
3 hari kemudian.
Hari ini Haikal berencana untuk mengajak istrinya berjalan-jalan ke beberapa tempat yang ada di Indonesia.
"Kamu ini ngapain sih, Mas mau ngajak aku jalan-jalan keliling Indonesia.. Apa kamu tidak tahu itu capek." jawab Vivian yang membuat Haikal tersenyum sambil mencubit pipi istrinya.
"Kau tahu sendiri kan mas harus mengadakan pameran di beberapa kota di Indonesia, bahkan 3 Minggu lagi Mas bakal mengadakan pameran di Singapura dan Korea." jawab Haikal.
"Mau tuh kalau aku diajak ke Singapura dan Korea!" seru Vivian yang membuat Haikal sangat bahagia. karena istrinya mau diajak berkeliling Indonesia dan beberapa negara yang akan menjadi tujuannya mengadakan pameran.
"Lalu, apakah wanita itu akan ikut?" tanya Vivian kepada sang suami.
"Amrita?" tanya Haikal.
"Siapa lagi." ucap Vivian yang membuat pria itu sedikit menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kalau gitu, kalau wanita itu ikut sama kita kamu tidak boleh lepas dari pandanganku. kalau kamu berani lepas dari pandanganku sampai melirik dia... lihat aja aku bakal berdandan sangat cantik dan memakai pakaian yang sangat seksi lalu menggoda para pria yang ada di sana." ancam Vivian yang membuat Haikal langsung melotot.
"Nggak boleh gitu dong sayang, itu namanya pengancaman!" seru Haikal.
"Tentu saja aku harus mengancam mu, kalau tidak pasti kau akan meninggalkanku." jawab Vivian.
"Enggak bakal aku meninggalkanmu!" seru Haikal sambil menyilangkan kedua jarinya.
"Halah bohong kamu..." ucap Vivian yang membuat Haikal memeluk tubuh istrinya.
"Aku nggak bakal bohong Sayang, kau tahu sendiri kan kau itu adalah cintaku, sayangku, kekasihku, hidupku dan segalanya!" seru Haikal yang kemudian mencium bibir sang istri.
"Kamu ini main cium saja dari tadi!" seru Vivian.
"Kenapa memangnya, tidak boleh? kau itu kan istriku.. halal dong bagiku." jawab Haikal yang kemudian menggendong sang istri. di rumah sederhana tapi bisa dibilang mewah itu Haikal menggendong sang istri dan membawanya ke kamar mereka.
"Mau apa Mas?" tanya Vivian.
__ADS_1
"Mau minta jatah." jawab Haikal yang membuat Vivian tersenyum Sambil mencubit pipi suaminya.
"Kamu sudah mulai gemas ya sama mas." ucap Haikal yang membuat Vivian mulai meledek suaminya,
"Ternyata suami brondongku ini suka sekali menggodaku ya.." canda Vivian.
"Aku mau bermain rumah-rumahan sama istriku." jawab Haikal.
"Kau ini..." ucap Vivian.
Suara desahan dari Vivian membuat Haikal bertambah semangat,
"Manus-manis brondong kesayangan ku..." ucap Vivian yang membuat Haikal benar benar tersenyum.
"Brondongmu ini bakal membuatmu mengeliat terus menerus.." ucap Haikal di sela dirinya memberikan sentuhan-sentuhan nakal kepada istrinya.
Suara nyanyian Indah dari sepasang suami istri itu terus mengalun, saat Haikal telah menyatukan gairah mereka. pria berumur 20 tahun itu benar-benar sangat bergairah, hingga membuat istrinya terus mendesah ketika dia memberikan gerakan-gerakan yang begitu agresif.
"Brondongku ini memang sangat perkasa." ucap Vivian yang membuat Haikal memberikan pelukan kepada sang istri.
"Ayo kita mandi, tidak baik kalau habis berhubungan tidak Segera mandi." ucap Haikal yang kemudian mengendong sang isteri ke kamar mandi.
Keesokan hari.
Hari ini Vivian dan Haikal akan berencana pergi ke kota Palembang, mereka akan mengatakan pameran perhiasan di tempat tersebut. pameran di tempat itu benar-benar sangat meriah hingga membuat Vivian yang menjadi modal benar-benar sangat terkenal. wajah cantiknya dan tubuh yang begitu padat berisi Vivian menjadi primadona di antara para model yang memperagakan perhiasan tersebut.
Bahkan Amrita yang terkenal cantik pun harus tersingkirkan oleh Vivian.
"Sayang hari ini kau benar-benar cantik." Puji Haikal yang kemudian mengajak sang istri untuk segera pergi ke bandara.
"Dasar kau ini sukanya memuji." jawab Vivian.
"Aku tidak memujimu loh..aku benar-benar mengatakannya." jawab Haikal.
__ADS_1
"Memang deh manis-manis si Brandon kesayanganku ini pandai memuji istrinya." ucap Vivian yang membuat Haikal tersenyum begitu mempesona. tatapan mata Vivian menatap beberapa kado yang dibawa oleh Haikal.
"Kado siapa?" tanya Vivian.
"Nggak tahu, pemilik tempat itu memberikannya padaku. katanya beberapa penggemar memberikan hadiah ini untuk ku." jawab Haikal.
"Lalu apa isinya?" tanya Vivian.
"Tidak tahu, nanti kita buka setelah sampai di Bali." jawab Haikal.
Brondong manis kesayangan Vivian itu membawa sekitar 20 kotak kado dari penggemarnya.
"Coba tadi aku dapat hadiah, pasti kita bisa saingan Siapa yang dapat paling banyak." jawab Vivian yang membuat Haikal langsung melotot.
"Tidak boleh seperti itu kali..." ucap Haikal.
"Memangnya kenapa?" tanya Vivian.
"Ya tidak boleh.. kalau kau menerima hadiah itu!" seru Haikal yang protes kepada istrinya.
"Kenapa aku tidak boleh sedangkan kau mendapatkan hadiah sebanyak itu!" seru Vivian yang tidak terima.
"Hadiah ini kan untukmu, ngapain juga aku harus membawa hadiah-hadiah ini." jawab Haikal.
"Iya kalau itu untuk perempuan, kalau itu untuk cowok gimana?" tanya Vivian balik.
"Sudah nggak usah banyak bicara, lebih baik kita masuk ke bandara sebentar lagi pesawatnya lepas landas." jawab Haikal yang kemudian mengajak sang istri untuk segera memasuki pesawat.
Beberapa jam kemudian Haikal sudah sampai di bandara Bali, salah satu mobil telah menjemput sepasang suami istri itu.
"Selamat malam Tuan Haikal, Nona Vivian!" seru supir yang menjemput Vivian dan Haikal.
** bersambung **
__ADS_1