
Dengan 1000 cara Amrita selalu mendekati Haikal, namun Haikal selalu menepati janjinya kepada sang istri untuk tidak macam-macam ataupun mendekati wanita manapun. beberapa hari ini Haikal terus dibuat pusing dan bingung terkadang pria muda itu selalu marah saat melihat sang istri mendapatkan banyak hadiah dari seorang pria.
Bahkan dengan terang-terangan pria itu mengatakan dan selalu memuji Vivian, tentu saja Haikal sebagai seorang suami dia pasti akan sangat marah saat mendengar ada yang memuji istrinya.
* Perusahaan Diamond Hay *
"Kau sedang membuat apa Sayang?" tanya Haikal kepada sang istri.
"Aku sudah membuat desain perhiasan Yang Kau minta." jawab Vivian.
Tatapan mata Haikal menatap sebuah gambar yang dibuat oleh istrinya, begitu cantik dan begitu menarik.
"Jangan dijual ya yang ini, Ini khusus untukmu." pinta Haikal kepada istrinya.
"Buat apa?" tanya Vivian.
"Itu lambang cintaku untukmu.." jawab Haikal sambil tersenyum dan bersembunyi di leher sang istri.
"Kau ini apa-apaan sih.." ucap Vivian yang tersenyum. namun terlihat senyuman itu ditahan, anggap saja Vivian masih malu-malu kucing untuk mengungkapkan perasaannya.
Walaupun terkadang dengan tidak sengaja dia malah mengumbar perasaannya yang membuat Haikal selalu bahagia.
"Habis ini kita makan ya." pinta Haikal.
"Di mana." tanya Vivian.
"Di rumah makan dekat sini aja." pinta Haikal.
"Baik." jawab Vivian yang kemudian menarik tangan Haikal untuk duduk disampingnya.
Sepasang suami istri itu membuat seorang wanita yang bernama Amrita benar-benar harus merasakan ketiban lahar gunung berapi.
"Apakah kau tahu, kau adalah anugerah terindah yang telah diberikan tuhan untukku." ucap Vivian.
__ADS_1
Haikal sangat terkejut, bahagia sekaligus dia merasa bangga.
"Bahkan Kau adalah hadiah yang terindah dari Tuhan untukku sebagai pelengkap hidupku." jawab Haikal sambil tersenyum dan memeluk sang istri.
"Kalau kau memelukku seperti itu Aku tidak bisa menggambar tahu." ucap Vivian yang kemudian memukul pundak sang suami.
"Biarin." jawab Haikal.
"Apa kamu enggak malu sama anak buahmu." ucap Vivian yang membuat Haikal menggelengkan kepalanya.
"Aku benar-benar mencintaimu." bisik Haikal ditelinga sang istri.
Vivian hanya tersenyum sembari mencubit dada suaminya.
"Hai Mas Haikal!" seru Amrita yang sudah mendatangi Haikal di kantor pria itu.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Haikal kepada Amrita.
"Lalu Memangnya Apa yang kamu lakukan di sini kalau begitu?" tanya Haikal yang membuat Amrita sedikit emosi.
"Memangnya aku tidak boleh ke kantormu?" tanya Amrita.
"Kalau nggak ada keperluan sih nggak boleh." jawab Haikal yang tidak melihat wajah Amrita saat menjawab. bahkan pria itu malah terus menerus mempermainkan jari-jemari istrinya.
"Kamu itu kalau diajak bicara tatap orang yang mengajakmu berbicara, jangan malah mempermainkan tanganku. Apa kau sedang berbicara dengan jari jemari Ku." ucap Vivian yang membuat Haikal tersenyum.
"Biarin, aku tidak peduli." jawab Haikal yang kemudian mengajak sang istri untuk makan siang.
"Kau mau ke mana Mas?!" seru Amrita sambil mengejar Haikal yang hendak keluar.
"Kau mau apa mengikutiku?" tanya Haikal.
"Tentu saja untuk ikut sama Mas Haikal." jawab Amrita.
__ADS_1
"Ngapain kau harus ikut aku, aku ini sedang bermesraan dengan istri ku." jawab Haikal yang membuat Amrita langsung melengos begitu mendengar jawaban dari Haikal.
"Apa Mas Haikal tidak bisa lepas sedikit dari wanita tua itu." ucap Amrita yang membuat Vivian langsung melotot dari tadi.
Vivian memang diam saja, karena ingin mendengar perkataan dan pembelaan suaminya. namun saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Amrita Vivian langsung kesal seketika.
"Kalau kamu berbicara itu di atur dulu, brondong ini adalah suamiku brondong ini adalah milikku jangan macam-macam ya." ucap Vivian yang membuat Amrita langsung melotot.
"Dengar ya, Mas Haikal itu tidak pantas menikah dengan wanita tua!" seru Amrita.
"Diam kau Amrita Jaga mulutmu, dia ini adalah istriku aku lebih menyukainya. karena dia lebih menggairahkan dan lebih membuat diriku menjadi pria yang jantan." jawab Haikal yang membuat Vivian langsung menatap wajah suaminya.
Ingin tertawa pun tidak mungkin dilakukan oleh Vivian, namun saat mendengar kata-kata Haikal yang begitu vulgar membuat Vivian langsung memeluk pinggang suaminya.
"Kau dengar sendiri kan, memang suamiku ini lebih menyukaiku karena aku lebih mantap dan lebih menggairahkan." ucap Vivian yang membuat Amrita benar-benar terbakar api cemburu.
"Ayo Sayang, lebih baik kita pergi dari kantor Aku sudah lapar." ucap Haikal yang kemudian mengajak sang istri untuk keluar makan siang.
Di sebuah rumah makan yang tidak terlalu terlalu jauh dari perusahaan Haikal, sepasang suami istri itu menikmati makan siang mereka. yang sedikit berbeda adalah terlihat disana Amrita benar-benar ingin makan bersama Haikal, namun pria itu malah memilih 2 kursi yang terletak di sudut restoran.
"Lihat aja suatu saat pasti Mas Haikal akan menjadi milikku." ucap Vivian yang terus menatap kemesraan Haikal dan istrinya. sekitar 5 menit kemudian Seorang pria sudah memasuki rumah makan tersebut.
"Halo Haikal!" seru Andreas yang memang dari tadi melihat Haikal dan istrinya keluar ke rumah makan tersebut.
"Tuan Andreas." jawab Haikal.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Andreas kepada Haikal.
"Aku sedang makan bersama istriku, Tuan." jawab Haikal yang kemudian menjabat tangan Andreas, begitu pula dengan Vivian. terlihat wanita itu tersenyum sembari mengulurkan tangannya.
Andreas, seorang pengusaha muda yang berusia 30 tahun. sangat mapan bahkan pria itu terkenal dengan sebutan CEO berhati baja.
** bersambung **
__ADS_1