Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
10. Periksa


__ADS_3

"Bu Cyra ini ada kantong janin ya, janinnya belum terbentuk" ucap dokter Lala.


"Selamat ya, anda akan menjadi seorang ibu"


"Jaga kesehatan, jangan terlalu lelah, saya akan memberikan anda vitamin dan penguat janin, karena saat ini saya lihat anda terlalu lelah, apakah anda masih bekerja selama kehamilan ini?" tanya sang dokter.


"Masih dok" jawab Cyra, yang tidak merasakan apa-apa, hanya expresi datar yang dia tampilkan.


"Kalau begitu anda harus extra menjaga kesehatan ya" ucap sang dokter.


Cyra pun mengiyakan semua yang dikatakan oleh sang dokter. Setelah konsultasinya selesai dia pun segera pulang.


Setengah jam perjalanan dengan membawa mobilnya sendiri, Cyra pun sampai dikediaman yang selama ini dia tinggal bersama suami yang tidak dia cintai ini.

__ADS_1


"Pulang malam lagi?" tanya Lian ketika melihat Cyra baru memasuki rumah.


"Apa urusan mu, sudah ku katakan kau tidak perlu mengurus urusan ku" ucap Cyra cuek.


"Aku suami mu, berhak jika untuk tau tentang mu" jawab Lian tegas.


"Masih bersyukur aku balik kerumah ini" jawab Cyra.


"Sudah lah, aku mau istirahat! Aku lelah" ucap Cyra yang memang terlihat pucat oleh Lian.


"Kapan kau bisa berusaha Cyra, mungkin ini masih baru! Apa karena pernikahan ku baru berumur dua lebih ya" batin Lian.


Lian sangat berharap jika Cyra bisa berubah lebih lembut terhadapnya. Dia hanya bisa bersabar untuk saat ini.

__ADS_1


"Sungguh keras kepala sekali Cyra ini" batin Lian sambil berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya Lian didalam kamar dia pun merebahkan dirinya di atas ranjang, tentu dengan kamar yang tetap terpisah. Hanya ketika orang tua mereka datang saja maka Lian dan Cyra akan tidur bersama tetapi dengan cara punggung-punggungan.


"Kapan disini ada Cyra yang selalu setia menemani ku disaat tidur seperti ini" gumam Lian.


Lian merasa seperti seseorang yang belum menikah, padahal pada kenyataannya dia telah menikah, memiliki istri. Dia pun memeluk bantal gulingnya dengan erat, membayangkan jika itu Cyra yang berada disampingnya yang dia peluk.


Lian teringat dimalam, dia benar-benar menghabiskan satu malam itu dengan Cyra menikmati indahnya sebuah pernikahan, walau Lian tau itu semua adalah kerjaan mamanya.


"Aku harap kau bisa berubah" gumam Lian menatap foto pernikahannya yang sudah dia pindahkan ke ponselnya. Dengan mata sayup Lian terus menatap foto tersebut, walau difoto tersebut Cyra tidak tersenyum, Lian sudah merasa cukup.


Lian belum tahu berapa lama Cyra akan benar-benar menerimanya. Dia pun sempat berpikir apakah dengan kelahiran seorang anak, maka dia dan Cyra akan menjadi keluarga seutuhnya sama seperti pasangan suami istri pada biasanya.

__ADS_1


Harapan terus lah yang dipegang Lian. Dengan kepala yang terus berpikir tentang Cyra, Lian pun tertidur. Dia juga hari ini sungguh lelah terhadap pekerjaannya hanya dia tidak pernah menampakkan kepada Cyra, didepan istrinya, dia akan membuat seolah dia tidak pernah dalam masalah. Walau dia tahu, jika istrinya mengetahui pun, tidak akan memperdulikan kesusahan dia.


Cyra hanya akan terus menikmati hidup dia sendiri. Dia menyia-yiakan kasih sayang dari sang suami yang selalu setia menunggunya pulang, suaminya akan berusaha untuk pulang lebih awal sebelum istrinya, tetap Cyra tidak mengetahui itu semua.


__ADS_2