
Dari hari ke hari Vivian semakin lengket dengan suami brondong nya. sepasang suami istri itu pergi ke Bali.
"Apakah kau sudah membawa pakaian untuk pameran?" tanya Vivian kepada Haikal.
"Kan kau sudah memasukkan seluruh pakaianku ke koper, memangnya kita akan membawa pakaian untuk berapa lama." ucap Haikal kepada Vivian.
Wanita itu hanya mencibir karena Haikal Sekarang pandai menghindari kata-kata dari Vivian.
"Kau mengundang berapa banyak orang?" tanya Vivian.
"Banyak tapi lebih dari itu banyak dari kalangan pembisnis yang akan datang ke pameran." jawab Haikal. Vivian hanya menganggukkan kepalanya, hal seperti itu tidak akan dimengerti oleh Vivian.
Malam ini suaminya akan mengadakan pameran di salah satu hotel yang ternama yang ada di Bali.
"Sebaiknya kau istirahatlah dahulu, karena nanti malam akan menjadi hari yang melelahkan untukmu." ucap Vivian kepada Haikal.
"Tenang saja, aku akan baik-baik saja nanti malam." jawab Haikal.
Terlihat hari itu Haikal mengajak sang istri untuk berjalan-jalan di sekitar Hotel tempat mereka berada, mungkin Haikal ingin membuat sang istri merasa mendapatkan perhatian darinya.
"Apakah kau suka jalan-jalan disini?" tanya Haikal kepada sang istri. Vivian menganggukkan kepalanya sembari menatap beberapa tempat yang ditunjukkan oleh Haikal.
"Apakah kau tidak pernah ke Bali?" tanya Haikal. Vivian menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku akan mengajakmu berkeliling Bali, hingga kau bosan!" seru Haikal sambil menarik tangan Vivian.
"Tidak kau tidak boleh capek, nanti malam adalah hari yang terpenting untukmu. jika kau capek maka pagelaran itu akan gagal dilaksanakan." jawab Vivian yang menarik tangan Haikal hingga membuat suaminya itu itu langsung terhenti.
"Tapi aku tidak apa-apa." jawab Haikal. walaupun kau tidak apa-apa.. kau harus simpan tenagamu, yang aku lihat beberapa hari ini kau terlalu sibuk memikirkan perhiasan-perhiasan itu. hingga membuatmu kurang tidur." ucap Vivian yang membuat Haikal tersenyum.
"Aku senang kalau kamu memperhatikanku seperti ini!" ucap Haikal yang membuat Vivian wajahnya bersemu merah. saat berada di salah satu tempat terlihat tatapan matanya menatap seorang wanita yang kemudian mendekati suaminya.
"Hai, apakah kau Tuan Haikal!" seru salah satu wanita yang mendekati Haikal. pria itu menganggukkan kepalanya.
"Anda adalah perancang perhiasan yang terkenal itu kan!" seru wanita itu kembali.
Haikal hanya tersenyum. sesaat kemudian wanita itu menarik tangan Haikal hingga membuat pria itu mengikuti seorang wanita yang tiba-tiba datang padanya.
"Maaf ya nona, kau tidak boleh seperti ini. saya mengerti, Lebih baik kau ke tempat pameran ku nanti malam. aku harus mengajak istriku jalan-jalan di sekitar tempat ini." jawab Haikal yang kemudian melepaskan tangan Amrita yang tiba-tiba menggandengnya dan membuat Vivian terhenti Di tempat yang lumayan jauh darinya.
Vivian menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu hendak pergi dari tempat Haikal berada. entah perasaan Vivian merasakan sesuatu yang aneh saat melihat suaminya itu bersama wanita lain.
"Dasar berondong tidak tahu diri, Lihatlah dia diajak wanita cantik langsung meninggalkanku." gerutu Vivian yang kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di samping jalan. tentu saja Haikal langsung menghampiri Vivian.
"Sayang Apa yang kau lakukan?" tanya Haikal kepada Vivian.
"Wanita itu seperti tidak mendengar perkataan Haikal, tentu saja Vivian merasa sakit hati karena Haikal terlihat tertawa bahagia bersama wanita itu.
__ADS_1
"Kau mau apa ke sini, sana pergi." jawab Vivian. Haikal duduk di samping Vivian sembari memegang tangannya.
"Apakah kau marah?" tanya Haikal.
Vivian nampak diam saja, Tak ada kata yang keluar dari mulutnya.
"Aku senang jika kau cemburu seperti itu, itu artinya Kau memberikan perhatian yang lebih padaku." ucap Haikal yang kemudian mengajak Vivian pergi untuk mencari makanan di tepi jalan.
"Entah apa yang terjadi, pernikahan yang berjalan setengah tahun itu membuat perasaan Vivian sedikit demi sedikit lebih lunak kepada Haikal. sering sekali wanita itu merasakan sakit hati, cemburu bahkan tidak terlalu suka saat ada beberapa wanita yang mendekati suaminya.
"Dasar berondong tidak tahu diri, beraninya kau di depan mataku berpacaran. Apakah kau ini Ingin membuatku dalam bahaya!" seru Vivian kepada Haikal.
"Tentu saja tidak, jangan salahkan aku. salahkan wanita itu yang tiba-tiba langsung menarikku, sedangkan kau sebagai istriku diam saja, aku ini suamimu Mengapa kau tidak langsung menarik kembali?" tanya Haikal.
Vivian terlihat masih diam, dia tidak ingin membuat mood nya berantakan karena seorang wanita yang tiba-tiba langsung menarik suaminya.
"Ayo kita kembali ke hotel, Aku tidak ingin kau capek dan marah-marah karena hal ini." ucap Haikal yang kemudian mengajak sang istri untuk kembali ke hotel. terlihat sekali kalau Vivian sangat marah dan masih kesal kepada Haikal karena kedatangan seorang wanita yang tidak mereka kenal.
Malam ini Haikal berdandan sangat tampan, Vivian juga sangat cantik dengan dress yang tidak terlalu mencolok warnanya. make up yang dipakai Vivian pun tidak terlalu tebal hingga membuat wanita itu terlihat begitu sempurna.
"Lihatlah.. kau begitu cantik." ucap Haikal yang kemudian memberikan ciuman di pipi Vivian. terlihat wanita itu tidak marah dengan perlakuan Haikal.
** bersambung **
__ADS_1