SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
S.2 Pembalasan


__ADS_3

Haikal dan Via yang sudah mendapat kabar Kalau Andreas masuk ke dalam rumah sakit, tentu saja semua bukti-bukti mengenai kecelakaan itu telah dihapus oleh Feri. karena Feri juga ingin memberikan pembalasan kepada pria yang telah membuat keluarganya sekarang tak berdaya.


"Bagaimana Mas, apa semuanya sudah kau singkirkan?" tanya Haikal.


"Sudah Haikal, kau Tenang saja." Jawab Feri.


"Baguslah kalau begitu, Mas." ucap Haikal yang kemudian mematikan ponselnya.


"Kau harus siap-siap sayang, mungkin pria itu akan mencarimu untuk menemui bosnya." ucap Haikal.


"Toni?" tanya Via.


"Tentu saja, siapa lagi orang kepercayaan pria itu." jawab Haikal.


Tak berselang lama ternyata Toni sudah berangkat ke tempat Via dan mengabarkan kalau Andreas mengalami kecelakaan parah.


Terlihat ponsel Via sudah berdering.


"Sebentar Tuan,Toni. aku harus mengangkat ponselku terlebih dahulu." jawab Via.


Terlihat disana Samsul sudah menelpon Via.


"Ya ada apa Samsul?" tanya Via kepada Samsul.


"Kita sudah mendapatkan video mengenai kecelakaan suamimu dan kecelakaan dirimu, kemungkinan besar itu bisa membuat pria itu masuk penjara." jawab Samsul.


"Baguslah kalau begitu, karena aku akan menemui pria itu terlebih dahulu." jawab Via.

__ADS_1


Akhirnya hari itu Via pergi ke rumah sakit, dia ingin melihat dengan mata kepala sendiri keadaan Andreas yang benar-benar sangat memilukan.


Terlihat disana seorang pria dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, bahkan luka di sekujur tubuhnya.


"Ada apa ini Tuan Toni?" tanya Via kepada Toni.


"Tuan mengalami kecelakaan yang membuat dirinya tidak bisa merasakan sekujur tubuhnya," jawab Toni.


"Apakah dia belum sembuh?" tanya Via.


"Kemungkinan besar Iya Nona, karena keadaan Tuan Andreas benar-benar sangat memprihatinkan." jawab Toni.


Sebuah senyum terukir begitu indah di wajah Via ketika mendapat kabar Kalau Andreas akan mengalami kelumpuhan. bahkan kelumpuhan total, berbeda dengan Haikal..dahulu setengah badan Haikal masih berfungsi walaupun setengahnya tidak, namun terlihat sekarang Andreas mengalami kelumpuhan total yang membuat pria itu hanya akan tertidur di ranjang.


"Aku benar-benar tidak mengira kalau kejadian seperti ini akan menimpa Tuan Andreas." ucap Via sembari berakting begitu sedih.


Setelah dari tempat itu akhirnya Via kembali kerumah suaminya, sebuah senyum terukir indah dari Via ketika dirinya telah mendapatkan kabar mengenai Andreas dengan kondisi yang benar-benar sangat mengenaskan.


Satu minggu kemudian akhirnya Via dan Haikal mencari salah satu pengacara kepercayaan keluarga yang telah menghianati mereka. pria itu bersekongkol dengan Andreas dan membalik nama perusahaan tanpa seijin mereka,


"Jika kau tidak mau bernasib sama dengan Andreas, maka berikan aku salinan asli dari berkas perusahaanku. jika kau tidak mau maka kami akan membawamu ke penjara dengan semua bukti-bukti ini!" bentak Haikal yang membuat pengacara itu langsung ketakutan.


"Aku tidak berani jamin Kalau keluargamu akan hidup setelah kau menolak permintaan kami." ucap Via yang membuat pria tua itu langsung mencari beberapa berkas di perusahaannya, berkas asli dari kepemilikan perusahaan Haikal.


"Kalau kau bekerja sama seperti ini kan enak daripada kau harus terus-menerus menjadi pria brengsek yang membantu seorang penjahat!!" seru Haikal yang kemudian mengambil berkas itu. setelah itu dia membawa ke salah satu kantor polisi yang ada disana. Via dan Haikal memberikan semua bukti-bukti itu, bukti-bukti mengenai kecelakaan beberapa tahun yang lalu, bahkan bukti-bukti kecelakaan Dokter Harun dan istri dari Feri semua bukti sudah mengarah kepada Andreas, Fery begitu bahagia ketika diberi seluruh bukti itu dari Haikal dan Via.


Satu minggu kemudian keadaan Andreas sudah sedikit membaik, walaupun tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.

__ADS_1


Andreas dia mendapat kabar dari Toni, kalau perusahaan milik Haikal sudah kembali kepada pemiliknya. tentu saja Andreas yang yang mendapat kabar seperti itu pria itu benar-benar tidak bisa menerima. Bagaimana mungkin ada pria yang Berani mengakui perusahaan itu sebagai perusahaannya.


Langkah kaki Haikal sudah memasuki rumah sakit itu, sebuah senyum terukir indah di wajah Haikal ketika dia sudah ada di kamar Andreas.


"Kau!!" seru Andres yang melihat seorang pria yang dikenal dengan nama Sandy.


"Halo Andreas, bagaimana keadaanmu. Halo partner bisnisku, Halo penghianat, Halo penjahat!" seru Haikal yang membuat Andreas begitu marah.


"Siapa kau, beraninya kau mengatakan hal itu padaku!!" seru Andreas.


"Apakah kau sudah melupakanku, merupakan rekan bisnis mu di perusahaan perhiasan?" tanya Haikal yang membuat kedua bola mata Andreas benar-benar langsung membulat sempurna.


"Siapa kau!!" seru Andreas kembali.


"Apakah kau tidak mengenaliku Andreas, aku adalah Haikal pria yang kau bunuh hampir 1 tahun yang lalu." jawab Haikal.


Pria itu mencoba untuk menahan amarah yang ada di dadanya, namun dia mengurungkan itu karena dia ingin melihat ketidakberdayaan dari Andreas.


"Tony..Tony!!" seru Andreas.


Haikal tersenyum, sesaat kemudian dia menatap wajah Andreas.


"Apakah kau tidak tahu kalau salah satu anak buahmu itu sudah masuk penjara, bahkan beberapa orang yang kau suruh untuk membunuhku dan membunuh istriku sudah ditangkap oleh polisi." ucap Haikal.


Andreas marah, pria itu terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria yang ada di hadapannya.


"Kau tidak mungkin Haikal, karena Haikal sudah mati hampir 1 tahun yang lalu!!" seru Andreas.

__ADS_1


"Benarkah, benarkah seperti itu?" tanya Haikal balik.


** bersambung **


__ADS_2