entahlah.." jawab Andreas.
Akhirnya Amrita pergi dari rumah Andreas, wanita itu ingin Segera pergi untuk melihat kondisi dari Haikal.
Hari demi hari dilalui oleh Vivian dengan berkerja dan merawat suaminya. wanita itu benar-benar sangat sedih saat melihat Haikal dalam kondisi yang sangat buruk. Haikal kini telah sadar, namun sayangnya Haikal tidak bisa berjalan karena kecelakaan yang dia alami melukai kaki dan tubuhnya.
2 Minggu kemudian
"Maaf ya sayang, aku membuatmu terbebani karena kondisiku.." ucap Haikal yang terus meratapi kondisinya yang tidak bisa berjalan.
"Kau tidak boleh seperti itu, kita harus kuat dan tidak boleh patah semangat." jawab Vivian sambil tersenyum kepada suaminya.
"Aku tidak mau terus-menerus membuatmu terbebani dengan semua kondisiku ini, Sayang. aku takut kalau kau akan meninggalkanku suatu saat." ucap Haikal.
"Seperti apa pun kondisimu, seperti apapun kondisi kita.. kita berdua akan berjuang bersama karena kita sudah berjanji sehidup semati, dan aku tidak akan melepaskanmu.." jawab Vivian yang kemudian memijat kaki suaminya secara perlahan-lahan.
Betapa sabar Vivian saat dirinya merawat sang suami, tidak pernah terpintas sekalipun untuk meninggalkan Haikal yang dalam kondisi setengah lumpuh, bagian bawah tubuh Haikal tidak bisa berjalan namun bagian atas tubuh pria itu masih bisa bergerak dengan normal.
"Jika suatu hari kau sudah tidak sanggup untuk merawatku.. tinggalkanlah aku sayang, tinggalkan aku sayang.. Aku tidak ingin melihat masa mudamu hancur bersamaku.." ucap Haikal.
Vivian terus menangis saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh suaminya itu. betapa hancur hati nya saat mendengar kata-kata yang terucap dari bibir suaminya.
__ADS_1
** bersambung **