
"Aku benar-benar tidak akan melepaskan diri mu!" seru Haikal.
Hari ini Haikal benar-benar tidak akan melepaskan Vivian.
"Apa yang kau lakukan Haikal!" seru Vivian.
"Via istriku, aku tidak akan pernah melepaskan dirimu!" seru Haikal yang kemudian mulai memberikan ciuman kepada istrinya. ciuman yang diberikan oleh pria itu benar-benar membuat Vivian tidak bisa bernafas. kedua tangan Vivian memukul Haikal dengan sangat keras, namun yang terlihat malah Haikal tidak bergeming sama sekali. ciuman yang begitu berhasrat bahkan membuat Vivian harus menahan nafasnya.
"Lepaskan aku, lepaskan aku Haikal!!" seru Vivian dengan sangat keras. tentu saja Haikal tidak akan menggubris perkataan istrinya itu, Haikal terus mencium Vivian. tangannya juga ikut bergerilya ke seluruh tubuh istrinya.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Aku adalah suamimu dan aku akan selalu menjadi suamimu!" seru Haikal yang seolah mempertegas kata-katanya.
Dengan kasar Haikal membuka pakaian istrinya ,pria itu benar-benar tidak akan melepaskan istrinya untuk siapapun.
Deg..
Deg..
Deg.
__ADS_1
Vivian mulai merasakan sentuhan sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu, tiba-tiba tidak bisa menahan suara desahannya. Haikal mendengar suara istrinya itu begitu merdu, dengan segera Haikal membuka pakaiannya dan memberikan serangan kepada sang istri.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu untuk siapapun!" seru Haikal yang kemudian terus memberikan sentuhan kepada sang istri. suara desahan itu semakin terdengar keras saat Haikal terus-menerus menghentakkan tubuhnya. Vivian tidak bisa menolak semua perlakuan dari suaminya, karena bagaimanapun pria itu berhak memiliki dirinya karena dia juga istrinya. dengan perlahan-lahan Vivian mulai menerima sentuhan demi sentuhan dan cumbuan demi cumbuan dari suaminya.
"Mengapa kau harus melakukan ini." ucap Vivian di sela percintaan mereka.
"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku, karena kau adalah istriku!" seru Haikal.
Entah mengapa perasaan Vivian begitu senang saat suaminya mengatakan hal itu,
"Mengapa kau harus melakukan hal itu? Jika kau menginginkan wanita lain!" seru Vivian yang mencoba mendorong tubuh Haikal.
"Maafkan aku, maafkan atas semua kehilafan dan kesalahanku." ucap Haikal yang kemudian memperlembut perlakuannya.
Desahan demi desahan yang membuat alunan cinta mereka berdua semakin indah Tak lama kemudian akhirnya Haikal telah mencapai. kenikmatannya pria itu ingin menanamkan benih cintanya di rahim sang istri. dengan sekuat tenaga Haikal memberikan benih itu di rahim istrinya.
Suara erangan yang begitu panjang dan Desahan yang begitu menggema membuat sepasang suami istri itu benar-benar telah menikmati percintaan mereka. Vivian yang benar-benar tidak bisa bergerak karena serangan suami brondongnya itu.
"Terima kasih sayang.." ucap Haikal yang kemudian memberikan ciuman di kening istrinya.
__ADS_1
"Seperti inikah rasanya mempunyai seorang suami," guman Vivian dalam hati yang kemudian menatap wajah suaminya. Haikal tersenyum kepada sang istri, memeluknya begitu erat seolah dia takut ditinggalkan oleh Vivian. hanya beberapa hari saja Haikal menjadi gila karena kehilangan istrinya itu. Haikal benar-benar tidak akan mau ditinggal oleh istrinya apapun juga.
Malam panjang itu menjadi saksi bisu Vivian telah menjadi milik Haikal secara penuh dan secara sah. Vivian pun menerima suaminya karena secara 100% sekarang Vivian adalah milik Haikal, tentu saja wanita itu tidak akan membiarkan siapa pun akan merebut suaminya, merebut cintanya dan merebut kebahagiaan nya.
Setelah malam panjang itu mereka berdua terlelap dalam buaian cinta. keesokan hari terlihat wajah Haikal begitu bahagia, dia terus menatap wajah istrinya dan memberikan ciuman yang bertubi-tubi di wajah wajah sang istri.
"Apaan sih mas..." ucap Vivian yang mencoba untuk mendorong tubuh suaminya.
"Panggil Aku Sayang." Pinta Haikal kepada sang istri.
"Apaan sih... ucap Vivian yang mencoba untuk melanjutkan tidurnya, panggil aku sayang." pinta Haikal kembali. Pria itu terus memberikan ciuman di seluruh wajah istrinya hingga Hal itu membuat Vivian benar-benar terganggu tidurnya.
"Iya-iya sayang, apaan sih..." ucap Vivian yang kemudian membuka matanya.
"Kita lanjut ronde kedua yuk." pinta Haikal. tentu saja Vivian langsung membuka matanya 100 derajat apaan sih sayang Aku ini masih capek loh tadi malam apa yang kau lakukan padaku hingga membuatku terkapar seperti ini jawab Vivian yang membuat Haikal benar-benar tersenyum.
Sesaat kemudian terlihat Haikal langsung menggendong tubuh istrinya itu dan membawanya ke kamar mandi. ternyata Haikal benar-benar meminta ronde kedua kelanjutan dari percintaan mereka semalam, suara desahan di kamar mandi itu membuat Haikal semakin bergerilya. pria itu sangat berhasrat, kedua tangannya meraih dada sang istri dan memberikan gencatan senjata yang begitu membuat Vivian mendesah dengan begitu keras. wanita itu tidak akan pernah mengira suaminya benar-benar begitu hot.
Setelah pergulatan mereka di kamar mandi akhirnya Vivian meminta Haikal untuk menyudahi pertempuran mereka, karena mereka harus segera pergi ke perusahaan
__ADS_1
**Bersambung **
.