SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Aku pasti akan menghancurkannya


__ADS_3

Tanpa sengaja Toni telah membangunkan singa yang tertidur,


Brakkk.


"Jaga bicaramu Tony, kau jangan sampai mengatakan kalau wanita itu adalah wanita bersuami. aku sudah mengatakan padamu kan kalau sebentar lagi aku akan membuat Vivian menjadi janda!" seru Andreas.


Wajah Toni langsung pucat seketika saat majikan benar-benar sangat marah kepadanya, bahkan kemarahan itu seolah mengatakan kalau Vivian adalah miliknya.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu saya salah bicara." Jawab Toni sambil melangkah mundur. karena dia tidak ingin terkena imbas dari kemarahan Andreas.


"Aku senang jika kau bisa mengingat hal itu Toni, karena aku sudah bilang Kan kalau kau tidak boleh memanggil dia istri dari Haikal. Aku sangat membenci hal itu!!" seru Andreas.


Mau tidak mau Toni harus mengikuti apa kata majikannya, melawan pun pria itu tidak akan bisa karena Andreas adalah tipe pria psikopat yang benar-benar sangat menakutkan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Tuan, apakah kita akan mencari tahu bagaimana kondisi dari Haikal?" tanya Toni.


"Tentu saja Toni, kau harus mencari tahu ke adaan Haikal. kalau perlu kau bayar salah satu Dokter yang ada di rumah sakit itu untuk memberikan racun kepada Haikal!" seru Andreas. di dalam lubuk hati terdalam dan Toni pria itu tidak ingin melakukan kesalahan yang akan membuatnya masuk penjara, keluarganya masih membutuhkan pria itu.


"Apakah kita tidak sebaiknya menyingkirkan pria itu saja Tuan, atau kita meminta salah satu Dokter memberikan obat penghilang ingatan atau berlumpur saraf." ucap Tony yang ingin menyelamatkan Haikal karena dia tidak ingin melakukan kesalahan.


"Terserah kamu, mau melakukan apa pun yang penting aku ingin pria itu segera disingkirkan. Aku ingin segera memiliki Vivian yang seutuhnya!" seru Andreas.


Toni menganggukkan kepalanya, akhirnya pria itu keluar dari perusahaan.. langkah kakinya berjalan berpapasan dengan Vivian, seorang wanita yang sekarang terlihat begitu mempesona bahkan sangat dingin.


"Selamat pagi Nona Vivian!!" seru Toni.

__ADS_1


Vivian menatap pria itu, tersenyum sembari memberikan senyuman yang seolah tidak ada syarat apapun.


"Kau mau kemana Toni?" tanya Vivian kepada Toni.


"Saya harus mencari sesuatu untuk Tuan Andreas, karena dia memintanya." jawab Toni. Vivian menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia memasuki salah satu ruangan tempat keberadaan an anak buahnya.


Saat Toni sudah pergi dari tempat tersebut, terlihat Vivian menelpon Fery untuk memberitahukan rencana yang sudah dimulai.


"Ada apa Vivian?" tanya Fery di seberang sana.


"Kelihatannya pria itu menyuruh anak buahnya keluar Mas." jawab Vivian.


"Kau harus ingat, kita harus terus memantau pria itu. jika firasat mu benar kalau pria itu ingin berbuat jahat kepadamu dan suamimu... tentu saja Mas bakal mencari cara untuk membuka kedok pria itu." jawab Feri.


"Aku serahkan semuanya padamu Mas, apalagi Si penghianat itu sudah berada di tempat yang aku katakan, Kita hanya tinggal membuatnya mengaku Siapa yang telah menyuruhnya untuk menghancurkan perusahaan ku." jawab Vivian.


"Aku tidak yakin Mas, aku yakin dia mempunyai kaki tangan di perusahaan Mas Haikal." jawab Vivian.


"Baiklah kalau begitu, kau harus selalu berhati-hati karena aku tidak bisa terus-menerus berada di sampingmu. aku juga harus melindungi istri Ku." ucap Feri.


"Kau tenang saja Mas, aku akan melindungi diriku sendiri." jawab Vivian.


Hari ini Vivian akan pergi ke restoran tempatnya dulu, berada di sebuah tempat terpencil yang ada di kota Bandung.


"Kau mau ke mana Vivian?" tanya Andreas kepada Vivian.

__ADS_1


"Aku mau ke Bandung mas, mau bertemu dengan salah satu itu temanku yang ada disana." jawab Vivian.


"Apakah kau sendiri?" tanya Andreas.


"Tidak aku tidak sendiri, aku bersama dengan salah satu supir ku." jawab Vivian.


"Apakah kamu mau kuantar?" tanya Andreas.


"Tidak mas, tidak usah nanti aku malah merepotkanmu." jawab Vivian.


"Tentu saja kau tidak akan merepotkan ku, apalagi sekarang kita adalah partner bisnis." jawab Andreas.


Umpan yang diberikan oleh Vivian benar-benar sangat hebat, bahkan pria itu sekarang semakin mendekatinya.


Siang itu Andreas dan Vivian pergi ke Bandung ke sebuah tempat kenangan masa lalu Vivian, di sebuah restoran yang ada di sana. tempat Vivian menggantungkan hidupnya.


Setelah beberapa jam kemudian terlihat Vivian dan Andrea sudah berada di kota Bandung, berada di restoran yang sekarang menjadi milik Vivian.


Tit..


Tit..


Suara klakson dibunyikan oleh Vivian agar teman-temannya yang berada di restoran itu keluar melihatnya. Vivian keluar dari mobil sembari tersenyum kepada para sahabatnya.


"Vian!!" seru teman-teman Vivian saat melihat wanita itu sudah berada di restoran. tempat mereka dulu selalu mencurahkan keluh kesahnya, bekerja bahkan mencari nafkah untuk keluarganya.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2