SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Haikal terbangun dari koma


__ADS_3

2 hari kemudian


Dua hari kemudian saat Via berada di restoran miliknya, terlihat ada beberapa buket bunga yang sudah diantar oleh seseorang ke restoran milik Via.


"Via, ada karangan bunga untukmu!" seru Samsul.


"Dari siapa?" tanya Via.


"Tentu saja dari pria itu." jawab Samsul


"Benarkah?" tanya Via sambil bercanda.


"Ternyata pria itu sudah masuk ke perangkap mu ya.." ucap Samsul yang membuat Via tersenyum.


"Tentu saja perangkap yang sudah aku sediakan tidak akan bisa dihindari oleh pria itu, walaupun dia berusaha untuk menghindarinya." jawab Via.


"Apakah kita akan memulai rencana kita lagi?" tanya Samsul yang benar-benar sangat bersemangat.


"Apakah kau tahu mengenai beberapa berkas kepemilikan perusahaan suamiku dahulu?" tanya Via.


"Tentu, memangnya Kenapa?" tanya Samsul.


"Aku mau mengambil surat-surat kepemilikan perusahaan suamiku kembali." jawab Via.


"Bagaimana kalau kita goyahkan dahulu perusahaanya terlebih dahulu, setelah itu kita main cantik." ucap Samsul.


"Wow..rencanamu fantastis, setelah kita menggoyahkan perusahaan itu...kita buat bangkrut." jawab Via sambil tersenyum.


"Kau benar, ayo kita lancarkan rencana kita selanjutnya." jawab Samsul.


Senyum yang merekah di tunjukkan oleh via dan Samsul.


Drertttttt...


Suara ponsel Via mulai berdering.

__ADS_1


"Ya Dokter..ada apa?" tanya Via.


"Suami...Suamimu.." ucap Dokter yang berbicara secara terputus.


"Ada apa dengan suamiku, Dokter!!" seru Via yang terlihat ketakutan.


"Suami...suamimu sudah membuka matanya." jawab Dokter.


"Apa!!" seru Via yang langsung menutup matanya.


"Ada apa Via?!" tanya Samsul yang ketakutan saat melihat ekspresi wajah Via.


"Haikal... Haikal sudah bangun." jawab Via sembari meneteskan air matanya.


"Haikal... Haikal suamimu?!" tanya Samsul.


"Iya, Haikal suamiku?!" jawab Via.


"Benarkah?!" seru Via.


"Aku ikut!" seru Samsul.


Siang itu akhirnya Via keperusahaan suaminya, via memasuki perusahaan ayahnya dengan air mata yang berlinang.


"Ada apa Via?" tanya Pak Hendrawan.


Pria itu sedikit kebingungan juga ketakutan saat melihat Via tiba-tiba menangis dan berlari ke pelukannya.


"Ayah, Apakah kau tahu tadi Dokter yang merawat Haikal suamiku dia bilang Kalau suamiku sudah terbangun!" seru Via.


Pak Hendrawan juga sangat bahagia saat mendengar kabar tersebut, dengan segera pria itu meminta Pak Salam untuk membawa sebuah mobil yang agak besar untuk dibawa ke rumah lamanya. rumah yang tidak akan mungkin ditemukan oleh siapa saja.


1 jam kemudian.


Drertttttt..

__ADS_1


bunyi ponsel Via yang sudah berdering kembali, wanita itu melihat ponselnya terpampang. jelas di layar ponselnya nama Andreas sudah menelponnya dengan segera Via langsung menyuruh orang-orang yang ada di mobil itu untuk diam.


"Ya Andre."Jawab Via dengan nada seperti seorang wanita yang kelelahan.


"Kau baru istirahat?" tanya Andreas.


"Iya, aku baru mau istirahat tadi aku diajak teman-temanku untuk refreshing ke suatu tempat. kau tahu sendiri kan aku tidak terlalu suka dengan kepenatan dan keramaian." jawab Via.


"Kau harus menjaga dirimu baik-baik, karena aku tidak ada di Indonesia." ucap Andreas.


"Tentu, cepatlah kau kembali.." ucap Via yang terdengar sangat manja.


Orang-orang yang ada di samping Via.. nampak ingin menertawakan wanita itu, namun jika mereka sampai melakukan hal itu mereka adalah orang yang patut disalahkan karena merekalah yang membuat rencana Via gagal total.


Setelah mengatakan kata-kata yang begitu romantis, Andreas langsung percaya begitu saja.wanita pria itu sangat yakin kalau Via adalah wanita yang berbeda dengan wanita lain.


"Kau benar-benar hebat Via bisa memperdaya penjahat tingkat dewa seperti dia." ucap Samsul yang diangguki oleh orang-orang yang ada di mobil tersebut.


"Kalian kira aku ini tidak pandai apa, bahkan Dewa bajinganpun akan ku perdaya dan akan ku buat dia mendapatkan hukuman." jawab Via Sambil tertawa.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Via dan yang lain sudah sampai di rumah Pak Hendrawan yang tersembunyi tersebut. penjagaan di tempat itu benar-benar ketat hingga membuat orang yang ada di luar pun tidak akan bisa memasuki tempat itu dengan sangat mudah. saat berada di depan rumah itu itu jantung Via berdebar tidak karuan.


Bagaimana caranya untuk menghadapi Haikal suaminya, apalagi wajahnya sekarang sudah berubah total Apakah Haikal akan menerimanya?


"Ada apa Via?" tanya Pak Hendrawan yang melihat wajah Via sangat kebingungan.


"Aku takut Ayah, aku takut Bagaimana jika dia tidak menerima kehadiranku." jawab Via.


"Tapi Dokter itu telah mengatakan semua mengenai dirimu, bahkan dia telah menceritakan semua mengenai dirimu, aku yakin suamimu bisa mendengar walaupun matanya tidak bisa terbuka." jawab pak Hendrawan yang mencoba menenangkan hati Via yang benar-benar sangat ketakutan akan penolakan dari sang suami.


"Langkah kaki Via sudah memasuki rumah tersebut, hatinya benar-benar tidak akan bisa menerima kalau suaminya tidak mengakui Via sebagai istrinya.


"Tenanglah Via, aku yakin Tuhan pasti akan memberikan kita jalan yang terbaik. aku yakin suamimu akan mengerti bahwa kondisimu dalam bahaya dan tidak mungkin kalau kau tidak ditolong dengan cepat." jawab Samsul.


Langkah kaki Via sudah memasuki rumah tersebut, di sebuah ruangan ternyata sudah duduk seorang pria yang menunggu seseorang untuk masuk ke ruangannya. Via membuka pintu kamar Haikal, tangannya bergetar ketika dia akan bertemu kembali dengan suaminya yang sudah lama tertidur.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2