Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan

Suami Dan Anak Yang Tak Diinginkan
47. Ke Taman Kota


__ADS_3

Terlihat Angel bahagia sekali berada dalam mobil bersama mama dan papanya. Selama ini apa yang dia mimpikan tercapai juga.


"Terima kasih, mama, papa sudah bawa Angel jalan-jalan" ucap Angel menatap papanya yang sedang menyetir dan menatap mamanya yang sedang menatap lurus kedepan jalan.


"Belum sampai nak, kog sudah terima kasih?" goda Lian kepada anaknya.


"Hm" jawab Cyra seperti suaranya enggan keluar.


Angel berada dikursi belakang. Dengan leluasa dia bergerak sana sini, melihat pemandangan diluar.


"Tidak apa-apa pa, yang pasti kan saat ini Angel bahagia sekali" jawab Angel.


"Sudah, bisa enggak duduk diam, mama capek lihat kamu gerak sana sini terus. Kalau tidak mama pulang saja" cetus Cyra, dia mengomel karena bising dengan suasana yang ribut baginya.


Padahal jika diperhatikan benar-benar kesenangan anak, akan membuat kita juga merasakan hal yang sama.


"Iya, ya sudah duduk yang manis ya, agar kita segera sampai di taman kota" jawab Lian kepada anaknya.


"Baik papa" jawab Angel.


"Maaf ma" jawab Angel menunduk karena merasa bersalah membuat mamanya mengomel.


Angel pun dengan tenangnya tanpa menimbulkan suara lagi, agar mamanya tidak marah lagi.


Sesampainya mereka di taman kota, Angel langsung keluar dari mobilnya dengan cepat.


"Angel jangan lari-lari bisa tidak, kamu ini anak perempuan kog macam laki-laki saja" ucap Cyra keras kepada anaknya.


"Jalan saja ya nak" ucap Lian lembut kepada Angel.


Kemudian Angel pun berjalan didepan orang tuanya.

__ADS_1


"Kamu bisa tidak jangan berteriak begitu terhadap Angel" tegur Lian kepada istrinya.


"Kamu enggak lihat apa, anak mu macam itu kelakuannya" bantah Cyra.


"Kamu terlalu memanjakannya" ucap Cyra kepada Lian dengan wajah masamnya.


"Wajar, itu anak kita, tetapi manja yang ku berikan tentu ada batasnya, tidak seperti kamu yang tidak sepenuhnya menyayangi Angel" sindir Lian.


"Hari ini tolong bersikap baik lah kepada Angel, buat dia bahagia untuk sehari bisa tidak?" ucap Lian.


"Kau mau aku pulang atau kau sekarang diam" ancam Cyra.


Karena Lian memikirkan Angel yang akan kecewa jika mamanya pulang maka dia pun dengan sangat terpaksa diam dan tidak melawan terhadap Cyra.


"Duduk disana" tunjuk Lian pada sebuah kursi panjang.


"Iya" jawab Cyra dengan suka tidak sukanya.


"Iya hati-hati ya!" jawab Lian.


"Mama, papa di sini ya melihatmu" ucap Lian.


"Ok" jawab Angel sambil berlari kearah yang mau dia tuju.


"Mengapa kau tidak ikut saja anak mu kesana?" tanya Cyra memandang kesal kepada Lian.


"Biarkan saja dulu, Angel juga butuh kemandirian" ucap Lian.


Drrrrtttt drrrrttt


Ponsel Cyra bergetar, seperti ada sebuah pesan masuk, Cyra pun dengan cepat mengambil hpnya dari dalam tasnya.

__ADS_1


"Ups" ucap Cyra terlihat girang.


Lian yang melihat Cyra sudah bermain dengan ponselnya, memutuskan untuk menemani Angel bermain.


Cyra terlihat sangat bahagia menerima pesan yang barusan masuk kedalam ponselnya. Dia terus-terusan berbalas pesan dengan seseorang melalui aplikasi whatsapp.


"Bagus lah dia kesana" ucap Cyra dalam hatinya. Dia senang karena tidak melihat muka Lian dari dekat.


15 menit kemudian Lian dan Angel datang menghampiri Cyra dengan bergandengan tangan.


"Cepatnya kalian selesai bermain?" tanya Cyra.


"Iya ma, Angel capek, haus dan mau es krim" ucap Angel sembari meloncat kecil.


"Ya, ya, ma, pa! Angel mau es krim" ucap Angel menyakinkan papa dan mamanya.


Sedangkan mamanya hanya diam melanjutkan memainkan ponselnya.


"Iya, ya sudah kamu tunggu sini dengan mama ya!" ucap Lian.


"Jangan kemana-mana" Lian mengingatkan anaknya.


"Cyra, jaga Angel! Kamu mau minum apa?" perintah Lian pada istrinya yang masih fokus terhadap ponselnya.


"Iya, bising jiak" ucap Cyra ketus.


Angel pun memilih duduk disamping mamanya. Sembari menunggu papanya datang membawakan dia es krim.


"Iihhh, sana dikit, mama susah gerak" ucap Cyra yang merasa sempit karena Angel duduk disampingnya. Padahal saat itu Angel hanya duduk diam.


Karena perkataan mamanya, Angel pun tidak duduk disamping mamanya lagi, dia pun bermain di bawah kaki kursi.

__ADS_1


__ADS_2