
Vivian sudah sampai di restoran tempat dia mengadu nasib bersama teman-temannya dahulu. wanita itu dengan segera membuka pintu mobilnya, sedangkan Andreas terlihat pria itu menatap sebuah restoran yang cukup mewah yang berada di kawasan Bandung.
"Vian!!" seru teman-teman Vivian saat melihat wanita itu sudah berada di restoran. tempat mereka dulu selalu mencurahkan keluh kesahnya, bekerja bahkan mencari nafkah untuk keluarganya.
"Aaaaaaa!!!"
Suara teriakan para teman-teman Vivian saat melihat wanita itu sudah berada di sana, tentu saja mereka sangat senang. mereka begitu senang saat melihat kedatangan Vivian yang sudah ada di sana.
"Vivi..senang sekali kau sudah datang ke sini!!" seru teman-teman Vivian.
"Tentu saja aku datang kemari, Bagaimana.. apakah restorannya berjalan lancar?" tanya Vivian.
"Kau tau tidak Vivi, kami benar-benar sangat merindukanmu. kau 1 tahun lebih ini tidak pernah ke sini sama sekali.." sindir teman-teman Vivian.
"Tentu saja aku tidak bisa kesini, kau tahu sendiri kan beberapa bulan lalu aku harus berduka karena kehilangan mertuaku." jawab Vivian.
"Kami sangat berduka sekali Vivi, kami ke sana namun kau tidak bisa ditemui karena kata para pembantu kau tidak sadarkan diri selama 2 hari." jawab teman-teman Vivian.
"Kau datang bersama siapa?!" seru teman Vivian yang bernama Ani.
"Oh ya perkenalkan namanya adalah Andreas, dia adalah rekan bisnis ku yang mengelola perusahaan Ayah mertuaku." jawab Vivian.
__ADS_1
Ani, Ria dan Samsul menjabat tangan Andreas. ketiga teman Vivian itu adalah orang kepercayaan Vivian yang ada di restoran tersebut.
"Apakah kau mau menginap di sini?" tanya Ani.
"Entahlah, aku mau berjalan-jalan di sekitar tempat ini dulu. apakah kalian mau ikut denganku? nanti biar Samsul yang menemani Andreas." ucap Vivian.
Andreas menatap wajah Vivian, terlihat sekali kalau wanita itu ingin menyegarkan pikirannya.
"Kau jalan-jalan lah Vivian, aku akan berada di sini dengan teman-temanmu itu. aku juga mau melihat Bagaimana kondisi restoran ini." ucap Andreas yang kemudian mengajak Samsul untuk berbincang-bincang di dalam restoran tersebut.
Vivian berjalan-jalan bersama dengan Ani dan Ria.
"Kondisinya masih tetap sama, dia masih koma. sudah tiga bulan ini aku selalu mondar-mandir ke rumah sakit untuk melihat keadaannya." jawab Vivian.
"Apakah kau sudah menemukan siapa pelakunya?" tanya Ani.
"Aku masih belum tahu siapa pelakunya, namun aku sudah menemukan penghianat yang membakar perusahaan ku." jawab Vivian.
"Lalu bagaimana kondisi dari istri sepupumu itu?" tanya Ria.
"Kelihatannya pria itu juga mengetahui kalau Mas Feri membantuku, kemungkinan besar pria itu ingin membuat Mas Feri tidak membantuku untuk mencari dalang dari penyebab kebakaran perusahaan diamond milik suamiku." jawab Vivian.
__ADS_1
"Kami juga sudah mencari kabar mengenai kejadian waktu itu, kami juga belum dapat menyimpulkan siapa dalangnya. Namun kami dapat kabar Kalau beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan suamimu telah melakukan kecurangan agar perusahaan itu bangkrut." jawab Ria.
"Aku sangat percaya pada kalian, Apakah kalian sudah mengirimkan semua bukti tu kepada Mas Feri?" tanya Vivian.
"Kami sudah memberikan bukti-bukti itu kepada sepupumu, namun kami harus selalu berhati-hati. aku yakin pria itu tidak akan curiga kalau kami yang ada di sini juga ikut mencari tahu keberadaan dari beberapa penghianat yang ada di perusahaan suamimu. Namun kami sudah menangkap salah satu orang yang melarikan diri ke kawasan ini." jawab Ani.
"Lalu di mana dia?" tanya Vivian.
"Samsul sudah membawanya ke suatu tempat yang biasa kita buat untuk menangkap para preman jalanan." jawab Ani.
"Baguslah kalau begitu, aku akan kembali Berapa hari lagi, nanti aku akan ke sini lagi dan Aku ingin melihatnya. Apakah semua anggota kita dulu masih aktif?" tanya Vivian.
"Tentu saja mereka semua aktif, bahkan kau membuat beberapa bangunan setelah kau menikah dengan pria kaya itu dan kau membantu kami. tentu saja aku dan Ria masih bertahan." jawab Ani.
"Aku ingin kalian kerahkan semua orang itu dan kalian harus ingat, orang-orang yang ada di restoran ini tidak boleh sampai membocorkan masalah ini." perintah Vivian.
"Tenang saja, kami akan mengerahkan seluruh preman yang ada di kawasan seluruh kawasan ini, Setelah itu kita akan lihat Bagaimana sepak terjang orang itu." jawab Ria.
** bersambung **
Baiklah kalau begitu kau harus Kalian juga harus berhati-hati dengan pria yang bersamaku tadi karena aku tidak sangat tidak percaya dengannya ucap Vivian nampak sekali kalau pria itu sangat menyukaimu Apakah Aku Benar tanya Ria aku tidak tahu namun yang jelas kalian jangan sampai membicarakan apapun di depannya pinta Vivian kepada ada Ani dan Ria kau tenang saja Kami tidak akan melakukan hal itu kami tidak akan menghianatimu jawab Ani akhirnya ketika wanita itu berjalan-jalan disekitar tempat restoran.
__ADS_1