SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Tanda cintaku


__ADS_3

Sebuah Tatapan yang mengerikan ditunjukkan Haikal untuk sopir yang menjemput dirinya dan sang istri. bagaimana tidak, dirinya saja dipanggil Tuan sedangkan sang istri dipanggil Nona.


"Apakah kau tidak diberitahu oleh majikanmu kalau dia Ini istriku!" seru Haikal yang tidak terima.


"Maaf tuan.." jawab si supir yang menundukkan kepala.


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kau segera antar kami ke salah satu hotel yang akan menjadi tempat kami menginap!" seru Haikal yang kemudian membuka pintu untuk sang istri.


Tatapan mata seorang sopir yang masih muda Itu menatap Vivian, wajahnya tersenyum.. nampak segurat tarikan dibibirnya yang membuat Haikal langsung menutup pintu mobil dengan sangat keras.


"Apaan sih mas, mengagetkanku!" seru Vivian.


"Lihat tuh matanya dari tadi terus melototi dirimu." jawab Haikal.


"Gitu aja marah, tadi aku marah Malah jawabanmu seperti itu." jawab Vivian.


"Kamu mau membalas Ku ya sayang?" tanya Haikal.


"Kenapa tidak.." jawab Vivian.


"Kau tidak boleh seperti itu.." ucap Haikal kembali.


"Kan aku sudah bilang padamu, kalau suami brondongku ini sampai macam-macam maka aku bakal memberikan dia pelajaran yang membuatnya tidak bisa tersenyum sama sekali." ucap Vivian.


"Tapi aku kan tidak melakukan apapun.." jawab Haikal.


"Apanya yang tidak melakukan apapun, bahkan saat di pameran itu kau terus tersenyum kepada para wanita muda itu. aku tahu kalau aku usianya lebih tua darimu, tentu saja kau akan mencari para wanita muda yang lebih menggoda." ucap Vivian yang kemudian memalingkan wajahnya di dalam mobil tersebut.


Sepasang suami istri itu harus permasalahan di tempat yang telah mereka tinggalkan kan.


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu sayang." ucap Haikal.

__ADS_1


"Masa bodoh." jawab Vivian yang kemudian melipat kedua tangannya di dada.


"Jangan marah dong..." pinta Haikal yang menarik salah satu tangan istrinya.


"Telat..." jawab Vivian dengan singkat.


"Tapi akan benar-benar tidak melakukan apapun!" seru Haikal yang membuat Vivian memalingkan wajahnya.


"Kamu itu sukanya menebar senyum, giliranku kalau menebar senyum kau marah-marah!" seru Vivian yang kemudian menutupi kepalanya dengan jaket yang dia bawa. si sopir yang mendengar pertengkaran sepasang suami istri itu nampak dia sedikit tersenyum, entah dia senang karena wanita cantik yang ada di mobil itu sedang bertengkar dengan suaminya atau karena pertengkaran mereka yang seperti anak TK.


Beberapa jam kemudian Haikal dan Vivian sudah sampai di salah satu hotel yang ada di Bali.


"Nomor berapa kamar kita?" tanya Vivian.


"Kita kan belum masuk ke hotel Sayang, kenapa jawabanmu seperti itu.." ucap Haikal yang dari tadi di merayu istrinya namun tidak bisa.


Vivian masuk ke dalam hotel dan bertanya kepada resepsionis.


"Sayang.. Sayang kenapa kau tinggalin aku sih!" seru Haikal.


"Masa bodoh." jawab Vivian. seorang wanita juga memasuki salah satu kamar yang ada di hotel tersebut, siapa lagi kalau bukan Amrita, satu perusuh lagi juga datang ke hotel itu dia adalah Andreas. kedua orang itu benar-benar tidak bisa membuat kehidupan Vivian romantis, selalu saja membuat kehidupan mereka dramatis.


Vivian membuka pintu kamarnya dengan sangat kasar, sedangkan Haikal pria itu langsung mengejar sang istri dan ikut masuk ke dalam kamar tersebut.


"Sayang jangan marah dong..." rayu Haikal yang terus memeluk sang istri dari belakang.


"Males aku.." jawab Vivian.


Sesaat kemudian tatapan mata Vivian menatap 1 kantong plastik besar kado yang diberikan oleh para penggemar Haikal. Vivian duduk di sofa kamarnya sembari membuka satu persatu hadiah dari para penggemar suaminya. beberapa diantaranya boneka, jam tangan, tanda Cinta liontin dan lain sebagainya.


"Kau mau buang barang-barang ini atau mau kau simpan?" tanya Vivian.

__ADS_1


"Mau dibuang di apapun terserah padamu, yang penting kau tidak usah marah padaku." pintar Haikal yang membuat Vivian melengos terus-menerus.


"Kalau aku tahu kau marah seperti ini bakal kubuang tadi di tong sampah bandara!" seru Haikal.


"Telat..." jawab Vivian kembali.


"Dari tadi Kau menjawab telat telat melulu, Apakah kau sudah hamil?" tanya Haikal yang membuat Vivian langsung melotot.


"Enak aja, Kalau hamil sekarang aku nggak mau. masak ayahnya sering sekali mendapat kado dari wanita lain sedangkan kalau aku hamil pasti kau langsung meninggalkanku!" seru Vivian.


Haikal menatap wajah sang istri lalu memegang pipi istrinya dengan kedua tangan.


"Aku nggak bakal melakukan hal itu, kau sudah tahu kan Bagaimana perasaanku padamu!!" seru Haikal.


"Halah gombal.." jawab Vivian. Haikal menyembunyikan kepalanya di leher sang istri.


"Aku sudah bilang padamu, Aku mencintaimu Aku tidak memandang umurmu. Aku benar-benar jatuh cinta padamu.. Kau adalah hidupku, nafasku dan segalanya untukku." jawab Haikal yang kemudian meneteskan air matanya. pria itu benar-benar tidak kuasa saat istrinya terus-menerus menolaknya.


Vivian merasakan pundaknya basah, wanita itu kalau tahu kalau suaminya itu menangis. hati Vivian tiba-tiba Lulu saat merasakan suaminya itu sesenggukan.


"Kenapa kau harus menangis?" tanya Vivian.


"Aku tidak mau kehilanganmu.." jawab Haikal.


"Lalu kenapa kau menangis?" tanya Vivian kembali.


"Aku takut kehilanganmu.." jawab Haikal.


"Lalu kalau kau takut kehilanganku.. lalu mengapa kau selalu membuat kesalahan seperti itu?" tanya Vivian.


"Kau tahu kan sayang..aku tidak mungkin membuang hadiah-hadiah itu di hadapan para penggemarku, kita adalah pembisnis walaupun kita suka atau tidak barang-barang yang diberikan oleh mereka itu adalah tanda bahwa mereka benar-benar menghargai semua karya kita." ucap Haikal yang membuat Vivian menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2