SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF

SUAMI BRONDONGKU YANG SANGAT POSESIF
Haikal mengalami koma


__ADS_3

"Tidak mungkin, bagaimana bisa Perusahaan kita mengalami kebakaran!!" seru Haikal.


"Tenanglah Sayang, kita akan berangkat ke perusahaan sekarang juga.." ucap Vivian yang berusaha untuk menenangkan sang suami.


Terlihat kedua insan itu benar-benar tidak akan pernah menyerah, tempat itu memupuk Cinta Dan cita-cita mereka telah dirusak oleh seorang pria. Vivian menelpon Fery, wanita itu dengan segera pergi ke perusahaan.


45 menit kemudian.


Terlihat Haikal dan Vivian sudah berada di perusahaan, sepasang suami istri itu meneliti semua yang terjadi. dua mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar kantor Haikal dan Vivian.


"Bagaimana mungkin kebakaran itu terjadi, sedangkan tadi tidak apa-apa." ucap Haikal.


"Tenanglah Sayang, kau tidak boleh sampai shock dengan keadaan ini, aku tidak mau kau semakin terpuruk dan semakin menghancurkan dirimu sendiri." ucap Vivian.


"Bagaimana mungkin aku tidak akan marah, Lihatlah Perusahaan kita mengalami kebakaran!!" seru Haikal.


"Tenanglah Sayang, tenang.." pinta Vivian.


"Haikal tidak bisa menenangkan dirinya, pria itu benar benar sangat emosi dan kehilangan kontrol dirinya karena dia tidak pernah mengira kalau semua yang terjadi padanya adalah ulah seseorang.

__ADS_1


"Kau harus tenang Haikal!" seru Feri. saudara dari Haikal tersebut nampak menatap sepupunya yang sudah kehilangan kendali, terlihat Haikal tiba-tiba mengalami kejang...pria itu tidak bisa mengontrol emosinya hingga membuat dirinya pingsan saat melihat kantornya mengalami kebakaran.


"Mas Feri tolong aku!!" seru Vivian.


"Cepat kita bawa Suamimu ke rumah sakit, dia tidak bisa mengendalikan dirinya!!" seru Ferry yang kemudian membawa Haikal menggunakan mobil polisi untuk mengantar pria itu ke rumah sakit.


Tatapan mata Vivian menatap suaminya, dia tidak pernah mengira kalau suaminya mengalami emosional yang sangat besar. apalagi terlihat sekali kalau Haikal sekarang sudah mengalami kondisi yang sehat, namun berbeda saat ini terlihat pria itu sudah tidak berdaya saat dibawa ke rumah sakit.


Beberapa perawat yang melihat salah satu polisi membawa seorang pria, para perawat tersebut dengan segera mengambil ranjang dorong untuk membawa Haikal ke ruangan ICU.


"Sayang, sayang!" seru Vivian yang berusaha menyadarkan suaminya namun semuanya itu sia-sia saja. karena Haikal sudah mengalami stress yang sangat besar.


"Di sebuah ruangan Haikal menjalani pemeriksaan, tentu saja luka dari kecelakaan yang belum sembuh itu sekarang malah tambah trauma karena melihat kebakaran yang ada di kantor Haikal.


"Bagaimana aku tidak khawatir Mas, Lihatlah kondisi suamiku seperti itu!" seru Vivian.


"Tenanglah Vivian, tenang!" seru Feri yang mencoba untuk menenangkan Vivian.


"Ya Allah... jangan berikan aku cobaan seperti ini lagi, aku sudah tidak mampu..Aku sudah tidak punya orang yang yang aku cintai lagi." ucap Vivian yang berusaha menguatkan dirinya.

__ADS_1


Wanita itu tubuhnya sudah terasa lemas saat melihat Haikal dibawa ke dalam ruangan ICU, entah apa yang terjadi pada suaminya namun detak jantung Vivian terasa berdebar tidak karuan. saat mendapat kabar Kalau suaminya nya serangan jantung tiba-tiba.


"Ya Allah..kenapa harus seperti ini." ucap Vivian. wanita itu benar-benar merasakan perasaan yang pilu.


Sekitar 2 jam kemudian salah satu Dokter yang memeriksa Haikal keluar dengan raut wajah yang begitu sedih. tatapan matanya menatap Vivian dan Fery yang menunggu dengan penuh kebingungan.


"Dokter, Bagaimana kondisi suamiku!" seru Vivian.


Suara nafas yang begitu berat dihembuskan, terlihat sekali kalau pria tua itu tidak bisa mengucapkan sesuatu apapun.


"Maafkan saya Nyonya Vivian, jika saya harus memberimu kabar yang akan membuatmu terluka." ucap sang Dokter. Vivian memegang dadanya, dia tiba-tiba begitu takut akan terjadi sesuatu kepada sang suami.


"Maksud Dokter apa?" tanya Vivian.


Suara hembusan nafas yang kasar terdengar kembali.


"Maafkan aku Vivian, suamimu mengalami koma, dia tidak sadarkan diri kita harus selalu berdoa kepada Tuhan karena aku juga tidak tahu kapan suamimu akan sadar." jawab sang Dokter.


Zdarrrr.

__ADS_1


Vivian terasa bagaikan tersambar petir di siang bolong saat mendengar kabar Kalau suaminya mengalami koma. langkah kaki Vivian langsung terhuyung mundur saat mendengar kabar tersebut.


** bersambung **


__ADS_2