
Andreas benar-benar merasakan sebuah kebahagiaan ketika Via memintanya untuk membantu membangikan makanan. ada sebuah kebahagiaan dan kesenangan tersendiri ketika dirinya benar-benar dibutuhkan oleh wanita yang telah merampas hatinya.
Ketika dia mencintai Vivian, perasaan itu seolah tidak sepenuhnya benar-benar merasakan cinta, berbeda dengan Via.. Andreas seutuhnya tidak bisa memalingkan hatinya,
"Apakah kau lapar?" tanya Via kepada Andreas.
Andreas menganggukkan kepalanya, kemudian Via memberikan beberapa makanan dan diletakkan di meja. Andreas, Via dan Toni makan bersama. sedangkan Samsul dan yang lain Mereka terlihat sibuk untuk membagikan makanan kepada para warga yang terus berdatangan.
"Via, sembakonya hampir habis. Apakah kita ambil lagi?" tanya Samsul kepada Via.
"Bagikan kepada orang-orang sampai kerumunan habis." jawab Via.
Tatapan mata Andreas benar-benar terkesima dengan wanita yang ada di depannya, seorang wanita dermawan yang sangat berbeda dengan Andreas yang seorang penjahat.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Via kepada Andreas.
"Makanan ini tidak kau meracuni kan?" tanya Andreas sambil tersenyum kepada Via.
"Kalau aku berniat meracunimu tidak mungkin kan aku membawa begitu banyak saksi." jawab Via sambil mengunyah makanannya.
Dengan sengaja Via menyodorkan sendok yang ada di tangannya, Andreas sangat terkejut.. seketika pria itu terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
"Buka mulutmu, Aku kan sudah memakannya jika kau tidak percaya dengan satu piring denganku Mungkin kita bisa berbagi makanan bersama agar kau percaya." ucap Via yang benar-benar membuat Andreas kehilangan kata. pria itu membuka mulutnya, menerima suapan dari via.
"Bersiap-siaplah karena kau akan semakin terjerumus di permainan yang telah aku persiapkan untukmu." guman Via dalam hati yang kemudian menyuapi Andreas. berbeda dengan Toni, terlihat pria itu benar-benar sangat kecewa.. dia begitu cemburu ketika Via bersikap begitu romantis kepada bosnya.
"Cepatlah makan, Kenapa kau tidak makan? Apakah kamu mau ku suapi juga?" tanya Via sambil menatap pria itu saat mendengar kata-kata Via. Hal itu membuat Toni langsung terdiam seribu bahasa.
"Lihatlah, Via kelihatannya dia sudah mengeluarkan jurus seribu bunga yang dia miliki." ucap Ria kepada Samsul.
"Jangan terlalu keras, nanti dinding pun akan mendengar perkataan kita." jawab Samsul yang membuat kekasihnya itu langsung terdiam.
"Kekasihmu itu mulutnya sedikit ember tahu." ucap Ani yang kemudian mengajak kedua temannya itu segera mengambil sembako yang tersisa.
4 hari kemudian
Setelah acara amal yang dilakukan oleh Via, Wanita itu benar-benar telah menguasai hati Andreas, bahkan beberapa pria yang hendak mendekati Via.. terlihat mereka semuanya telah diperdaya oleh Andreas, jangan lupa kalau Andreas adalah seorang pria persico, Tentu saja dia akan melakukan apapun agar wanita yang dia sukai tidak dilirik oleh pria lain.
Berbeda ke tempat lain, ternyata Via sudah membuat beberapa rencana untuk membuat gudang pembuatan obat terlarang milik Andreas akan hancur. kali ini Via hanya pergi dengan 3 orang saja Jaka, Samsul dan dirinya. wanita itu akan membuat sebuah berita yang menghebohkan ketika Andreas melihatnya.
Hari ini via tau kalau Andreas melakukan meeting di salah satu pusat perbelanjaan. Via memakai topeng dirinya yang dahulu, berjalan di sebuah tempat pusat perbelanjaan. tempat itu adalah tempat Andreas melakukan meeting dengan salah seorang klien bisnisnya, dengan sengaja pula Via mendekati tempat Andreas berada.
Tatapan mata Andreas seketika melihat seorang wanita yang benar-benar dia kenal, seorang wanita yang dulu pernah singgah di hatinya.
__ADS_1
"Vivian." ucap Andreas dengan begitu lantang.
Seketika pria itu berdiri, meninggalkan para rekan bisnis nya yang sedang membahas masalah bisnis.
"Ada apa Tuan?" tanya Toni yang menghentikan bosnya tersebut.
"Apakah kau tidak lihat tadi ada Vivian di tempat ini." jawab Andreas.
"Apa maksud Tuan, Nona Vivian sudah meninggal Kenapa Anda masih mengingatnya." ucap Toni yang kemudian mengajak Andreas untuk kembali ke tempatnya.
"Tidak Tony, Kau kira aku ini gila. aku benar-benar melihat wanita itu!!" seru Andreas.
"Tuan Jangan bersikap seperti ini, para klien bisnis anda sedang menunggu Anda di sana. jangan sampai kontrak kerjasama yang berada di tangan Anda hilang seketika." ucap Toni yang membuat Andreas mengusap wajahnya dengan kedua tangan.
"Cepat kau cari wanita yang begitu mirip dengan Vivian, aku yakin aku tidak salah lihat!!" bentak Andreas yang menyuruh Toni untuk mencari seorang wanita yang wajahnya begitu mirip dengan Vivian.
Seketika Toni langsung meninggalkan majikannya, dia membawa beberapa pengawal untuk mencari keberadaan seorang wanita yang begitu mirip dengan Vivian. Via yang melihat kejadian itu dari jauh nampak wanita itu tersenyum. wanita itu mencari sebuah tempat yang tidak ada kamera CCTV, dia membuka topengnya dan mengganti pakaiannya.
"Aku akan membuatmu ketakutan terlebih dahulu sebelum aku menghancurkan pabrik laknat yang kau miliki itu." gumon Via dalam hati. sembari menatap Andreas yang sudah duduk kembali di sebuah restoran yang ada di pusat perbelanjaan.
** bersambung **
__ADS_1