
Sehari kemudian
Andreas terus menerus menelepon Vivian, pria itu tidak membiarkan Vivian bernafas lega karena tiap 3 jam sekali Andra selalu menelpon Vivian.
"Kelihatannya pria itu terus-menerus meneleponmu.." ucap Ani.
"Kau tidak usah mengatakan hal itu, karena kau sudah melihat dan mendengar nya sendiri kan." jawab Vivian.
"Kelihatannya dia adalah pria psikopat." ucap Ani.
"Dari mana kau tahu?" tanya Viviian.
"Tatapan matanya benar-benar sangat tajam, berbeda dengan tatapan mata seorang pria yang mencintai lawan jenisnya. tatapan mata itu adalah tatapan mata pembunuh." ucap Ani.
"Aku tidak tahu, namun aku benar-benar sangat tidak suka jika berdekatan dengannya. ada sesuatu hal yang membuatku tidak nyaman dengannya." jawab Vivian.
"Kalau dia bukan seorang pria psiko.. dia tidak akan terus-menerus meneleponmu tanpa henti, tandanya pria itu menginginkanmu, ada sesuatu rahasia yang dia sembunyikan." ucap Samsung yang tiba-tiba sudah datang dan berada di belakang Ani dan Ria.
"Sebaiknya kau tutup restoran ini, karena aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian semua." ucap Vivian yang membuat Samsul menutup restoran tersebut.
Tak berselang lama seluruh karyawan restoran tersebut berkumpul, sekitar 45 orang itu dikumpulkan dalam satu ruangan oleh Vivian.
"Apakah kalian sudah berkumpul semua?" tanya Vivian.
Nampak orang-orang itu menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah, bagi kalian yang masih baru perkenalkan namaku Vivian." ucap Vivian sembari menatap orang-orang tersebut.
"Tentu saja kami tahu Mbak, karena kami masuk ke restoran ini dengan semua persyaratan yang sangat keras." jawab orang-orang tersebut.
"Baiklah kalau begitu, Apakah kalian tahu.. kalian masuk restoran ini sebagai apa?" tanya Vivian.
Nampak 45 orang itu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, Apakah kalian semuanya sudah menerima tugas-tugas yang diberikan oleh ketiga orang ini?" tanya Vivian.
Mereka semua juga menganggukkan kepalanya
"Baguslah kalau begitu." ucap Vivian.
Sesaat kemudian Vivian membawa salah satu ponselnya, Coba kalian masukkan nomor ponsel kalian ke nomor ponselku, karena aku akan menghubungkan nomor ponsel kalian semua dengan." ucap Vivian.
Tatapan mata Vivian menatap orang-orang itu, tentu saja mereka sangat canggung saat Samsul meminta orang-orang itu untuk melakukan hal itu.
"Tidak usah Samsul, karena data-data mereka sudah masuk ke dalam berkas milik Mas Feri." jawab Vivian.
"Memangnya ada perlu apa kau meminta nomor ponsel mereka?" tanya Samsul kepada Vivian.
"Tentu saja aku harus melakukan hal itu, jika mereka menghianati kita mereka akan tahu Apa akibatnya. jika mereka adalah teman kita namun dia dalam bahaya.. Tentu saja aku akan membantunya." jawab Vivian.
"Baiklah kalau begitu, karena aku belum memerintahkan kalian untuk melakukan sesuatu.. kalian lakukan sesuai pekerjaan kalian, nanti biar Ketiga orang ini yang memberikan kalian perintah yang selanjutnya." ucap Vivian.
__ADS_1
"Apakah kau tidak ingin melihat pria itu?" tanya Samsul kepada Vivian.
"Tentu saja aku akan melihatnya, aku akan melihat salah satu penghianat yang telah menghianati perusahaan suamiku." jawab Vivian.
Ani, Ria dan Samsul tersenyum saat mendengar perkataan Vivian. mereka berempat mendatangi suatu tempat yang sangat tersembunyi, bahkan hanya keempat orang itu yang mengetahui tempat persembunyian itu.
Tatapan mata Vivian menatap seorang pria yang terikat, bahkan mulut dan matanya juga diikat, langkah kaki Vivian mendekati pria itu, salah satu tangannya meraih penutup mata si pria.. alangkah terkejutnya Vivian saat melihat pria tersebut.
Deg..
"Lihatlah Ternyata kau adalah penghianat yang telah bekerja sama untuk menghancurkan perusahaan suamiku." ucap Vivian sembari menatap pria muda tersebut.
Salah satu pria yang ditolong oleh Haikal ternyata orang itu menghianati suaminya.
"Nyonya.." ucap seorang pria yang bernama Luhur.
"Namamu benar-benar sangat sempurna, Luhur. Namun sayang semua kelakuanmu sangat memuakkan, Kau berani sekali menghianati suamiku." ucap Vivian yang kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Ani.
"Ini semuanya cuma salah paham Nyonya, Saya tidak pernah menghianati Tuan Haikal." ucap Luhur.
"Berani sekali kau bersilat lidah di depanku, bahkan kau telah tertangkap namun kau tetap berbohong!!" seru Vivian.
"Apakah kau ingin aku menghajarnya habis-habisan?" tanya Samsul.
"Bunuh saja pria ini, kalau dia tidak mau mengaku mengenai semua kejahatannya. kalau perlu mutilasi dia dan buat dagingnya Menjadi santapan para orang-orang yang ada di luar." ucap Vivian yang membuat pria itu mukanya langsung memucat. tentu saja Vivian tidak akan melakukan hal itu, namun yang membuat pria itu sangat ketakutan adalah saat melihat Samsul sudah membawa sebuah kapak dan mendekatinya. tentu saja pria itu sangat ketakutan.
__ADS_1
"Apakah aku harus merajangnya kecil-kecil?" tanya Samsul kepada Vivian.
** bersambung **