
"Enak tidak makanannya?" tanya Andreas.
"Enak, siapa yang memasak?" tanya Vivian.
"Sebenarnya itu masakanku.." jawab Andreas sambil tersenyum.
"Benarkah, Aku tidak mengira kalau kau bisa memasak.." ucap Haikal sambil menatap wajah Andreas. sebenarnya dahulu Aku sekolah di jurusan perhotelan, Aku suka memasak jadi aku sedikit bisa memasak." jawab Andreas.
Terlihat Andreas menatap wajah Vivian, pria itu terus-menerus menatap wajah Vivian tanpa berkedip sama sekali. sedangkan Haikal terlihat pria itu mengetahui kalau Andreas dari tadi menatap istrinya.
"Aku tidak pernah mengira kalau kau bisa memasak." ucap Vivian yang menatap wajah Andreas. wanita itu sedikit tersenyum tapi terlihat senyum nya sangat dipaksakan.
"Aku senang kalau kau menyukai semua masakan ini." ucap Andreas.
Pagi itu Andreas terasa enggan untuk keluar dari rumah Haikal. pria itu benar-benar ingin terus berada di rumah Haikal karena obsesinya kepada Vivian. Vivian tahu kalau suaminya merasa risih dengan kedatangan Andreas, karena itu dengan segera Vivian meminta Haikal untuk bersiap-siap ke makam orang tuanya.
"Oya Sayang, hari ini kan kita akan ke makan Papa sama Mama, aku akan membawamu berganti pakaian." ucap Vivian.
Andreas menatap sepasang suami istri itu.
__ADS_1
"Kalian mau kemana?" tanya Andreas.
"Kami mau ke makam Papa dan Mama." jawab Vivian.
"Boleh aku ikut?" tanya Andreas.
"Maaf kami tidak bisa mengajakmu Karena setelah dari makam kami harus ke rumah sakit untuk melakukan terapi pada suamiku." jawab Vivian.
Akhirnya Andreas mau tidak mau dia harus menelan kekecewaan nya, karena Vivian tidak memperbolehkannya untuk ikut ke rumah sakit ataupun ke makam. kemungkinan perasaan tidak nyaman Vivian yang teramat besar kepada Andreas.
Akhirnya hari itu Vivian kemakan mertuanya bersama sang suami, Setelah dari tempat pemakaman sepasang suami istri itu ke rumah sakit untuk melakukan terapi.
Siang itu di rumah sakit sang dokter memberikan terapi kepada Haikal, Vivian selalu memberikan semangat kepada suaminya untuk melakukan terapi.
"Kondisi suami Anda mengalami kemajuan, seperti yang Anda minta kami akan menyembunyikan kondisi keadaan suami anda agar dia tidak terus-menerus diincar oleh orang itu." jawab sang Dokter.
"Terima kasih Dokter, karena anda mau membantu kami.." ucap Vivian.
"Tenang saja, aku yakin kecelakaan yang dialami oleh suami dan kedua mertuamu itu bukanlah kecelakaan yang secara kebetulan. aku yakin ada seseorang yang menginginkan kematian mereka bertiga." ucap si Dokter.
__ADS_1
"Kami akan selalu memegang kata-kata Anda Paman, karena kami juga yakin kalau ada salah satu rekan bisnis Papa yang tidak menyukai keberadaan kami." jawab Haikal.
"Maka dari itu Haikal, jangan sampai orang-orang tahu kalau kau adalah keponakan ku. karena jika mereka tahu kalau keponakanku kemungkinan besar musuh yang sedang mengincar mu itu akan melakukan sesuatu kepadamu lewat aku." jawab seorang Dokter tua yang bernama Dokter Harun.
"Aku pasti akan membalas semua dendamku ini, karena mereka telah membunuh keluargaku." ucap Haikal.
"Tenanglah Sayang, kau tidak boleh seperti itu.. Paman Harun kan sudah bilang kalau dia akan membantu kita, bahkan putra dari Paman Harun juga telah berjanji untuk menyelidiki masalah kecelakaan yang kau alami. Jadi kau tidak boleh berkata seperti itu." ucap Vivian.
Haikal menghela nafasnya begitu kasar, pria itu benar-benar sangat yakin dengan semua pemikiran istrinya. dia tidak akan patah semangat dan melepaskan istrinya, hari ini Haikal telah kembali dari rumah sakit, setiap kali Haikal berbicara mengenai kondisinya pria itu akan mengatakan kalau tidak ada kemajuan.
Satu minggu kemudian akhirnya Haikal sudah memberanikan diri ke perusahaan, pria itu ingin melihat istrinya yang bekerja di dalam perusahaannya. lambat laun dia pasti akan bisa menemukan jati dirinya, walaupun kondisinya sekarang masih belum sembuh total.
Sedikit demi sedikit tubuh Haikal sudah bisa merasakan pergerakan, namun demi keamanannya pria itu melakukan apa yang diminta oleh paman dan saudaranya.
"Bagaimana, apakah hari ini kau sudah mendapat kabar mengenai kejadian waktu itu?" tanya Haikal kepada saudaranya yang bernama Ferry. Dia adalah seorang polisi yang bertugas untuk mencari tahu mengenai kecelakaan yang dialami oleh Haikal.
"Tenanglah, kau tidak boleh terburu-buru seperti itu. kita akan mencari tahu sedikit demi sedikit, aku yakin dalang dibalik kecelakaan itu adalah orang-orang yang dekat denganmu." jawab Ferry.
"Tentu saja aku akan bersabar, apalagi kondisiku sedikit demi sedikit sudah membaik, Aku tidak akan pernah melepaskan pria itu. aku akan menyelidiki mengenai kasus itu walaupun akan memakan waktu yang lama." ucap Haikal.
__ADS_1
"Aku senang kalau kau sudah bisa berfikir tenang dan tidak mudah emosi." ucap Ferry di seberang tempat. percakapan sepasang saudara itu terlihat membuat Vivian merasa lega.
** bersambung **