SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Buket bunga untuk Vivian


__ADS_3

Beberapa hari setelah pameran itu begitu banyak para pengusaha terus membicarakan istri dari desain perhiasan itu. tentu saja dia adalah Vivian, begitu banyak pria benar-benar mengidolakan bahkan berhasrat untuk mendapatkan Vivian menjadi istrinya.


Begitu pula dengan Andreas, bahkan pria itu berani melakukan apapun untuk mendapatkan Vivian. Andreas adalah seorang pengusaha yang begitu kejam bahkan bisa dibilang Andreas adalah seorang pria yang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya.


"Bahkan berebut wanita itu dengan paksa aku tidak peduli, tapi yang jelas aku akan mendapatkan wanita itu secepat mungkin." ucap Vivian Andreas ambil menatap wajah Toni.


"Akan kulakukan apa yang Anda perintahkan Tuan." jawab Toni.


"Aku tidak akan segan-segan untuk membunuh pria itu untuk mendapatkan Vivian." ucap Andreas.


"Lebih baik kita cari jalan lain selain membunuh pria itu, Tuan. kita jebak saja pria itu bersama wanita lain agar istrinya minta cerai." usul Toni.


Baiklah kalau begitu, terserah bagaimanapun caramu yang penting aku mendapatkan wanita itu. akan ku buat wanita itu menjadi milikku dengan seutuhnya Jika perlu akan ku buat wanita itu tidur denganku dan dia diceraikan oleh suaminya!" seru Andreas.


"Jika anda melakukan hal itu, kemungkinan besar wanita itu akan membenci Anda tuan." jawab Tony. Andreas memikirkan perkataan Toni, tentu saja kata-kata yang diucapkan oleh Tony benar adanya. Jika dia berani melakukan hal itu itu maka Vivian akan benar-benar membencinya.


Di sebuah kantor milik Haikal, terlihat pria itu benar-benar menatap beberapa buket bunga yang sudah memenuhi kantornya. Haikal mengira kalau hadiah-hadiah itu adalah untuknya, pria itu membuka salah satu tulisan yang terdapat pada buket bunga namun yang menyebalkan adalah ternyata karangan bunga itu bukanlah untuknya melainkan untuk istrinya.


"Ada apa Sayang?" tanya Vivian kepada sang suami.


"Apakah kau tahu sayang, siapa yang mengirim buket bunga ini, mereka itu benar-benar menyebalkan." ucap Haikal. tentu saja Vivian tidak mengetahui hal itu.

__ADS_1


"Tentu saja aku tidak tahu Sayang." jawab Vivian.


"Seluruh buket bunga ini adalah untukmu Sayang." jawab Haikal dengan nada yang sedikit marah.


"Kenapa kau marah padaku, kan aku tidak membeli buket bunga itu." jawab Vivian.


"Tapi aku sangat kesal kepada orang-orang yang memberikan buket bunga ini untukmu." jawab Haikal.


"Kalau kau marah lebih baik kau marah pada pria itu, jadi tidak usah marah padaku." jawab Vivian yang kemudian mengambil salah satu kartu yang ada di karangan bunga tersebut. Haikal benar-benar marah, pria itu benar-benar merasa cemburu luar biasa karena hadiah yang diberikan oleh penggemar istrinya.


"Aku sangat tidak suka pada orang-orang yang sukanya mengganggu keluarga orang lain!' seru Haikal. tentu saja Vivian tersenyum sembari menatap suaminya.


"Ya Mana aku tahu." ucap Vivian.


"Dengar Sayang, wanita itu sama saja dengan para orang-orang yang memberikan aku bunga. mereka semuanya itu adalah orang-orang yang suka mengambil milik orang lain." jawab Vivian.


"Kau cemburu kan, seperti itulah perasaanku saat kau kau selalu dekat dengan wanita lain." ucap Vivian yang membuat Haikal menundukkan kepalanya.


"Maaf sayang..." ucap Haikal sembari menundukkan kepalanya seperti bocah kecil.


"Aku tidak akan pernah mencoba untuk menghianatimu, lagipula kau tahu sendiri kan kalau aku ini adalah wanita yang sangat setia. aku tidak akan meninggalkanmu demi apapun dan demi siapapun." jawab Vivian yang membuat Haikal seketika tersenyum begitu lebar.

__ADS_1


"Nanti kita jalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan ya." pinta Haikal.


Tentu saja Vivian menganggukkan kepalanya Karena Wanita itu juga mau mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya. sore telah menjelang, terlihat Haikal dan Vivian benar-benar sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan. wanita itu menatap barang-barang yang ada di sana, Vivian mencari beberapa pakaian yang dia lihat di sosial media. tentu saja wanita itu mencoba pakaian-pakaian itu dan mengambilnya.


Sedangkan Haikal terlihat pria itu duduk manis sambil menatap sang istri yang terus mencoba pakaian-pakaian itu, terlihat mata para wanita muda yang ada di toko baju itu menatap Haikal, seorang pria tampan yang begitu muda memakai setelan baju kantor yang sangat menawan.


Beberapa wanita mencoba mendekati Haikal yang berada di salah satu toko baju.


"Hai Mas, boleh kenalan tidak." ucap salah satu wanita yang sudah mendekati Haikal. terlihat Haikal menatap beberapa wanita yang sudah mendekatinya.


"Maaf Nona, Saya sudah menikah." jawab Haikal yang kemudian meminta para wanita itu untuk meninggalkannya. tentunya para wanita muda itu tidak akan pergi begitu saja meninggalkan Haikal.


"Mas ini pelit banget sih, kenalan aja tidak mau." jawab para wanita. Haikal menghela nafasnya, sesaat kemudian dia berdiri sembari mendekati sang istri yang sedang berganti pakaian. salah satu wanita yang dari tadi meminta untuk berkenalan dengan Haikal terlihat wanita itu terus menempel di belakang tubuh Haikal. hingga membuat pria itu sangat risih. Vivian keluar dari ruang ganti tatapan matanya menatap seorang wanita yang sudah berada di belakang punggung suaminya.


"Sayang cepat aku mau pergi dari sini." ucap Haikal yang kemudian meminta Vivian untuk pergi dari toko pakaian tersebut.


"Mas mau kemana.." ucap seorang wanita yang dari tadi mengikuti Haikal. tentu saja Vivian yang melihat hal itu wanita itu langsung menatap si wanita yang daritadi mengikuti Haikal.


"Kamu tidak capek ya, dari tadi mengikuti suamiku. Apakah kamu wanita yang tidak punya pekerjaan.." ucap Vivian yang kemudian mengajak sang suami untuk membawa dan membayar pakaian yang tadi dia beli.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2