
Akhirnya Lian kembali lagi ke kamar yang dulu selalu menjadi tempat ternyamannya untuk beristirahat. Dia duduk menghadap ke depan pintu kamarnya, memandangi dinding kamar dengan wajahnya yang datar. Setelah satu kalimat terakhir yang terucap dari mulutnya ketika berbicara dengan Cyra istrinya.
Lian memikirkan bagaimana nasibnya kedepan, bagaimana dengan Angel anaknya yang akan kehilangan sosok ibu, bahkan keluarga yang tidak lengkap, apa Angel harus tumbuh di keluarga yang tidak lengkap.
"Arrggghhh!" Rintih Lian menahan sakit di kepalanya, mengacak dan menarik rambutnya dengan kasar kemudian menghempaskan badannya ke atas kasur dengan sprei berwarna abu-abu tersebut.
"Apa keputusan ku sudah benar, mengapa dia tampak biasa saja" batin Lian membayangkan kembali raut wajah Cyra ketika dia mengatakan kalimat yang akan mengubah hidupnya.
Seharusnya Lian tidak meragukan hal ini kembali, karena dia sendiri sudah memikirkannya bukan dalam sehari, semasa liburan bersama Angel di kampung halaman bik Narni, dia selalu berpikiran untuk mengambil keputusan ini.
"Baiknya lihat besok saja keadaannya bagaimana" gumam Lian.
Lian sebenarnya sedih harus berpisah dengan Cyra, bagaimana pun wanita itu telah memberinya seorang anak yang bisa dikatakan hadirnya secara tidak sengaja, tetapi menjadi berkah untuk Lian dan keluarga.
__ADS_1
Lian masih menyimpan sedikit rasa cinta dan sayangnya untuk Cyra, walau dengan sifat, sikap Cyra terhadap dia selama ini. Cinta masa kecil yang membekas didalam hatinya.
Karena kelelahan dengan pikirannya, Lian pun memejamkan matanya hingga dia tertidur dalam gusarnya.
Sementara itu di kamar Cyra.
Bukan dia tidak menyangka bahwa Lian akan mengatakan kalimat tersebut, tapi Cyra berpikir harusnya dia saja yang mengatakan hal tersebut, untuk mengalahkan gengsinya.
Tetapi dia sendiri pun binggung mengapa mulutnya seakan sulit untuk mengatakan hal itu sejak dulu.
Tiba-tiba saja wajah Cyra kembali berseri, seperti mendapatkan sebuah penerangan dalam bayangannya.
"Biar sajalah, bagus juga dia yang meminta untuk bercerai" gumam Cyra.
__ADS_1
Bagi Cyra berarti Lian yang akan dipandang jelek oleh orang-orang karena dia tidak mampu mempertahankan rumah tangganya.
"Setidaknya aku akan lebih bebas" ucap Cyra kembali.
"Aku akan menggapai apa yang belum ku dapatkan, seperti jalan-jalan keluar negeri bersama teman-teman, trip-trip" batin Cyra sambil tersenyum membayangkan tempat-tempat indah yang akan dia capai dengan segera.
"Aku juga akan memiliki banyak waktu untuk diriku sendiri"
Padahal sejak menjadi istri Lian, Cyra sangat jarang menggunakan waktunya untuk keluarga, dia hanya menghabiskan waktunya untuk kesibukan pribadi seperti sibuk bekerja, bahkan hanya main ponselnya saja. Ketika Angel mengajaknya untuk menemaninya bermain saja dia selalu berkata bahwa dia sibuk.
Cyra berpikir dia akan menikmati masa-masa dia bisa sendiri lagi tidak di atur oleh suami ataupun di ganggu oleh anaknya.
Dia sendiri tidak mempermasalahkan statusnya nanti yang akan berubah dari memiliki suami menjadi seorang janda. Baginya tidak masalah menjadi janda yang terpenting dia masih bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, tidak bergantung hidup dengan orang lain, walaupun itu suaminya sendiri.
__ADS_1
Disini memang Cyra sangat egois dalam diri sendiri, dia sangat gengsi menerima uang dari Lian, karena baginya dia tidak mencintai Lian jadi dia tidak akan meminta uang, atau hal lainnya dari Lian. Walau Cyra tau itu sudah menjadi tanggung jawab dari Lian sebagai suaminya.