SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
S.2 Rencana yang berjalan


__ADS_3

"Lakukan sekarang!" seru Via.


"Apakah kau yakin?" tanya Joko.


"Pasti!" jawab Via.


Akhirnya Via membuka kunci brankas itu dengan bantuan dari Joko.


Tek..


Bunyi brankas yang terbuka, kotak besi itu sudah di buka..dan tatapan mata Via dan Samsul langsung terbelalak saat melihat isi brangkas tersebut.


"Wow..." ucap Via.


"Fantastis." ucap Samsul yang begitu kagum.


"Ini benar-benar membuat mataku terasa mendapatkan pemandangan yang indah.." ucap Via sambil tersenyum.


"Aku membayangkan wajah Andreas jika dia tau kalau hal indah ini telah hilang." ucap Samsul sambil tersenyum.


"Yang jelas dia pasti akan menangis sambil berjingkrak-jingkrak tidak karuan." jawab Via yang kemudian mengambil sebuah berlian seukuran ibu jari serta beberapa berlian kecil yang ada di sebuah kantong.


"Aku yakin dia pasti akan gila mendadak." ucap Samsul.


"Pasti." jawab Via.


Akhirnya Via telah mengambil berlian-berlian itu, setelah itu kedua orang itu pergi tanpa ada kesulitan. Via terus tersenyum, wanita itu bisa memastikan kalau Andreas akan menjadi seorang pria bodoh saat dia sudah mengetahui barang barang kesayangannya telah hilang.


"Cepat kita pergi dari tempat ini, karena semua yang telah kita lakukan berhasil." ucap Via.


Akhirnya Via dan anggotanya pergi meninggalkan sebuah bangunan kosong tersebut, saat fajar telah menjelang Via masih tertidur di rumahnya. wanita itu menyembunyikan berlian berlian itu di sebuah tempat yang tidak akan diketahui oleh orang lain. bahkan Samsul pun tidak tahu di mana tempat Via menyembunyikannya, jadi Via dapat bernafas lega jika ada orang lain yang ingin menghianatinya.


Tok.

__ADS_1


Tok


Tok


pintu kamar Via diketok oleh pak Pak Salam.


"Ada apa Pak?" tanya Via yang membuka pintu kamarnya sembari setengah membuka mata.


"Apakah kau tidak ke restoran?" tanya Pak Salam.


"Ya Pak, restoran hari ini buka agak siang sedikit. karena aku dan teman-temanku harus berburu beberapa ikan yang sangat langka." jawab Via.


"Boleh Bapak ikut tidak, Bapak ingin sekali mencicipi masakan di restoran mu." ucap Pak Salam.


"Siapa yang tidak memperbolehkan Bapak, kan bapak bebas ke restoran itu, lalu mengapa bapak tidak langsung saja ke sana." Jawab Via.


Pak Salam tersenyum sambil menatap wajah Via.


"Terimakasih." jawab Pak Salam yang kemudian pergi.


"Kita pergi dengan memakai mobil box?" tanya Samsul.


"Tentu saja mobil box, apakah kau ingin membawa mobil pribadi. Memangnya kau ingin mobilku itu berbau ikan?" tanya Via.


"Mungkin saja kau kan bisa beli mobil lagi." jawab Samsul.


"Kau kan juga bisa beli mobil, Kenapa Kau pelit sekali memakai motor terus." sindir Via yang membuat Samsul menelan ludahnya.


"Aku kan harus berhemat Via, untuk laksanakan rencanaku ku yang begitu Mulia." jawab Samsul.


"Kau itu cari alasan saja." Jawab Via.


Tak berselang lama akhirnya sebuah mobil telah datang ke restoran, Jaka sudah datang membawa sebuah mobil box.

__ADS_1


"Kita akan pergi naik itu?" tanya Samsul.


"Kau dan Ria pakai mobil itu Sedangkan aku dan Ani akan berboncengan memakai motorku sendiri." jawab Via.


"Kau curang sekali." jawab Samsul.


"Memangnya kau mau apa?" tanya Via.


Akhirnya perdebatan itu telah selesai dan membawa kelima orang itu ke sebuah tempat pelelangan ikan.


Salah satu mata-mata yang diminta oleh Andreas untuk selalu melaporkan gerak-gerik Via terlihat pria itu mengikuti kemana arah langkah kaki Via pergi. bahkan pria itu memotret Via terus-menerus dan mengirimnya kepada Andreas.


Pria itu benar-benar tidak akan melepaskan Via sedikitpun, sebuah senyum terukir indah di bibir Andrea saat melihat foto-foto Via terpampang jelas di ponselnya. wanita ini benar-benar sangat luar biasa.


"Dia begitu berbeda dengan wanita lain, Aku yakin dia akan bisa menjadi pendamping hidupku." ucap Andreas sembari menatap foto-foto via yang ada di ponselnya. foto Via ketika menaiki motor gede kesayangannya, bahkan ketika wanita itu tersenyum.


Sekitar 40 menit kemudian Via telah sampai disebuah pasar khusus ikan, mulai dari seafood dan lain-lain.


"Kenapa kau mengajak kita ke tempat ini, Via? kau tahu sendiri kan kalau aku benci berada di pasar." ucap Ria yang dari tadi terus menggerutu.


"Apakah Samsul tidak bilang padamu kalau kita harus berbelanja ikan dipasar?" tanya Via.


Wanita itu menggelengkan kepalanya, sedangkan Samsul terlihat dia tertawa karena jika dia mengatakannya dia takut Ria tidak akan mau.


"Kalau begitu jangan salahkan aku, salahkan pacarmu itu." ucap Via.


"Dengan teliti Via mengambil beberapa ikan, pakan diantaranya ada telur ikan yang harganya begitu mahal serta beberapa ikan yang harganya juga sangat luar biasa.


Via mengambil ikan-ikan itu dan kemudian membawa beberapa ikan segar.


"Kau itu mengambil begitu banyak ikan untuk apa?" tanya Samsul.


"Diam saja kau tidak usah banyak bicara." jawab Via.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2